p-Index From 2021 - 2026
1.197
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Usia dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Jalan di RSUD dr. Doris Sylvanus Provinsi Kalimantan Tengah: The Correlation of Age with Coronary Heart Disease Incidence in Outpatients at RSUD dr. Doris Sylvanus Central Kalimantan Province Melyani Melyani; Lensi Natalia Tambunan; Eva Prilelli Baringbing
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5158

Abstract

Coronary heart disease was to cardiovascular disease caused by arteries entering by plaque or pollutants that collect on the walls of the coronary arteries. The death rate due to coronary heart disease in Indonesian reaches 1.25 million people. Based on the 2018 National Riskesdes Report, in Central Kalimantan, heart disease was 1.3% or 10,189 cases of heart disease. The purpose of this research was to find out the Correlation between age and the incidence of coronary heart disease in outpatients at RSUD dr. Doris Sylvanus, Central Kalimantan Province. The design of this research was used cross sectional with the type of sampling of Simple Random Sampling. The population was 9759 respondents and the sample was 99 respondents who perform outpatient treatment at RSUD dr. Doris Sylvanus. The data was obtained from secondary data from medical records, then the data was tabulated and analyzed using the chi square test. Based on the research result, it may be obtained p value = 0,02 that was a significant relation exists between the age of coronary heart disease in patients outpatient at RSUD dr. Doris Sylvanus of Central Kalimantan Province. Coronary heart disease develops as a person ages, where the older he gets, the more likely he was to suffer from coronary heart disease.
Pengaruh Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) Rumah Tangga Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya: The Effect of Health Promotion on Clean and Healthy Living Behavior in the Household on Community Knowledge Level Kereng Bangkirai Community Health Center Sasa Yunita; Lensi Natalia Tambunan; Eva Prilelli Baringbing
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5167

Abstract

The application of clean and healthy living behavior, especially in terms of smoking in the house and rarely eating fruit and vegetables in the community is still low. One of the efforts that can be done is by conducting health promotion regarding PHBS. Annual Report of the Kereng Bangkirai Health Center in 2020 in the health promotion program the achievement of PHBS households on the indicators of eating fruit and vegetables with an achievement of 65.33% and not smoking in the house with an achievement of 49.74%, deliveries assisted by health workers at health facilities 92.68%, exclusive breastfeeding 73.33% , weighing children under five every month 73.26%, clean water facilities 100%, CTPS with running water 98%, healthy latrines 98.67%, larvae eradication with PSN 91.33% and physical activity 90%. Knowing the effect of health promotion on PHBS households on community knowledge. The design of this study uses a Pre Experiment with a One Group Pretest-Post test Design approach. The population in this study were all residents of Kereng Bangkirai Health Center with a total sample of 95 respondents. The sampling method used is purposive sampling. The data of this study were taken using a questionnaire twice, namely before health promotion and after health promotion. After tabulating the existing data, it was analyzed using the Paired T Test. The results showed that there was an increase in knowledge from before and after health promotion on community knowledge at Kereng Bangkirai Health Center, Palangka Raya. That it can improving clean and healthy living behavior in household settings and can re-intervention which aims to further improve hygiene in order to avoid various diseases.
Hubungan Pengetahuan dengan Kejadian Hipertensi di Puskesmas Jekan Raya Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah: The Relationship of Knowledge With the Event of Hypertension at Jekan Raya Puskesmas, Palangka Raya City Central Kalimantan Province Egi Wiranto; Lensi Natalia Tambunan; Eva Prilelli Baringbing
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i1.5189

Abstract

Hypertension or high blood pressure is an increase in blood pressure in the arteries. Risk of Hypertension if not treated immediately, can lead to the emergence of serious diseases that can threaten the life of the patient. Knowledge is a very important domain in shaping a person's behavior, lack of public knowledge will affect the occurrence of hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and events in the working area of ​​the UPT Puskesmas Jekan Raya. The design of this research is an analytic survey with a cross sectional approach, the population in this study are hypertension sufferers in the working area of ​​the UPT Puskesmas Jekan Raya aged 15-70 years and over a number of 189 people using accidental sampling and taken from January to July 2022. The results of this study indicate that there is a relationship between knowledge and the incidence of hypertension at the Jekan Raya Public Health Center, Central Kalimantan Province, Palangka Raya City (p value 0.000 <a = 0.05. Conclusion: The community is expected to not only receive education from health workers, but also not to neglect the effects of hypertension. can cause complications. It is also hoped that the community always carries out health checks at the nearest health center.
Hubungan Verbal Bullying dengan Kesehatan Mental Remaja Kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya: Verbal Correlation of Bullying with the Mental Health of Teenagers Grade VIII in SMPN-9 Palangka Raya City Lidya Lidya; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11935

Abstract

Masa remaja ialah masa perubahan atau peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis. Pada periode ini terdapat risiko tinggi terjadinya kenakalan dan kekerasan pada remaja baik sebagai korban maupun sebagai pelaku dari tindakan kekerasan. Kekerasan ini disebut dengan bullying. Bullying di indonesia, baik di tingkat sekolah dasar, menengah maupun pergutuan tinggi, talah menjadi masalah yang merajalela. Untuk mengetahui hubungan verbal bullying dengan kesehatan mental remaja di SMPN-9 kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan jenis pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 72 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara verbal bullying (P value = 0,000 atau P <0,05) dengan kesehatan mental remaja kelas VIII di SMPN-9 Kota Palangka Raya. Verbal bullying memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental remaja. Tindakan bullying sering terjadi pada remaja karena di masa remaja sedang mengalami perkembangan emosi, sosial, psikis dan fisik dari masa anak-anak menuju dewasa. Maka dari itu pentingnya mengetahui kesehatan mental pada remaja yang merupakan korban bullying akan dapat membantu perkembangan kesehatan mentalnya di masa dewasa untuk mencapai masa depan yang lebih baik serta mencegah mereka untuk melakukan perilaku buruk yang tidak diinginkan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi IUD di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya: Factors Related to the Electioniud Contraceptives in the work Area UPT Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya City Niken Sulistiya; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.11945

Abstract

Kontrasepsi adalah suatu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan dan merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi fertilitas. Salah satu metode kontrasepsi yang efektif adalah metode kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) yang merupakan salah satu metode kontrasepsi non hormonal yang efektif dengan satu kali pemasangan untuk jangka waktu yang lama. Alat kontrasepsi IUD merupakan metode yang memiliki tingkat kegagalan yang sangat kecil yaitu kurang dari 1% dan disebut metode kontrasepsi yang paling efekif dalam memberi jarak kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (P value = 0,041 atau P<0,05) dan dukungan suami (P value = 0,025 atau P<0,05) dengan pemilihan IUD di Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD. Diharapkan dapat menambah wawasan tentang alat kontrasepsi IUD yang diperoleh dengan cara ikut dalam konseling, maupun penyuluhan tentang KB dan turut serta dalam menentukan jenis alat kontrasepsi yang akan digunakan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya: Factors That Influence the Incidence of Urinary Tract Infection in Outpatient at the Urology Clinic at dr. Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya City Dhea Monica; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12079

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu penyakit infeksi yang paling umum ditemukan dalam praktik umum meskipun beragam antibiotika tersedia secara luas dipasaran. Infeksi pada organ genital dapat ditemukan dalam praktik sehari-hari dokter, mulai dari infeksi ringan yang hanya terdeteksi pada pemeriksaan urin, untuk infeksi serius yang mungkin mengancam jiwa. Untuk mengetahui Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Kuantitatif, dan jenis pendekatan survei analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 55 responden, yaitu pasien rawat jalan di poliklinik urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Uji chi-square menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara personal hygiene (P Value = 0,004 atau P<0,05) dengan kurang minum air putih (P Value = 0,000 atau P<0,05), sedangkan jenis kelamin (P Value = 0,076 atau P<0,05) dan kebiasaan menahan BAK (P Value = 0,159 atau P<0,05) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan Di Poliklinik Urologi RSUD dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya. Terdapat memiliki pengaruh yang signifikan antara personal hygiene dengan kurang minum air putih terhadap kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan,sedangkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan menahan buang air kecil (BAK) dan jenis kelamin dengan kejadian infeksi saluran kemih (ISK) pada pasien rawat jalan. Diharapkan Hasil penelitian ini dapat memberi masukan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di Poliklinik Urologi Rsud dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya.
Analisis Faktor Gaya Hidup yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya: Analysis of Lifestyle Factors Related to the Incident of Hypertension Among the Elderly in the Working Area of the Menteng Health Center Palangka Raya City Endah Oldiasari; Eva Prilelli Baringbing; Yana Afrina
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12080

Abstract

Kurangnya kesadaran lansia mengenai hipertensi menyebabkan sedikit dari mereka yang menerapkan kebiasaan sehat seperti menghindari konsumsi kopi berlebihan, mengurangi asupan garam, menghindari merokok, dan rutin berolahraga. Banyak yang menganggap hal-hal tersebut sepele tanpa menyadari bahwa kebiasaan ini, jika terus-menerus dilakukan, meningkatkan risiko mereka terkena hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor gaya hidup yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah Kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan dengan desain cross- sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 66 responden lansia di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square.. Hasil uji Chi-Square. menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi garam dan kejadian hipertensi (p-value = 0,000, p < 0,05), konsumsi kopi (p-value = 0,006, p< 0,05), serta aktivitas fisik (p-value = 0,002, p < 0,05). Namun, uji chi-square untuk merokok menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia (p-value = 0,172, p ≥ 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi garam, konsumsi kopi, dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia. Saran diharapkan dapat memberikan wawasan kepada lansia tentang hipertensi sehingga dapat mencegah dan mengambil tindakan preventif yang diperlukan untuk menjaga Kesehatan.