Mukhtar Lutfi
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemikiran Ekonomi Bani Saljuk: Dari Pertanian Ke Perdagangan Internasional Sufiani Zahra; Mukhtar Lutfi; Nasrullah Bin Sapa
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini mengeksplorasi peran pertanian dan perdagangan internasional pada masa Daulah Bani Saljuk dalam konteks perkembangan ekonomi dan sosial. Pertanian menjadi pilar utama perekonomian dengan penerapan teknik irigasi yang inovatif dan pengelolaan lahan yang efisien, sehingga meningkatkan hasil panen dan ketersediaan pangan. Kebijakan pemerintah yang mendukung sektor pertanian, termasuk pengurangan pajak, mendorong pertumbuhan pasar lokal. Sementara itu, perdagangan internasional berkembang pesat melalui jalur perdagangan strategis yang menghubungkan Timur dan Barat. Berbagai komoditas, seperti rempah-rempah, tekstil, dan barang berharga, diperdagangkan, memperkuat hubungan antarbudaya. Pedagang berperan sebagai penghubung antara berbagai komunitas, menciptakan jaringan yang mendukung pertukaran ide dan teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara pertanian dan perdagangan internasional bukan hanya memengaruhi ekonomi, tetapi juga memperkaya aspek sosial dan budaya masyarakat Bani Saljuk.
Strategi Bertahan Warung Bakso Mas Bargo Solo di Kota Makassar dalam Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok: Perspektif Ekonomi Islam Nuratikah Nuratikah; Mukhtar Lutfi; Abdul Wahid Haddade; Muslimin Kara; Umar Sulaiman
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.21301

Abstract

Kenaikan harga bahan pokok menjadi salah satu tekanan utama bagi keberlangsungan usaha kuliner skala kecil karena secara langsung meningkatkan biaya produksi dan mempersempit margin keuntungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bertahan yang diterapkan Warung Bakso Mas Bargo Solo di Makassar dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok serta menelaah praktik tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga daging sapi, tepung, minyak goreng, cabai, dan gas elpiji meningkatkan biaya operasional, menekan margin keuntungan, serta memengaruhi daya beli konsumen. Dalam menghadapi kondisi tersebut, pelaku usaha menerapkan strategi adaptif berupa efisiensi penggunaan bahan baku, pengelolaan keuangan secara lebih hati-hati, pemeliharaan kualitas produk dan pelayanan, inovasi menu, penguatan hubungan dengan pelanggan dan pemasok, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi tersebut juga dijalankan dengan mempertahankan prinsip kejujuran, amanah, kesabaran, dan kehalalan dalam aktivitas usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi bertahan usaha tidak hanya dibentuk oleh pertimbangan efisiensi ekonomi, tetapi juga oleh nilai etika dan spiritual yang memengaruhi cara pelaku usaha merespons tekanan pasar. Dalam perspektif ekonomi Islam, keberlangsungan usaha dipahami bukan semata-mata sebagai kemampuan mempertahankan keuntungan, tetapi juga sebagai upaya menjaga kepercayaan, kualitas, kehalalan, dan keberkahan dalam proses usaha.
Conceptualizing a Maqāṣid al-Sharī‘ah -Based Pricing Model for Commercial Chicken Eggs in Sidenreng Rappang Regency Andi Sawe Ri Esso; Muslimin Kara; Irwan Misbach; Nasrullah Bin Sapa; Mukhtar Lutfi; Amiruddin Amiruddin; Sumarlin Sumarlin
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v7i5.518

Abstract

This study aims to construct a concept for pricing commercial chicken eggs based on Maqāṣid Asy-Syarī‘ah (the objectives of Islamic law) in Sidenreng Rappang Regency. It employs a qualitative approach oriented towards concept building. Data were gathered through in-depth interviews, observation, and documentation, involving poultry farmers, traders/collectors, government officials, religious scholars, academics, and the general public/consumers. Data analysis was conducted thematically using NVivo software, proceeding through stages of open coding, category grouping, axial coding, selective coding, theme formation, triangulation, and concept integration. The results indicate that commercial chicken egg pricing is an economic and institutional process influenced by production and market conditions, price ranges serving as reference and coordination instruments, the role of government, information access, participation, bargaining power, and negotiations among marketing actors. The findings also reveal disparities in bargaining power and participation levels among actors, particularly the limited direct involvement of small-scale farmers in price discussions. From the perspective of Maqāṣid Asy-Syarī‘ah, the constructed pricing concept is guided by the principles of al-‘adl (justice), ḥifẓ al-māl (protection of wealth), and al-maṣlaḥah (public interest/welfare). The resulting concept emphasizes a pricing process that is participatory, transparent, balanced, and non-detrimental, while supporting the protection of wealth and the business sustainability of all parties involved. These findings offer a conceptual contribution to the development of more inclusive and welfare-oriented pricing mechanisms for livestock commodities.