Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Miniatur Masyarakat Madani (Perspektif Pengembangan Masyarakat Islam) Muhammad Soim
Jurnal Dakwah Risalah Vol 26, No 1 (2015): March 2015
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jdr.v26i1.1211

Abstract

Momentum kebangkitan Nasional yang kini diperingati oleh bangsa Indonesia telah didahului dengan sebuah gerakan, yaitu gerakan reformasi. Paling tidak dapat diidentifikasi bahwa suatu kebangkitan dapat diwujudkan apabila dalam masyarakat telah tumbuh sifat dan sikap kemandirian, keterbukaan atau transparansi dan adanya daya saing atau sikap kompetetif yang sehat. Al-Qur’an telah mewariskan rambu-rambu tersebut sebagai identitas dari masyarakat Islam, terutama yang termaktub dalam surat Al-Hujarat, diantaranya hendaklah masyarakat memiliki landasan spiritual, menghargai persamaan, lemah lembut dan sabar, waspada terhadap issu, serta ishlah dengan adil.
Pelatihan Content Creator Sejarah untuk Meningkatkan Literasi Sejarah Lokal Generasi Muda di Era Digital Kaksim; Mami Nofrianti; Muhammad Soim; Abas Wismoyo Hernawan; Ferry Saputra; Deka Putra; Martin Kustati; Nelmawarni
MENARA RIAU Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sejarah melalui pelatihan content creator berbasis media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Service Learning sebagai model pemberdayaan generasi muda dalam meningkatkan literasi sejarah lokal melalui pemanfaatan media digital dengan melibatkan 33 mahasiswa sejarah. Pendekatan Service Learning dipilih karena mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik, pengalaman langsung di lapangan, refleksi kritis, dan kontribusi nyata kepada Masyarakat. Tahap pelaksanaan meliputi pelatihan literasi sejarah digital, observasi langsung pada situs sejarah Islam di Ulakan Pariaman, praktik produksi video, hingga publikasi konten pada media sosial. Hasil evaluasi berdasarkan observasi kegiatan, refleksi peserta, dan penilaian produk menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi sumber sejarah yang kredibel, menyusun alur cerita sejarah secara lebih komunikatif, serta mengembangkan keterampilan produksi konten digital. Luaran kegiatan berupa konten video sejarah lokal yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai bentuk implementasi public history dan digital history. Dengan demikian, pelatihan content creator sejarah berbasis Service Learning dapat menjadi model penguatan literasi sejarah lokal yang relevan dengan karakteristik generasi muda pada era digital. Kata kunci: content creator, digitalisasi, generasi muda, literasi sejarah