Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Simulasi Mitigasi Bencana bagi Siswa SMP Negeri 8 Blang Pulo Deassy Siska; Azhari; Sofyan; Muhammad Haykal; Yenny Novianti; Khalsiah
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25249

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berada pada wilayah tektonik paling aktif di dunia sehingga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Wilayah pesisir seperti Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe termasuk dalam kawasan yang berisiko tinggi terhadap kedua jenis bencana tersebut. Kondisi ini menuntut masyarakat dan lingkungan sekolah di sekitar kawasan tersebut untuk memiliki pemahaman serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat, tim dosen Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Simulasi Mitigasi Bencana pada Siswa SMP Negeri 8 Blang Pulo Kecamatan Muara Satu – Lhokseumawe.” Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa serta guru dalam menghadapi situasi darurat bencana gempa bumi melalui sosialisasi dan simulasi lapangan. Metode kegiatan meliputi ceramah edukatif, tanya jawab interaktif, serta simulasi evakuasi gempa bumi yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa pendamping dari UKM SAR Unimal. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan penandatanganan MoA antara Universitas Malikussaleh dan pihak sekolah, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang langkah-langkah penyelamatan diri, serta latihan evakuasi menuju titik kumpul aman di halaman sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap prosedur tanggap darurat. Guru juga memperoleh tambahan pengetahuan dalam pengintegrasian materi kebencanaan ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak sosial dan edukatif yang nyata berupa terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta terjalinnya kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat sekitar. Diharapkan program ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan menuju terbentuknya “Sekolah Tangguh Bencana” di wilayah pesisir Lhokseumawe. Kata kunci: mitigasi bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, siswa SMP, pengabdian masyarakat
Peningkatan Keterampilan Pekerja Konstruksi Desa Paya Gaboh Melalui Pelatihan Pemasangan Keramik Sesuai dengan SNI: Pendekatan Partisipatif Berbasis Pelatihan Vokasional pada Tenaga Kerja Lokal David Sarana; Nura Usrina; Muhammad Fikry; Sofyan; Syibral Malasyi; Rizal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Juli 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i3.27126

Abstract

Desa Paya Gaboh di Kabupaten Aceh Utara memiliki tenaga kerja konstruksi lokal yang keterampilannya diperoleh secara turun-temurun tanpa mengacu pada standar baku, sehingga mutu pemasangan keramik belum optimal. Permasalahan yang ditemukan meliputi permukaan keramik tidak rata, nat tidak sejajar, dan efisiensi kerja rendah, yang berdampak pada pemborosan bahan dan biaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pekerja melalui pelatihan pemasangan keramik berdasarkan Standar Nasional Indonesia Nomor 7395 Tahun 2008. Metode yang digunakan adalah partisipatif-edukatif dengan pendekatan hands-on training, meliputi observasi, penyusunan materi aplikatif, pelatihan teknis (persiapan permukaan, pemotongan, perataan, pengisian nat), penggunaan teknologi tepat guna seperti tile cutter, waterpass, dan benang ukur, serta evaluasi hasil pekerjaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memasang keramik secara rapi dan presisi sesuai standar mutu, serta tumbuhnya kepercayaan diri tenaga kerja lokal. Dampak kegiatan ini antara lain terbukanya peluang kerja yang lebih luas, peningkatan pendapatan masyarakat, dan terjalinnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah desa dengan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat. Luaran yang diperoleh berupa modul pelatihan pemasangan keramik dan terbentuknya kelompok tukang terlatih di tingkat desa yang mampu menerapkan keterampilan secara mandiri.