Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBUATAN MIKROORGANISME LOKAL BONGGOL PISANG PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MIAWA KECAMATAN PIANI KABUPATEN TAPIN Karisma Tia Krisba; Aprilia Ananda; Siti Aisyah; Guruh Elkhan Rabsyah; Guntur Maulana; Ronny Mulyawan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2741

Abstract

Pertanian di Desa Miawa, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, masih sangat bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Praktik ini berisiko menyebabkan penumpukan hama dan penyakit karena kurangnya rotasi tanaman. Di sisi lain, desa ini memiliki sumber daya lokal melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, seperti limbah bonggol pisang dan kotoran kambing. Untuk mengatasi masalah ini dan mendukung pertanian berkelanjutan, sebuah program pelatihan dan demonstrasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang diadakan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Miawa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk yang bermanfaat. Materi yang disampaikan meliputi definisi MOL, manfaatnya, dan kandungan yang terdapat pada MOL bonggol pisang. Bonggol pisang kaya akan karbohidrat dan mikroba pengurai seperti Bacillus sp. dan Aspergillus niger, yang berperan penting dalam meningkatkan nutrisi dan kualitas tanah secara alami. Peserta, yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, diberikan pelatihan teoretis dan praktik langsung untuk membuat MOL bonggol pisang. Proses pembuatannya melibatkan bahan-bahan sederhana seperti bonggol pisang, gula merah, tepung beras, dan air. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta, dan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah. Penggunaan MOL bonggol pisang berpotensi memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan hasil panen, dan mendukung konsep pertanian berkelanjutan.
REKONSTRUKSI KEPRIBADIAN GURU PAI DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: PENGUATAN PERAN GURU SEBAGAI MORAL ROLE MODEL DALAM PENDIDIKAN ISLAM Guntur Maulana; Raiham Noor Azura; Rian Saepul Majid; Mursidin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44816

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence has profoundly reshaped the educational sector, steering pedagogical processes toward increased digitalization, automation, and tailored learning experiences. Nevertheless, this shift has sparked significant apprehension regarding the potential erosion of students' ethical values, including integrity, accountability, and social consciousness. Within the framework of Islamic education, where character building is as vital as cognitive attainment, this challenge is particularly acute. This research seeks to examine the personality reconstruction of Islamic Religious Education teachers in the AI era, aiming to bolster their function as moral exemplars. Adopting a qualitative literature-based methodology, this study analyzes various scholarly works, journals, and international reports. The findings suggest that teachers confront not only technological hurdles but also deep-seated moral and personal challenges. Consequently, teacher personality reconstruction must prioritize the fusion of spiritual principles, digital fluency, and consistent ethical conduct across both physical and virtual environments. The study concludes that revitalizing the teacher’s role as a moral compass is imperative for preserving the foundational tenets of Islamic education in the digital age