Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kekuatan Majas dan Diksi dalam Novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” Karya JS. Khairen Andri Saputra; Aula Akbar; Baiq Silvia Zahra Tuhry; Diah Rani Ramadan; Muhammad Ali Bastomi; Herman Wijaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12518

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis kekuatan majas serta diksi dalam novel Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen melalui pendekatan stilistika. Novel tersebut dipilih karena mengangkat perjuangan keluarga dalam keterbatasan ekonomi melalui bahasa yang estetis, emosional, dan simbolis. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan naratif yang mengandung diksi serta majas. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang memanfaatkan diksi sensoris, konotatif, sosial-ekonomi, dan kasual untuk menggambarkan penderitaan fisik, keadaan psikologis, latar sosial, serta kedekatan hubungan antartokoh. Majas metafora, personifikasi, hiperbola, ironi, dan simile digunakan untuk memperkuat citraan, konflik emosional, karakterisasi, dan pesan moral. Dompet dan sepatu berkembang dari benda sehari-hari menjadi simbol tanggung jawab ayah, ketangguhan ibu, pengorbanan, dan harapan keluarga. Keterpaduan diksi dan majas membentuk efek estetis yang menghidupkan narasi sekaligus mendekatkan pengalaman tokoh kepada pembaca. Temuan ini menegaskan bahwa kekuatan novel terletak pada kemampuan J.S. Khairen mengolah bahasa sederhana menjadi ekspresi yang reflektif dan menyentuh, sehingga tema cinta, perjuangan, ketahanan keluarga, serta kemanusiaan dapat disampaikan secara kuat dan bermakna. Penelitian ini juga memperlihatkan relevansi kajian stilistika bagi pemahaman sastra Indonesia kontemporer dan pembelajaran apresiasi sastra.
Kajian Stilistika Puisi “Kelinci” Karya Bening Tirtasari: Citraan, Diksi, dan Nilai Karakter Anak Isropiani Isropiani; Baiq Silvia Zahra Tuhry; Riza Mulia Junita; Aula Akbar; Hilmiyatun Hilmiyatun
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1645

Abstract

Penelitian ini berakar dari signifikansi puisi untuk anak sebagai alat pembelajaran bahasa dan sebagai media awal untuk menanamkan nilai-nilai karakter. Puisi anak yang ringkas, relevan dengan pengalaman sehari-hari, dan mudah dicerna sangat berpotensi untuk membentuk rasa kasih, kepedulian, serta sensitivitas anak terhadap makhluk hidup di sekelilingnya. Namun, pemahaman mengenai aspek stilistika dalam puisi anak masih membutuhkan pengembangan, khususnya pada puisi Kelinci karya Bening Tirtasari yang menonjolkan keindahan bahasa secara sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan diksi, citraan, dan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data penelitian diambil dari teks puisi Kelinci oleh Bening Tirtasari, sedangkan sumber data berasal dari dokumen puisi anak yang memuat teks tersebut. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui studi pustaka dan pemahaman-catatan, sementara teknik analisis datanya menggunakan analisis isi melalui langkah-langkah identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa puisi Kelinci mengandung diksi yang sederhana, konkret, dan komunikatif sehingga mudah diterima anak. Puisi ini juga memanfaatkan citraan visual, taktil, dan gerakan yang kuat untuk memberikan kesan lucu, lembut, dan menggemaskan pada karakter kelinci. Secara keseluruhan, puisi ini mengangkut nilai karakter seperti kasih sayang, kepedulian, tanggung jawab, dan keinginan untuk merawat hewan peliharaan dengan sepenuh hati. Dengan demikian, puisi Kelinci karya Bening Tirtasari sangat layak menjadi objek kajian sastra anak karena selain memiliki keindahan bahasa, juga menawarkan pendidikan moral yang sesuai untuk dijadikan bahan ajar di tingkat sekolah dasar.