Irwan
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Musik Gong Kecitang Sebagai Pengiring Tari Kejei Curup, Rejang Lebong: Kajian Musikologis Terhadap Fungsi Dan Peran Musikal Anindita Oriana; Wilma Sriwulan; Irwan; Yon Hendri; Vindo Alhamda Putra
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1330

Abstract

Abstrak Musik Gong Kecitang merupakan ansambel tradisional yang menjadi bagian integral pertunjukan Tari Kejei masyarakat Rejang di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Keberadaannya berfungsi sebagai pengiring tari dan memiliki struktur musikal, fungsi, serta peran yang membentuk kesatuan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur musikal, fungsi, dan peran Gong Kecitang dalam pengiring Tari Kejei. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dalam perspektif musikologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi audio-visual, dan studi pustaka. Analisis dilakukan terhadap unsur struktur penyajian, ritme, tempo, dinamika, fungsi instrumen, dan hubungan musik dengan gerak tari. Hasil penelitian menunjukkan struktur musikal Gong Kecitang terdiri atas empat bagian: Sambei Pangela, Ombak Laut, Burung Lanting, dan Siamang di Balik Bukit. Setiap bagian memiliki karakter musikal berbeda dan membentuk kesatuan pertunjukan. Ansambel terdiri atas kelintang, gong, redap, dan krilu. Kelintang sebagai pembawa ritme utama dan pengatur tempo, gong sebagai penanda struktur, redap sebagai penguat ritme, dan krilu sebagai pengiring vokal pembuka. Bagian Sambei Pangela dimainkan pada tempo lambat sekitar 60 bpm, sedangkan bagian inti menggunakan tempo sekitar 110 bpm secara stabil.Kajian fungsi menunjukkan Gong Kecitang memiliki fungsi ritual-sosial budaya, pengiring-komunikasi simbolik, serta hiburan-estetika. Perannya tampak dalam mengatur tempo dan pola gerak tari, menandai perpindahan bagian, membangun suasana ekspresif, serta menjembatani interaksi pemusik dan penari. Temuan juga menunjukkan musik ini mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, dan identitas budaya Rejang yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian, Gong Kecitang tidak hanya sebagai pengiring Tari Kejei, tetapi juga representasi budaya yang memperkuat keberlangsungan tradisi masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong.
ESTETIKA MUSIK TRADISI SYARAFAL ANAM PADA GRUP PERAMA DI KOTA BENGKULU Anissa Fadillah Dita; Nursyirwan; Irwan; Awerman
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.557

Abstract

Estetika dalam Syarafal Anam tercermin dari keselarasan syair yang sarat pujian kepada Nabi Muhammad SAW, ritme rebana yang dinamis dan ritmis, ekspresi vokal yang penuh penghayatan, serta suasana khusyuk yang terbangun selama pertunjukan. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan spiritual, tetapi juga ruang aktualisasi nilai nilai religius dan budaya yang diwariskan secara turun- temurun oleh masyarakat Lembak. Penelitian ini mengkaji estetika musik tradisional Syarafal Anam pada grup PERAMA (Perkumpulan Rebana Panorama) di Kota Bengkulu, yang merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat suku Lembak. Fokus utama penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur musikal, makna, dan bentuk penyajian dalam pertunjukan Syarafal Anam, serta menelaah persepsi keindahan dari para pelaku dan masyarakat pendukungnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan analisis musikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keindahan Syarafal Anam tidak hanya terletak pada aspek musikal, tetapi juga dalam nilai spiritual, kebersamaan, dan kekuatan tradisi yang terus dipertahankan hingga kini. Pertunjukan ini menjadi media dakwah, sarana pembelajaran sosial, serta penguat identitas budaya lokal yang melekat erat pada kehidupan masyarakat.