Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengatasi permasalahan kurangnya kompetensi guru SMA di Kabupaten Barito Kuala dalam merancang dan mengimplementasikan proyek IPAS terintegrasi berbasis lahan basah. Program ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan lifeskill berwirausaha siswa melalui pendampingan guru. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahapan: (1) Sosialisasi program kepada Dinas Pendidikan dan guru; (2) Pelatihan intensif selama dua minggu mengenai konsep IPAS berbasis proyek, teknik berpikir kreatif, dan integrasi kewirausahaan; (3) Penerapan teknologi melalui platform daring, modul digital, dan video tutorial; (4) Pendampingan intensif untuk perancangan proposal dan implementasi proyek; serta (5) Evaluasi dan keberlanjutan program melalui pembentukan Komunitas Belajar Guru (KBG). Pelatihan ini berfokus pada tiga proyek utama berbasis potensi lokal, yaitu pembuatan ekoenzim, sabun cuci piring, dan pakasam. Hasil kegiatan menunjukkan terlaksananya seluruh tahapan dan partisipasi aktif guru, yang berpuncak pada pameran hasil karya proyek siswa. Program ini berhasil memberikan panduan bagi guru dalam mengintegrasikan potensi lahan basah ke dalam pembelajaran IPAS yang bermakna.
Copyrights © 2025