Suratno Martodiryo
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DISTRIBUSI DAN PROYEKSI KEBUTUHAN GURU SMA NEGERI DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2026-2030 Rabiatul Rabiatul; Suratno Martodiryo; Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang; Maulana Rizky; Muhammad Rahmattullah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.10342

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi terkini dan distribusi guru serta memproyeksikan kebutuhan guru di sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) di Kota Banjarmasin untuk periode 2026-2030. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penduduk berusia 16-18 tahun, yang belum didukung secara optimal oleh kapasitas layanan pendidikan, sebagaimana dari terbatasnya jumlah kelas, kebutuhan sekolah tambahan, serta ketidakseimbangan distribusi guru di berbagai mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data sekunder diperoleh dari Dapodik, EMIS, dan Disdukcapil Kota Banjarmasin serta Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin. Teknik analisis data meliputi analisis kapasitas layanan pendidikan, perhitungan Angka Partisipasi Kasar (APK), proyeksi jumlah penduduk dan siswa, analisis kebutuhan rombongan belajar dan sekolah berdasarkan rasio ideal, serta analisis kebutuhan guru dengan mempertimbangkan beban mengajar dan data pensiun guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia 16-18 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2025 dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,54%. APK juga mengalami peningkatan hingga 90,97% pada tahun 2025, namun tingkat keterlayanan pendidikan justru menunjukkan penurunan dari 83,9% menjadi 82,9%. Kondisi eksisting menunjukkan adanya kesenjangan rombongan belajar dan kebutuhan sekolah yang semakin meningkat setiap tahun. Selain itu, distribusi guru pada SMA Negeri di Kota Banjarmasin belum merata antar mata pelajaran, sehingga terdapat mata pelajaran yang mengalami kekurangan guru meskipun secara total jumlah guru relatif mencukupi. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan guru akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah peserta didik dan adanya guru yang memasuki masa pensiun pada periode 2026-2030. Dengan demikian, diperlukan perencanaan kebutuhan guru yang berbasis data proyeksi untuk mewujudkan pemerataan distribusi guru serta keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga pendidik.
Analisis rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita sebagai pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tabalong Tania Azahrah Salsa Bella; Suratno Martodiryo; Melly Agustina Permatasari; Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v13n3.p225-233

Abstract

This study examines the Human Development Index (HDI) as a primary indicator of human development quality, focusing on two core indicators: average years of schooling and per capita expenditure. It analyzes the comparison of these two indicators in Tabalong Regency during the period from 2012 to 2023, while taking into account income inequality as measured by the Gini Ratio and HDI classifications. A quantitative descriptive-comparative approach was employed. The data used is time series data from 2012 to 2023, consisting of secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Tabalong Regency. Data analysis was conducted using descriptive statistics and Independent t-Test with the assistance of IBM SPSS 25. The findings indicate that income inequality does not directly affect educational attainment or per capita expenditure, as reflected in these two indicators. Conversely, regions with higher HDI tend to show improvements in both average years of schooling and per capita expenditure. This study highlights the importance of integrated policy approaches in education, economic growth, and public health to promote inclusive and sustainable human development.