Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Program Digital Talent Scholarship dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda di Era Digital Ade Hani Puspa Dewi; Fernanda Firrizqi; Velya Putrica Salsabila; Andrea Maharani; Abdul Rahman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Digital Talent Scholarship (DTS) dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia pada era digital. Program DTS merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan defisit talenta digital nasional melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital dasar hingga menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, artikel ilmiah, laporan kebijakan, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan kompetensi digital. Evaluasi program juga dilakukan dengan menggunakan Model Empat Level Kirkpatrick, yang mencakup reaksi peserta, capaian pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil akhir program. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Program DTS mampu meningkatkan literasi dan pengetahuan digital dasar peserta, namun efektivitas pelaksanaannya belum optimal pada setiap level evaluasi. Pada level reaksi, peserta belum sepenuhnya memperoleh pengalaman belajar yang memuaskan akibat keterbatasan kualitas penyampaian materi, interaksi instruktur, dan platform pembelajaran daring. Pada level pembelajaran, peningkatan kompetensi terjadi tetapi belum merata karena perbedaan latar belakang kemampuan peserta dan kurikulum yang masih bersifat umum. Pada level perilaku, penerapan keterampilan digital di lingkungan kerja masih terbatas akibat minimnya kesempatan praktik dan pendampingan pascapelatihan. Sementara itu, pada level hasil, dampak program terhadap pemenuhan kebutuhan talenta digital nasional dan peningkatan kualitas tenaga kerja secara makro belum terlihat signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa program Digital Talent Scholarship (DTS) harus ditingkatkan dengan meningkatkan kurikulum berbasis kompetensi, meningkatkan kualitas instruktur, mengoptimalkan metode pembelajaran berbasis praktik, dan meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah. Dengan perbaikan ini, DTS diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam mencetak tenaga kerja muda yang berbakat dan berdaya saing di era ekonomi saat ini.
Pergeseran Paradigma Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik oleh Ombudsman Republik Indonesia Ade Hani Puspa Dewi; Yeni Sulistiowati; Khoirul Anwar
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 2: Agustus (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i2.3120

Abstract

Ombudsman Republik Indonesia melakukan transformasi metodologi penilaian penyelenggaraan pelayanan publik melalui perubahan dari Penilaian Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik menjadi Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagaimana diatur dalam Peraturan Ombudsman Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2025. Dalam penelitian ini, transformasi tersebut dipahami sebagai pergeseran paradigma pengawasan dari pendekatan yang berorientasi pada kepatuhan terhadap standar pelayanan (compliance based assessment) menuju pendekatan yang berorientasi pada identifikasi dan pengelolaan risiko maladministrasi (risk based assessment). Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi metodologi penilaian tersebut, mengkaji kesesuaiannya dengan mandat pengawasan Ombudsman Republik Indonesia, serta menganalisis implikasinya terhadap penguatan akuntabilitas penyelenggaraan pelayanan publik. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen terhadap peraturan perundang-undangan, peraturan Ombudsman, laporan resmi Ombudsman Republik Indonesia, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi baru memperluas ruang lingkup penilaian melalui dimensi input, proses, output, pengaduan, unsur kepercayaan masyarakat, serta kepatuhan terhadap tindakan korektif, saran perbaikan, dan/atau saran penyempurnaan. Metodologi tersebut juga menunjukkan kesesuaian yang lebih komprehensif dengan mandat pengawasan Ombudsman dalam pencegahan maladministrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain menghasilkan Opini Ombudsman RI, metodologi baru membentuk mekanisme pengawasan berkelanjutan melalui pelaksanaan tindakan korektif, saran perbaikan, saran penyempurnaan, serta pengukuran kepatuhan penyelenggara terhadap tindak lanjut tersebut sebagai bagian dari penilaian pada periode berikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi metodologi tersebut memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan pelayanan publik melalui sistem pengawasan yang lebih komprehensif, preventif, partisipatif, berbasis risiko dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.