Lenny Utama Afriyenti
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konsep Diri terhadap Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Siswa di SMA X di Kabupaten Bekasi Eliza Agustina; Lenny Utama Afriyenti; Rizma Afian Azhiim
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.339

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami siswa SMA dan diduga dipengaruhi oleh konsep diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsep diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum serta kontribusi setiap dimensi konsep diri pada siswa kelas X dan XI SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal terhadap 289 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda metode stepwise. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan berbicara di depan umum. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa dimensi penyesuaian emosional, kejujuran, dan pemenuhan diri berpengaruh signifikan, sedangkan dimensi otonomi tidak berpengaruh signifikan.
Hubungan Social Support dengan Quarter Life Crisis Pada Perempuan dalam Fase Emerging Adulthood Nursyaniah Siregar; Lenny Utama Afriyenti; Rizma Afian Azhiim
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.373

Abstract

Quarter life crisis merupakan kondisi psikologis yang umum dialami individu pada fase emerging adulthood, ditandai dengan kebingungan dalam menentukan arah hidup, kecemasan terhadap masa depan, serta tekanan dalam memenuhi tuntutan perkembangan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam membantu individu menghadapi kondisi tersebut adalah social support. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social support dengan quarter life crisis pada perempuan dalam fase emerging adulthood. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan melibatkan 116 perempuan berusia 18–25 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Quarter Life Crisis Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara social support dengan quarter life crisis (r = -0,108; p = 0,249). Selain itu, tingkat social support responden berada pada kategori tinggi, sedangkan tingkat quarter life crisis berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa social support bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi quarter life crisis pada perempuan dalam fase emerging adulthood. Faktor-faktor lain, seperti karakteristik individu, kondisi psikologis, pengalaman hidup, maupun faktor lingkungan, diduga turut berkontribusi terhadap munculnya quarter life crisis. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel lain yang berpotensi memengaruhi quarter life crisis sehingga diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang berperan dalam proses transisi menuju dewasa.
Gambaran Psychological Well-Being pada Komunitas Lari GBK di Jakarta Ivan Maulana Ibrahim; Lenny Utama Afriyenti; Rizma Afian Azhiim
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada komunitas lari GBK di Jakarta. Psychological well-being merupakan kondisi individu yang mampu berfungsi secara optimal dalam kehidupannya, yang ditandai dengan kemampuan menerima diri, menjalin hubungan positif dengan orang lain, memiliki kemandirian, mengelola lingkungan, memiliki tujuan hidup, serta terus mengembangkan potensi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 303 anggota komunitas lari GBK di Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Ryff Psychological Well-being Scale. Analisis data meliputi statistic deskriptif, uji normalitas, kategorisasi penelitian, dan uji hipotesis dengan One Sample Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat psychological well-being pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 91%. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai V = 46.010 dengan p < 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa Tingkat psychological well-being pada komunitas lari GBK di Jakarta berada pada kategori secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa anggota komunitas lari GBK di Jakarta memiliki psychological well-being yang sangat baik. Oleh karena itu, keterlibatan dalam komunitas lari diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai salah satu upaya mendukung Kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anggota komunitas lari GBK di Jakarta.