Sri Koimah
UIN Sunan Gunung Djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Masalah dan Tantangan Kurikulum Pembelajaran IPA Sains di Sekolah: Systematic Literatur Review dan analisis Bibliometric terhadap Publikasi Tahun 2021-2025 Sri Koimah; Chaerul Rochman; Adam Malik; Tri Wahyu Agustina
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. Special Issue (2026): Special Issue (March)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8iSpecial Issue.13862

Abstract

Penelitian ini menganalisis isu dan tantangan utama dalam implementasi kurikulum pembelajaran IPA Sains di sekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik terhadap 200 artikel jurnal internasional terindeks yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2025. Data dikumpulkan menggunakan strategi pencarian terstruktur dengan kriteria inklusi yang jelas, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak VosViewer melalui analisis co-occurrence kata kunci dan clustering untuk memetakan lanskap tema riset serta keterkaitan antarkonsep. Hasil review menyoroti ketidakselarasan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, keterbatasan asesmen autentik, kurangnya fasilitas laboratorium, serta hambatan integrasi inovasi digital dan STEM dalam pembelajaran IPA Sains. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa “problem”, “challenge”, “curriculum”, dan “science education” merupakan kata kunci sentral yang mengelompok dalam beberapa klaster utama, disertai tren peningkatan publikasi dalam satu dekade terakhir dan pola kolaborasi yang masih terkonsentrasi pada negara-negara maju dengan kontribusi terbatas dari konteks negara berkembang. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kebijakan kurikulum yang lebih adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, dukungan sarana-prasarana dan asesmen autentik yang lebih sistematis, serta mendorong penelitian lanjutan yang mengeksplorasi desain kurikulum IPA Sains kontekstual dan kolaborasi riset internasional yang lebih inklusif.