p-Index From 2021 - 2026
0.882
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scaffolding
Sucipto
Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Keterampilan Critical Thinking, Communication, Collaboration, and Creativity (4C) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Elemen Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Di Smk Negeri 2 Kendal Angelia Nilam Soraya; Sri Handayani; Sucipto
Scaffolding Vol. 13 No. 2 (2024): Scaffolding
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scaffolding.v13i2.7774

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Keterampilan Critical Thinking, Communication, Collaboration, And Creativity (4C) dengan penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (2) Untuk Mengetahui Bagaimana Hasil Belajar Siswa dengan penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (3) Untuk Mengetahui Pengaruh Keterampilan Critical Thinking, Communication, Collaboration, And Creativity (4C) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Elemen Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Penelitian ini merupakan penelitian survey/asosiatif dengan jenis pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan software SPSS 25.0. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 64 responden siswa kelas XI SMK N 2 Kendal. Metode pengumpulan data menggunakan 2 metode yaitu metode lembar tes siswa dan metode observasi keterampilan 4C. Pada penelitian ini memiliki sumbangan pengaruh sebesar 89% dan memiliki persamaan regresi linier sederhana yakni Y = 36.857 + 0.552X. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Keterampilan critical thinking, communication, collaboration, and creativity (4C) siswa kelas XI pada elemen PKKWU dengan penerapan model pembelajaran project based learning menghasilkan nilai yang baik; (2) Hasil belajar siswa kelas XI pada elemen PKKWU dengan menerapkan model pembelajaran project based learning sudah menghasilkan nilai yang baik; (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara keterampilan critical thinking, communication, collaboration, and creativity (4C) terhadap hasil belajar siswa elemen PKKWU di SMK N 2 Kendal. Dimana jika siswa mendapatkan nilai yang baik pada keterampilan 4C maka hasil belajar pada elemen produk kreatif dan kewirausahaannya baik juga.
Pembuatan E-Modul Autodesk Revit Kelas Xi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 3 Semarang Asysyafa Mustofa; Aris Widodo; Sucipto
Scaffolding Vol. 13 No. 2 (2024): Scaffolding
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scaffolding.v13i2.8094

Abstract

Materi autodesk revit merupakan salah satu materi yang diajarkan pada elemen pembelajaran Building Information Modelling (BIM) di SMK Negeri 3 Semarang. Tetapi dikarenakan tidak adanya media pembelajaran untuk siswa sehingga menyebabkan kendala selama kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu perlu dibuatnya media pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam mempelajari materi autodesk revit. Tujuan penelitian yaitu : (1) Mengetahui kelayakan media pembelajaran modul Autodesk Revit pada elemen pembelajaran Building Information Modelling (BIM) sebagai penunjang kegiatan pembelajaran menurut ahli materi dan ahli media. (2) Mengetahui pendapat siswa terhadap media pembelajaran modul Autodesk Revit pada elemen pembelajaran Building Information Modelling (BIM) sebagai penunjang kegiatan pembelajaran siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI yang telah/sedang mengikuti elemen pembelajaran Building Information Modelling (BIM) di SMK Negeri 3 Semarang dengan sampel sebanyak 36 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket/kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Modul autodesk revit dari ahli materi mendapatkan persentase sebesar 97% dengan kategori sangat layak dan dari ahli media mendapatkan persentase sebesar 97% dengan kategori sangat layak layak. (2) Respon kepuasan siswa terhadap modul autodesk revit mendapat persentase sebesar 91,08% dengan kategori sangat layak, maka dapat disimpulkan bahwa modul autodesk revit  diterima oleh siswa dan dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran.
Hubungan Mata Kuliah Pengenalan Lapangan Persekolahan dengan Minat menjadi Guru pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan Angkatan 2020 Universitas Negeri Semarang Alya Prastyaning Utami; Sucipto; Aris Widodo
Scaffolding Vol. 13 No. 2 (2024): Scaffolding
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scaffolding.v13i2.10690

Abstract

Pengenalan Lapangan Persekolahan adalah sebuah program yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk merasakan menjadi seorang guru. Meskipun melalui pengenalan lapangan persekolahan mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang profesi guru, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Pengalaman langsung di lapangan mengungkapkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kesulitan dalam praktik mengajar. Sedangkan minat mahasiswa untuk memilih profesi guru muncul dari proses pengenalan terhadap peran guru, yang menghasilkan perasaan terkait profesi tersebut dan memicu keinginan dalam diri mereka untuk menjadi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari tau apakah ada hubungan yang signifikan antara mata kuliah pengenalan lapangan persekolahan dengan minat menjadi guru serta mencari tau berapa banyak mahasiswa yang berminat menjadi guru setelah melaksanakan pengenalan lapangan persekolahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dimana hal tersebut berlandaskan dua variable yang saling berhubungan didalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis korelasi, kemudian uji-t digunakan untuk mengambil keputusan terhadap hipotesis. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mata kuliah pengenalan lapangan persekolahan dengan minat menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang angkatan 2020. Dan lebih dari 50% mahasiswa cenderung memiliki minat untuk menjadi guru. Pengalaman dan pemahan mengenai profesi guru yang didapatkan selama kegiatan pengenalan lapangan persekolahan ternyata memiliki hubungan yang cukup signifikan terhadap minat mahasiswa untuk dapat menjadi seorang guru.
Pengaruh Penggunaan Jobsheet terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Materi Waterpass di Kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 5 Semarang Rizqiana Agista Puspasari; Tugino; Sucipto; Nurul Yuhanafia
Scaffolding Vol. 13 No. 2 (2024): Scaffolding
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scaffolding.v13i2.10691

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh serta efektivitas penggunaan jobsheet terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi waterpass. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 5 Semarang yang mengikuti mata pelajaran Teknik Pengukuran Tanah sebanyak 107 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 71 siswa. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test berupa soal objektif yang telah di uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, nilai rata-rata post-test kelas eksperimen sebesar 80,95 dan nilai rata-rata post-test kelas kontrol sebesar 60,56.  Dengan analisis uji independent sample t-test diperoleh thitung 7,576 > ttabel 1,667 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, hasil penelitian menggunakan perhitungan N-Gain pada kelas eksperimen yang menggunakan media jobsheet diperoleh persentase sebesar 51,99% yang termasuk ke dalam kategori kurang efektif dan perhitungan N-Gain pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media jobsheet diperoleh sebesar (-6,93%) yang termasuk ke dalam kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan jobsheet memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa, namun media tersebut masih tergolong kurang efektif digunakan pada pembelajaran praktik waterpass di kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 5 Semarang.
Pengaruh Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas 10 DPIB pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Desain Permodelan dan Informasi Bangunan di SMK N 3 Semarang Juliana Savitri; Virgiawan Adi Kristianto; Sucipto
Scaffolding Vol. 14 No. 2 (2025): Scaffolding
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scaffolding.v14i2.49468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Desain Permodelan dan Informasi Bangunan, khususnya dalam materi gambar teknik kelas 10 di SMK Negeri 3 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes berupa soal HOTS dan dokumentasi nilai rapor. Instrumen soal HOTS disusun berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi yang mencakup tiga indikator utama yaitu menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), mencipta (C6), dengan total 20 butir soal berbentuk pilihan ganda dan uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang dalam pencapaian kemampuan HOTS (65,7%) maupun hasil belajar (66,7%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara HOTS dan hasil belajar siswa, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,532 dan signifikansi p = 0,000 (< 0,05). Hasil regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kontribusi HOTS terhadap hasil belajar mencapai 28,3% (R2 = 0,283), yang memiliki arti bahwa peningkatan kemampuan HOTS secara nyata berkorelasi positif dengan peningkatan hasil belajar peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran berbasis HOTS dalam pembelajaran vokasi, khususnya pada materi yang menuntut keterampilan kognitif tinggi seperti gambar teknik. Penerapan HOTS dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.