ABSTRAK Tenis meja berkembang di tingkat masyarakat, namun peningkatan keterampilan teknik masih terkendala keterbatasan sarana dan metode latihan yang belum terstruktur. Komunitas PTM Garuda Nabontar memiliki potensi besar, tetapi latihan masih manual sehingga intensitas dan variasi terbatas, yang berdampak pada penguasaan teknik dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknik melalui pemanfaatan mesin pelontar bola sekaligus memperkuat peran komunitas sebagai pusat pembinaan olahraga. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknik, dan pendampingan berbasis praktik melalui tahapan sosialisasi, pengadaan alat, latihan rutin, dan evaluasi. Hasil menunjukkan capaian yang signifikan, yaitu tersedianya 4 unit mesin pelontar, peningkatan latihan mandiri menjadi 2 sesi per minggu, serta 3 sesi pelatihan teknik per bulan. Keterampilan teknik meningkat pada 80% peserta, akurasi pukulan mencapai 80%, dan kemampuan footwork meningkat pada 68% peserta. Partisipasi masyarakat meningkat sebesar 40%, terbentuk 1 komunitas baru, serta teridentifikasi 2 atlet potensial. Pemanfaatan teknologi ini efektif meningkatkan keterampilan teknik, efisiensi latihan, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Tenismeja, Pelontar, Komunitas, Keterampilan. ABSTRACT Table tennis is widely developed at the community level, yet technical skill improvement is still constrained by limited training facilities and unstructured methods. The PTM Garuda Nabontar community has strong potential, but training remains manual, resulting in limited intensity and variation, which affects skill mastery and community participation. This program aims to improve technical skills through the use of a ball launcher machine while strengthening the community’s role as a sports development center. The methods include counseling, technical training, and practice-based mentoring through stages of socialization, equipment provision, routine training, and evaluation. The results show significant achievements, including the provision of 4 ball launcher units, an increase in independent training to 2 sessions per week, and 3 technical training sessions per month. Technical skills improved in 80% of participants, stroke accuracy reached 80%, and footwork ability improved in 68% of participants. Community participation increased by 40%, with the formation of 1 new community and the identification of 2 potential athletes. The use of this technology effectively enhances technical skills, training efficiency, and sustainable community participation. Keywords: Tabletennis, Launcher, Community, Skills.