Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konsep Diri terhadap Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Siswa di SMA X di Kabupaten Bekasi Eliza Agustina; Lenny Utama Afriyenti; Rizma Afian Azhiim
Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
Publisher : Inovan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/orbit.v2i4.339

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami siswa SMA dan diduga dipengaruhi oleh konsep diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsep diri terhadap kecemasan berbicara di depan umum serta kontribusi setiap dimensi konsep diri pada siswa kelas X dan XI SMAN 1 Setu Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal terhadap 289 siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan regresi linear berganda metode stepwise. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan berbicara di depan umum. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa dimensi penyesuaian emosional, kejujuran, dan pemenuhan diri berpengaruh signifikan, sedangkan dimensi otonomi tidak berpengaruh signifikan.
Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus Eliza Agustina; Sahrul Layali; Helta Puspasari; Ghina Rizkirabbani Labibah; Sandra Adetya
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i1.569

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.