Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Development of Anti-Aging Nanoparticle Cosmetic Products Based on Young Coconut Fiber Waste (Cocos Nucifera) as an Effort to Utilize Sustainable Local Materials Mokhamad Mahroji; Adi setiadi; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Arif Hidayat
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i4.2321

Abstract

The development of natural-based anti-aging cosmetic products is an important innovation in the modern cosmetics industry, prioritizing safety, effectiveness, and environmental sustainability. Young coconut fiber (Cocos nucifera) waste contains bioactive compounds such as flavonoids, tannins, lignins, and natural antioxidants that have the potential to be used as active ingredients in anti-aging cosmetics. This study aims to analyze the development of nanoparticle-based anti-aging cosmetic products from young coconut fiber waste as an effort to utilize sustainable local materials. The research method uses a laboratory experimental approach with stages of active compound extraction, nanoparticle formulation, testing the physical characteristics of the preparation, and testing the antioxidant activity and product stability. Nanoparticle technology is applied to increase the penetration of active ingredients into the skin so that anti-aging effectiveness is more optimal. The results show that young coconut fiber waste extract has high antioxidant activity and can be formulated stably in the form of cosmetic nanoparticles. The resulting preparation has a homogeneous particle size, good spreadability, a pH that meets cosmetic standards, and optimal physical stability during storage. In addition, the use of young coconut fiber waste as a cosmetic raw material provides economic added value while supporting the concept of green cosmetics and reducing organic waste based on local resources. Thus, the development of nanoparticle anti-aging cosmetics based on young coconut fiber waste has the potential to become an innovation in natural cosmetic products that are effective, environmentally friendly, and competitive in the sustainable cosmetics industry.
Edukasi Pemanfaatan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Sediaan Parem Tradisional Untuk Luka Bengkak Febrina Nugrahini; Rini Setiawati; Maesaroh; Ahmad Bagus Mindiarto; Alya Saparinda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1002

Abstract

Peradangan dan pembengkakan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan obat tradisional berbasis tanaman lokal banyak dilakukan karena dinilai lebih aman dan mudah diperoleh. Kaempferia galanga L. (kencur) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan penyembuhan luka, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan parem tradisional untuk mengatasi pembengkakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan rimpang kencur sebagai parem tradisional, meliputi formula dasar, cara pembuatan secara teoritis, cara penggunaan, serta aspek keamanannya.Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif deskriptif melalui penyuluhan kesehatan berbasis herbal di SMA Negeri 1 Puloampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan tanpa praktik langsung, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media visual. Materi mencakup manfaat antiinflamasi kencur, pengenalan parem tradisional, formula parem kencur, serta cara penggunaan dan keamanannya.Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan rimpang kencur sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk pembengkakan. Kegiatan ini meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional secara rasional dan berbasis ilmiah.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemenuhan Gizi pada Remaja di Posyandu Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak: Reproductive Health Counseling and Nutritional Fulfillment for Adolescents at the Taman Sari Integrated Health Post in the Pulomerak Community Health Center Work Area Maesaroh Maesaroh; Larasati Mallino Azzahra; Mutiara Ayu Fauji Ningsih; Ade Rahayu Prihartini; Lani Nurlita; Retno Kumalasari; Hana Nurul Khaeriyah; Cici Nurul Fauziah; Siti Isnaeni; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Sri Wahyuni; Amalia Sofana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.132

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting untuk mendukung proses pertumbumbuhan dan perkembangan. Salah satunya perubahan secara fisik yang terjadi adalah kemampuan untuk mengahadapi proses reproduksi. Peru-bahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi, Selain itu remaja harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. namun kurangnya pengetahuan remaja terkait menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi yang dapat mencegah masalah yang terkait sistem reproduksinya. Sehingga perlu dilakukannya edukasi mengenai Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan remaja. Dengan pemahaman yang baik, remaja diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi. Metode: Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, media cetak/leaflet, dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Sasarannya adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulomerak yang berjumlah 20 orang.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik nilai pre test sebanyak 35,1% peserta, nilai post test kategori baik menjadi 52%.Kesimpulan: Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat remaja.
Identifikasi Senyawa Flavonoid Pada Batang Pepaya (Carica papaya L) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Febrina Nugrahini; Ahmad Bagus Mindiarto; Rini Setiawati
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v4i1.1003

Abstract

Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada tanaman obat dan diketahui memiliki aktivitas biologis yang penting, seperti antioksidan dan antiinflamasi. Tanaman pepaya (Carica papaya L.) telah banyak diteliti pada bagian daun dan buahnya, namun informasi mengenai kandungan flavonoid pada bagian batang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar total flavonoid dalam ekstrak batang pepaya menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar kuantitatif. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa ekstrak batang pepaya memberikan respon positif terhadap flavonoid. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kadar flavonoid total dalam ekstrak batang pepaya Adalah 6,03333±0,0002 mgQE/g ekstrak atau 0,6033±0,0002 % b/b. Analisis kuantitatif dapat ditentukan secara akurat menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan dinyatakan sebagai ekuivalen kuersetin. Hasil ini mengindikasikan bahwa batang pepaya berpotensi sebagai sumber flavonoid dan metode spektrofotometri UV-Vis merupakan metode yang sederhana, cepat, dan efektif untuk penetapan flavonoid total pada bahan alam.