Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Sediaan Parem Tradisional Untuk Luka Bengkak Febrina Nugrahini; Rini Setiawati; Maesaroh; Ahmad Bagus Mindiarto; Alya Saparinda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1002

Abstract

Peradangan dan pembengkakan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan obat tradisional berbasis tanaman lokal banyak dilakukan karena dinilai lebih aman dan mudah diperoleh. Kaempferia galanga L. (kencur) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan penyembuhan luka, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan parem tradisional untuk mengatasi pembengkakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan rimpang kencur sebagai parem tradisional, meliputi formula dasar, cara pembuatan secara teoritis, cara penggunaan, serta aspek keamanannya.Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif deskriptif melalui penyuluhan kesehatan berbasis herbal di SMA Negeri 1 Puloampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan tanpa praktik langsung, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media visual. Materi mencakup manfaat antiinflamasi kencur, pengenalan parem tradisional, formula parem kencur, serta cara penggunaan dan keamanannya.Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan rimpang kencur sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk pembengkakan. Kegiatan ini meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional secara rasional dan berbasis ilmiah.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Pada Batang Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Febrina Nugrahini; Ahmad Bagus Mindiarto; Rini Setiawati
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1003

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada tanaman obat dan diketahui memiliki aktivitas biologis yang penting, seperti antioksidan dan antiinflamasi. Tanaman pepaya (Carica papaya L.) telah banyak diteliti pada bagian daun dan buahnya, namun informasi mengenai kandungan flavonoid pada bagian batang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar total flavonoid dalam ekstrak batang pepaya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak batang pepaya memberikan respon positif terhadap flavonoid. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid total dalam ekstrak batang pepaya Adalah 6,03333±0,0002 mgQE/g ekstrak atau 0,6033±0,0002 % b/b. Analisis kuantitatif dapat ditentukan secara akurat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan dinyatakan sebagai ekuivalen kuersetin. Hasil ini mengindikasikan bahwa batang pepaya berpotensi sebagai sumber flavonoid dan metode spektrofotometri UV-Vis merupakan metode yang sederhana, cepat, dan efektif untuk penetapan flavonoid total pada bahan alam.
Learning, Observing, and Practicing: Interactive Video-Based Education on Healthy Lifestyles and Handwashing Practices among Fifth-Grade Students at SDN Kubang Kemanisan, Serang Ade Rahayu Prihartini; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Ahmad Bagus Mindiarto
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i3.750

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan kesehatan sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa kelas V mengenai PHBS, dengan penekanan pada Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kegiatan dilaksanakan di SDN Kubang Kemanisan, Serang, dengan 29 siswa kelas V. Tahap persiapan berlangsung pada 13–18 Juli 2026 meliputi koordinasi, penyusunan materi, pemilihan video interaktif, penyiapan media, dan pembagian tugas tim. Pelaksanaan dan evaluasi dilakukan pada 20 Juli 2026 melalui edukasi partisipatif menggunakan video interaktif, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung cuci tangan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana untuk mengidentifikasi pemahaman siswa, disertai observasi keterlibatan dan praktik. Pada pretest, 6 dari 29 siswa (20,7%) dikategorikan paham, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 27 siswa (93,1%). Dengan demikian, terdapat kenaikan 21 siswa atau 72,4 poin persentase pada proporsi siswa yang paham. Dokumentasi kegiatan juga menunjukkan siswa terlibat aktif dalam sesi diskusi, demonstrasi, dan praktik CTPS. Pendekatan audiovisual yang dipadukan dengan demonstrasi memberi pengalaman belajar konkret dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi PHBS berbasis video interaktif dan praktik langsung layak digunakan sebagai strategi promosi kesehatan sekolah. Penguatan berkelanjutan oleh guru dan ketersediaan sarana CTPS diperlukan agar pengetahuan berkembang menjadi kebiasaan.
Learning, Observing, and Practicing: Interactive Video-Based Education on Healthy Lifestyles and Handwashing Practices among Fifth-Grade Students at SDN Kubang Kemanisan, Serang Ade Rahayu Prihartini; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Ahmad Bagus Mindiarto
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v5i3.750

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) at school is an important foundation for establishing healthy habits from school age. This community service activity aimed to strengthen fifth-grade students’ understanding and skills regarding PHBS, with an emphasis on handwashing with soap. The activity was conducted at SDN Kubang Kemanisan, Serang, involving 29 fifth-grade students. Preparation was carried out on 13–18 July 2026 and included coordination, material development, selection of interactive videos, preparation of educational media, and team task allocation. Implementation and evaluation were conducted on 20 July 2026 through participatory education using interactive videos, question-and-answer sessions, demonstrations, and direct handwashing practice. Evaluation used a simple pretest and posttest to identify students’ understanding, accompanied by observation of participation and practice. At pretest, 6 of 29 students (20.7%) were categorized as understanding the material; at posttest, this increased to 27 students (93.1%), representing an increase of 21 students or 72.4 percentage points. Activity documentation also showed active participation during discussions, demonstrations, and handwashing practice. Combining audiovisual media with demonstration offers a concrete learning experience appropriate for school-aged children. This activity indicates that interactive video-based PHBS education combined with hands-on practice is feasible as a school health promotion strategy. Continuous reinforcement by teachers and adequate handwashing facilities are required to support the development of sustained habits.