p-Index From 2021 - 2026
0.835
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Verbal Bullying dengan Kesehatan Mental Remaja Kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya: Verbal Correlation of Bullying with the Mental Health of Teenagers Grade VIII in SMPN-9 Palangka Raya City Lidya Lidya; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11935

Abstract

Masa remaja ialah masa perubahan atau peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis. Pada periode ini terdapat risiko tinggi terjadinya kenakalan dan kekerasan pada remaja baik sebagai korban maupun sebagai pelaku dari tindakan kekerasan. Kekerasan ini disebut dengan bullying. Bullying di indonesia, baik di tingkat sekolah dasar, menengah maupun pergutuan tinggi, talah menjadi masalah yang merajalela. Untuk mengetahui hubungan verbal bullying dengan kesehatan mental remaja di SMPN-9 kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan jenis pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara verbal bullying (P value = 0,000 atau P <0,05) dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya. Verbal bullying memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental remaja. Tindakan bullying sering terjadi pada remaja karena di masa remaja sedang mengalami perkembangan emosi, sosial, psikis dan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Maka dari itu pentingnya mengetahui kesehatan mental pada remaja yang merupakan korban bullying akan dapat membantu perkembangan kesehatan mentalnya di masa dewasa untuk mencapai masa depan yang lebih baik serta mencegah mereka untuk melakukan perilaku buruk yang tidak diinginkan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya: Factors Related to the Electioniud Contraceptives in the work Area UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya City Niken Sulistiya; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11945

Abstract

Kontrasepsi adalah suatu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah metode kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) yang merupakan salah satu metode kontrasepsi non hormonal yang efektif dengan satu kali pemasangan untuk jangka waktu yang lama. Alat kontrasepsi IUD merupakan metode yang memiliki tingkat kegagalan yang sangat kecil yaitu kurang dari 1% dan disebut metode kontrasepsi yang paling efekif dalam memberi jarak kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (P value = 0,041 atau P<0,05) dan dukungan suami (P value = 0,025 atau P<0,05) dengan pemilihan IUD di Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Diharapkan dapat menambah wawasan tentang alat kontrasepsi IUD yang diperoleh dengan cara ikut dalam konseling, maupun penyuluhan tentang KB dan turut serta dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan.
Analisis Faktor Lingkungan Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di UPTD Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Analysis of Home Environmental Factors with the Incidence of ISPA in Toddlers at the UPTD of the Menteng Health Center Working Area Palangka Raya City Cindy Claudia Imur; Melisa Frisilia; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12077

Abstract

Balita menjadi kelompok yang paling berisiko terkena infeksi ISPA karena balita menghabiskan waktunya lebih banyak di dalam rumah serta daya tahan tubuh balita masih lemah dibandingkan dengan orang dewasa lingkungan fisik rumah tempat keluarga berkumpul dan berlindung tidak sehat maka berisiko besar akan menimbulkan berbagai penyakit pada balita, salah satunya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 93 responden balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square yaitu didapatkan p value yaitu 0,01 atau tingkat signisikasi p<0,05, maka ha diterima sehingga ada hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian ispa pada balita di Puskesmas Menteng kota Palangka Raya. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu menunjukan bahwa adanya hubungan antara faktor lingkungan rumah dengan kejadian ISPA pada balita di UPTD wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Saran yang diberikan yaitu dapat memperkuat landasan teoritis tentang peran lingkungan rumah dalam penularan ISPA dan membuka jalan bagi pengembangan program intervensi yang lebih efektif dalam pencegahan penyakit pernapasan pada balita.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya: Factors That Influence the Incidence of Urinary Tract Infection in Outpatient at the Urology Clinic at dr. Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya City Dhea Monica; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12079

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu penyakit infeksi yang paling umum ditemukan dalam praktik umum meskipun beragam antibiotika tersedia secara luas dipasaran. Infeksi pada organ genital dapat ditemukan dalam praktik sehari-hari dokter, mulai dari infeksi ringan yang hanya terdeteksi pada pemeriksaan urin, untuk infeksi serius yang mungkin mengancam jiwa. Untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Kuantitatif, dan jenis pendekatan survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 55 responden, yaitu pasien rawat jalan di poliklinik urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Uji chi-square menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara personal hygiene (P Value = 0,004 atau P<0,05) dengan kurang minum air putih (P Value = 0,000 atau P<0,05), sedangkan jenis kelamin (P Value = 0,076 atau P<0,05) dan kebiasaan menahan BAK (P Value = 0,159 atau P<0,05) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Terdapat memiliki pengaruh yang signifikan antara personal hygiene dengan kurang minum air putih terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan,sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan menahan buang air kecil (BAK) dan jenis kelamin dengan kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan. Diharapkan Hasil penelitian ini dapat memberi masukan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Poliklinik Urologi Rsud dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya.
Analisis Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Analysis of Lifestyle Factors Related to the Incident of Hypertension Among the Elderly in the Working Area of the Menteng Health Center Palangka Raya City Endah Oldiasari; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12080

Abstract

Kurangnya kesadaran lansia mengenai hipertensi menyebabkan sedikit dari mereka yang menerapkan kebiasaan sehat seperti menghindari konsumsi kopi berlebihan, mengurangi asupan garam, menghindari merokok, dan rutin berolahraga. Banyak yang menganggap hal-hal tersebut sepele tanpa menyadari bahwa kebiasaan ini, jika terus-menerus dilakukan, meningkatkan risiko mereka terkena hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah Kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan dengan desain cross- sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 responden lansia di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.. Hasil uji Chi-Square. menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi garam dan kejadian hipertensi (p-value = 0,000, p < 0,05), konsumsi kopi (p-value = 0,006, p< 0,05), serta aktivitas fisik (p-value = 0,002, p < 0,05). Namun, uji chi-square untuk merokok menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia (p-value = 0,172, p ≥ 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi garam, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Saran diharapkan dapat memberikan wawasan kepada lansia tentang hipertensi sehingga dapat mencegah dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan untuk menjaga Kesehatan.