Penelitian ini menganalisis isu dan tantangan utama dalam implementasi kurikulum pembelajaran IPA Sains di sekolah melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik terhadap 200 artikel jurnal internasional terindeks yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2021-2025. Data dikumpulkan menggunakan strategi pencarian terstruktur dengan kriteria inklusi yang jelas, kemudian dianalisis secara kuantitatif menggunakan perangkat lunak VosViewer melalui analisis co-occurrence kata kunci dan clustering untuk memetakan lanskap tema riset serta keterkaitan antarkonsep. Hasil review menyoroti ketidakselarasan antara tujuan kurikulum dan praktik pembelajaran di kelas, keterbatasan asesmen autentik, kurangnya fasilitas laboratorium, serta hambatan integrasi inovasi digital dan STEM dalam pembelajaran IPA Sains. Analisis bibliometrik menunjukkan bahwa “problem”, “challenge”, “curriculum”, dan “science education” merupakan kata kunci sentral yang mengelompok dalam beberapa klaster utama, disertai tren peningkatan publikasi dalam satu dekade terakhir dan pola kolaborasi yang masih terkonsentrasi pada negara-negara maju dengan kontribusi terbatas dari konteks negara berkembang. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kebijakan kurikulum yang lebih adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, dukungan sarana-prasarana dan asesmen autentik yang lebih sistematis, serta mendorong penelitian lanjutan yang mengeksplorasi desain kurikulum IPA Sains kontekstual dan kolaborasi riset internasional yang lebih inklusif.
Copyrights © 2026