Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemenuhan Gizi pada Remaja di Posyandu Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak: Reproductive Health Counseling and Nutritional Fulfillment for Adolescents at the Taman Sari Integrated Health Post in the Pulomerak Community Health Center Work Area Maesaroh Maesaroh; Larasati Mallino Azzahra; Mutiara Ayu Fauji Ningsih; Ade Rahayu Prihartini; Lani Nurlita; Retno Kumalasari; Hana Nurul Khaeriyah; Cici Nurul Fauziah; Siti Isnaeni; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Sri Wahyuni; Amalia Sofana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.132

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting untuk mendukung proses pertumbumbuhan dan perkembangan. Salah satunya perubahan secara fisik yang terjadi adalah kemampuan untuk mengahadapi proses reproduksi. Peru-bahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi, Selain itu remaja harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. namun kurangnya pengetahuan remaja terkait menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi yang dapat mencegah masalah yang terkait sistem reproduksinya. Sehingga perlu dilakukannya edukasi mengenai Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan remaja. Dengan pemahaman yang baik, remaja diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi. Metode: Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, media cetak/leaflet, dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Sasarannya adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulomerak yang berjumlah 20 orang.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik nilai pre test sebanyak 35,1% peserta, nilai post test kategori baik menjadi 52%.Kesimpulan: Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat remaja.
THE EFFECTIVENESS OF MOMEDU CARE ON PREGNANCY-RELATED ANXIETY AMONG THIRD-TRIMESTER PREGNANT WOMEN Maesaroh Maesaroh; Ade Rahayu Prihartini; Siti Juariah
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/828

Abstract

Pregnancy-related anxiety is a common psychological problem experienced by women during the third trimester of pregnancy. Anxiety before childbirth may affect maternal emotional well-being and pregnancy outcomes. Digital antenatal education has recently become a potential approach to support maternal mental health through accessible and flexible health information. This study aimed to determine the effectiveness of MomEdu Care in reducing pregnancy-related anxiety among third-trimester pregnant women at Puskesmas Pulomerak. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 third-trimester pregnant women were recruited using purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2) before and after the intervention. Respondents used the MomEdu Care platform independently for two weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean anxiety score decreased from 36.63 ± 1.97 before the intervention to 29.20 ± 1.67 after the intervention. Statistical analysis showed a significant difference between pretest and posttest scores (p-value = 0.000; p < 0.05). MomEdu Care was effective in reducing pregnancy-related anxiety among third-trimester pregnant women and may serve as an accessible digital antenatal education medium in primary healthcare settings.
Hubungan Pengetahuan Siswa SMK Mitra Bakti Husada terhadap Perilaku Penggunaan Tabir Surya Elsa Rosiana; Febrina Nugrahini; Maesaroh Maesaroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9672

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menyebabkan dampak negatif, antara lain: dapat membakar kulit, kulit keriput, kulit kemerahan, kulit kusam, penuaan dini, dan dapat menyebabkan kanker kulit. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah dengan penggunaan tabir surya. Namun, kebanyakan orang khususnya remaja masih belum menyadari mengenai pentingnya penggunaan tabir surya baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, serta kurangnya pengetahuan bahwa sinar UV A dapat menembus kaca jendela dan menyebabkan efek penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan siswa SMK Mitra Bakti Husada terhadap perilaku penggunaan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SMK Mitra Bakti Husada. Teknik pengambilan data menggunakan rumus slovin dengan sampel kelas X sebanyak 72 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah teruji validitas dan realibilitasnya yang terdiri dari pertanyaan mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan tabir surya. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi square. Hasil penelitain menujukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (66,6%) dan perilaku baik (59,7%). Dari uji chi square didapatkan p-value sebanyak 0,002 (p < 0,05). Sehingga didapatkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan tabir surya pada siswa SMK Mitra Bakti Husada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa tentang tabir surya, maka semakin baik pula perilaku penggunaannya.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Program GEMAS Berbasis Edukasi dan Gotong Royong Masyarakat : Promoting Clean and Healthy Lifestyles through the GEMAS Program, Which Is Based on Education and Community Collaboration Maesaroh Maesaroh; Erna Rahmawati; Muhammad Syahid; Lima Elinda; Muhammad Zulkarnaen; Lilis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i2.177

Abstract

Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan masyarakat memerlukan pengetahuan, kemauan, kemampuan, dan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat penerapan PHBS melalui Program GEMAS (Gerakan Gotong Royong Bersama Masyarakat) yang mengintegrasikan edukasi kebersihan lingkungan dengan aksi gotong royong. Kegiatan dilaksanakan pada setiap hari Sabtu, pada tanggal 18, 25 Juli, 01 dan 08 Agustus 2026 di Kampung Cigintung RT 03/RW 05, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, dengan melibatkan 30 warga. Metode: Pendekatan partisipatif melalui koordinasi, observasi awal, edukasi PHBS, aksi pembersihan area prioritas, pemasangan media ajakan, refleksi, dan evaluasi. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, daftar hadir, serta lembar observasi kondisi lingkungan. Hasil: Evaluasi kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,3 menjadi 8,7, proporsi sikap positif meningkat dari 46,7% menjadi 86,7%, dan kesediaan mengikuti gotong royong rutin meningkat dari 43,3% menjadi 90,0%. Partisipasi aktif warga pada akhir kegiatan mencapai 83,3%. Observasi menunjukkan berkurangnya rumput liar dan sampah, membaiknya kebersihan saluran air dan fasilitas umum, serta area sasaran yang lebih rapi. Kesimpulan: Program GEMAS menjadi bentuk edukasi berbasis tindakan yang menghubungkan pemahaman PHBS dengan praktik kolektif masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan jadwal rutin, dukungan sarana, dan penguatan peran ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat.