Muhammad Luthfi Akmal
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Proyek IPAS Berbasis Potensi Lahan Basah untuk Pengembangan Keterampilan Berpikir Kreatif dan Lifeskill Kewirausahaan Guru SMA Ikhwan Khairu Sadiqin; Yudha Irhasyuarna; Fahmi Fahmi; M. Muslim; Pangestu Pradana Hardiawanto; Akhmad Zulkarnain; Muhammad Luthfi Akmal; Muhammad Fajar
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): In Process
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v3i2.370

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengatasi permasalahan kurangnya kompetensi guru SMA di Kabupaten Barito Kuala dalam merancang dan mengimplementasikan proyek IPAS terintegrasi berbasis lahan basah. Program ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan lifeskill berwirausaha siswa melalui pendampingan guru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahapan: (1) Sosialisasi program kepada Dinas Pendidikan dan guru; (2) Pelatihan intensif selama dua minggu mengenai konsep IPAS berbasis proyek, teknik berpikir kreatif, dan integrasi kewirausahaan; (3) Penerapan teknologi melalui platform daring, modul digital, dan video tutorial; (4) Pendampingan intensif untuk perancangan proposal dan implementasi proyek; serta (5) Evaluasi dan keberlanjutan program melalui pembentukan Komunitas Belajar Guru (KBG). Pelatihan ini berfokus pada tiga proyek utama berbasis potensi lokal, yaitu pembuatan ekoenzim, sabun cuci piring, dan pakasam. Hasil kegiatan menunjukkan terlaksananya seluruh tahapan dan partisipasi aktif guru, yang berpuncak pada pameran hasil karya proyek siswa. Program ini berhasil memberikan panduan bagi guru dalam mengintegrasikan potensi lahan basah ke dalam pembelajaran IPAS yang bermakna.
HUBUNGAN PENGETAHUAN ALAM MENGENAI MATERI ATOM DENGAN ILMU AL-QUR’AN Alya Ajrina; Alya Nurul Latifah; Annisa Nur Ramadha; Bahjah; Levia Raheesa; Muhammad Luthfi Akmal; Nur Halizah; Ridha Dwi Kurnianti
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2023): Maret: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i2.77

Abstract

Atom adalah komponen terkecil dari unsur kimia yang tidak dapat diubah secara kimia. Dalam hal ini diartikan bahwa melalui reaksi dengan asam atau basa atau akibat temperatur yang sedang, atom-atom hanya sedikit berubah derajat ionisasinya. Al-Qur’an disebut juga al-Kitab, adalah wahyu-wahyu yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, dengan perantaraan Malaikat Jibril, untuk disampaikan kepada manusia.Kumpulan dari semua wahyu itu, yang berjumlah menurut perhitungan yang umum 6.236 ayat, terdiri atas 114 surah, diturunkan dalam dua masa. atom yang dianalogikan sebagai debu yang memiliki susunan partikel yang dapat membentuk suatu debu, maka kata dzarrah yang dikenal dengan atom pada saat ini diera yang modern bahwa atom itu tersusun dari partikel yang ada didalamnya. Dimana susunan partikel tersebut meliputi proton, electron serta neutron. Atom dalam perspektif sains dan AL-Qur’an yang mana makna dari kata dzarrah terlebih dahulu dianggap sebatas debu, semut dan lain sebagainya. Atom tersusun dari partikel yang memiliki muatan positif serta partikel yang memiliki muatan yang negative. Atom masih bisa dibagi lagi yakni proton, electron serta neutron, neutron adalah pembentuk atom yang terletak didalam inti atom dan bermuatan netral, proton merupakan partikel pembentuk atom yang terletak di dalam inti atom dan bermuatan positif serta electron merupakan partikel pembentuk atom yang terletak diluar inti atom dan bermuatan negative. Ada partikel terkecil selain dari pada proton, elektron serta neutron sebagai penyusun atom, bahwa proton dan neutron tersusun oleh quark dimana quark saling mengikat satu sama lain dengan kuat maka dapat diartikan bahwa partikel quarklah yang dianggap sebagai partikel yang tidak bisa dibagi-bagi lagi sampai kepada tingkatan yang terkecil.