Iswanto
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Bioinsektisida dari Campuran Lindi Sampah Organik Rumah Tangga dan Rebusan Daun Serai Wangi Terhadap Kematian Kutu Daun (Aphidoidea) Pada Sawi Hijau (Brassica Juncea) Ahmad Taufiiqulhakiim; Sri Puji Ganefati; Iswanto; Sugianto
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1463

Abstract

Kutu daun (Aphidoidea) merupakan hama utama pada tanaman sawi hijau (Brassica juncea) yang dapat menurunkan kualitas dan produktivitas tanaman. Penggunaan pestisida sintetis secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas bioinsektisida berbahan dasar lindi sampah organik rumah tangga dan larutan daun serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap mortalitas kutu daun serta menentukan nilai Lethal Concentration 50 (LC₅₀), yaitu konsentrasi yang mampu menyebabkan kematian 50% populasi uji. Penelitian menggunakan rancangan post-test only control group dengan enam tingkat konsentrasi (30%, 35%, 40%, 45%, 50%, dan 55%) dan empat ulangan, sehingga total sampel sebanyak 480 ekor kutu daun. Data dianalisis menggunakan uji Probit. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi bioinsektisida meningkatkan mortalitas kutu daun secara berturut-turut sebesar 20%, 28,75%, 45%, 55%, 75%, dan 86,25%. Analisis Probit menghasilkan nilai LC₅₀ sebesar 45,503%, sedangkan uji Pearson Goodness of Fit sebesar 5,569 dengan nilai signifikansi 1,000 menunjukkan model sesuai dengan data penelitian. Bioinsektisida berbahan lindi sampah organik rumah tangga dan daun serai wangi berpotensi menjadi alternatif pengendalian kutu daun yang efektif dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Kepok Dengan Berbagai Variasi Perbandingan Dalam Pengomposan Sampah Organik Fadelia Sabrina Putri Cantika; Iswanto; Adib Suyanto; Tri Mulyaningsih
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1497

Abstract

Limbah kulit pisang kepok dari Kelompok Wanita Tani Suka Maju belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu upaya pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi kompos karena mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi penambahan limbah kulit pisang kepok dalam pengomposan sampah organik terhadap kadar nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta lama waktu pembentukan kompos. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan Post Test Only with Control Group yang terdiri atas tiga perlakuan (40%, 50%, dan 60% limbah kulit pisang kepok) serta satu kelompok kontrol (0%), masing-masing dengan enam kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi penambahan limbah kulit pisang kepok berpengaruh signifikan terhadap kadar N, P, dan K berdasarkan uji Multivariate Analysis of Variance dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Perlakuan penambahan 40% menghasilkan waktu kematangan kompos tercepat, sedangkan perlakuan 60% menghasilkan kadar N, P, dan K tertinggi. Seluruh kompos yang dihasilkan memenuhi persyaratan mutu berdasarkan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas kompos sekaligus mengurangi timbulan limbah organik.