Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

English Listening as a Digital Literacy Practice: An Analysis of EFL Students' Informal Listening Habits in Indonesia Nur Istiqamah; Moh Masduki; Abas Wismoyo Hernawan
Kutubkhanah Vol. 25 No. 2 (2025): Juli - December
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the informal listening habits of EFL students in Indonesia through the lens of digital literacy. Employing a descriptive quantitative survey method with 156 students from various academic programs, it investigates the types of content selected, underlying motivations, self-regulation strategies, and perceived affective impacts. The findings reveal that music, YouTube vlogs, and podcasts are the most frequently consumed content, primarily accessed via YouTube, Spotify, and TikTok. Content selection is driven by personal interest, entertainment, and convenience, consistent with Uses and Gratifications theory. From a digital literacy perspective, students are not merely passive consumers but active agents negotiating their linguistic identities through engagement with global content. The study concludes that informal listening is not simply a recreational activity but an integral component of the language learning ecosystem in the digital age. A key practical implication is the need to integrate informal listening practices into English language learning in Indonesia to make the curriculum more relevant to the realities of the digital generation living within a global media ecosystem.
Pelatihan Content Creator Sejarah untuk Meningkatkan Literasi Sejarah Lokal Generasi Muda di Era Digital Kaksim; Mami Nofrianti; Muhammad Soim; Abas Wismoyo Hernawan; Ferry Saputra; Deka Putra; Martin Kustati; Nelmawarni
MENARA RIAU Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah melalui pelatihan content creator berbasis media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Service Learning sebagai model pemberdayaan generasi muda dalam meningkatkan literasi sejarah lokal melalui pemanfaatan media digital dengan melibatkan 33 mahasiswa sejarah. Pendekatan Service Learning dipilih karena mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik, pengalaman langsung di lapangan, refleksi kritis, dan kontribusi nyata kepada Masyarakat. Tahap pelaksanaan meliputi pelatihan literasi sejarah digital, observasi langsung pada situs sejarah Islam di Ulakan Pariaman, praktik produksi video, hingga publikasi konten pada media sosial. Hasil evaluasi berdasarkan observasi kegiatan, refleksi peserta, dan penilaian produk menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi sumber sejarah yang kredibel, menyusun alur cerita sejarah secara lebih komunikatif, serta mengembangkan keterampilan produksi konten digital. Luaran kegiatan berupa konten video sejarah lokal yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk implementasi public history dan digital history. Dengan demikian, pelatihan content creator sejarah berbasis Service Learning dapat menjadi model penguatan literasi sejarah lokal yang relevan dengan karakteristik generasi muda pada era digital. Kata kunci: content creator, digitalisasi, generasi muda, literasi sejarah