Muslimin Kara
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Bertahan Warung Bakso Mas Bargo Solo di Kota Makassar dalam Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok: Perspektif Ekonomi Islam Nuratikah Nuratikah; Mukhtar Lutfi; Abdul Wahid Haddade; Muslimin Kara; Umar Sulaiman
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.21301

Abstract

Kenaikan harga bahan pokok menjadi salah satu tekanan utama bagi keberlangsungan usaha kuliner skala kecil karena secara langsung meningkatkan biaya produksi dan mempersempit margin keuntungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bertahan yang diterapkan Warung Bakso Mas Bargo Solo di Makassar dalam menghadapi kenaikan harga bahan pokok serta menelaah praktik tersebut dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga daging sapi, tepung, minyak goreng, cabai, dan gas elpiji meningkatkan biaya operasional, menekan margin keuntungan, serta memengaruhi daya beli konsumen. Dalam menghadapi kondisi tersebut, pelaku usaha menerapkan strategi adaptif berupa efisiensi penggunaan bahan baku, pengelolaan keuangan secara lebih hati-hati, pemeliharaan kualitas produk dan pelayanan, inovasi menu, penguatan hubungan dengan pelanggan dan pemasok, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Strategi tersebut juga dijalankan dengan mempertahankan prinsip kejujuran, amanah, kesabaran, dan kehalalan dalam aktivitas usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi bertahan usaha tidak hanya dibentuk oleh pertimbangan efisiensi ekonomi, tetapi juga oleh nilai etika dan spiritual yang memengaruhi cara pelaku usaha merespons tekanan pasar. Dalam perspektif ekonomi Islam, keberlangsungan usaha dipahami bukan semata-mata sebagai kemampuan mempertahankan keuntungan, tetapi juga sebagai upaya menjaga kepercayaan, kualitas, kehalalan, dan keberkahan dalam proses usaha.