Rinita Istiqomah
Universitas Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memahami literasi artificial intelligence di pendidikan tinggi: Sebuah narrative literature review Rinita Istiqomah; Friscilla Wulan Tersta; Ajuzar Fiqhi; Riscky Fitri Wahyuni
Jurnal Pendidik Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Pendidik Indonesia
Publisher : Karoteh Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61291//jpi.v7i2.20

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mendorong perubahan signifikan dalam proses pembelajaran di pendidikan tinggi, sehingga AI Literacy menjadi kompetensi yang semakin penting bagi mahasiswa. Meskipun demikian, penelitian mengenai AI Literacy masih menunjukkan keberagaman dalam konseptualisasi, dimensi, pendekatan pengukuran, strategi pengembangan, serta implikasinya terhadap pembelajaran, sehingga pemahaman yang komprehensif mengenai AI Literacy masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan AI Literacy dalam pendidikan tinggi melalui sintesis terhadap konsep, dimensi, pendekatan pengukuran, strategi pengembangan, serta implikasinya terhadap proses pembelajarandan berbagai luaran pendidikan. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan menganalisis 19 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2022–2026 berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa AI Literacy telah berkembang dari kompetensi yang berfokus pada pemahaman teknologi menjadi kompetensi multidimensional yang mencakup pengetahuan tentang AI, keterampilan penggunaan AI, evaluasi kritis, kesadaran etis, dan kolaborasi antara manusia dengan AI. Selain itu, AI Literacy diukur menggunakan berbagai kerangka multidimensional dan dikembangkan melalui beragam pendekatan pembelajaran, seperti mata kuliah AI, AI-supported flipped classroom, pembelajaran kolaboratif manusia–AI, serta self-regulated learning. AI Literacy juga berimplikasi terhadap peningkatan hasilbelajar, kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi digital, performa penulisan akademik, pengalaman belajar, penerimaan terhadap AI, dan kesiapan kerja. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai perkembangan AI Literacy di pendidikan tinggi serta menawarkan landasan konseptual bagi pengembangan penelitian, desain pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan kebijakan pendidikan tinggi yang responsif terhadap perkembangan AI.
UNRAVELING ORGANIZATIONAL DECLINE IN ELEMENTARY SCHOOLS: SYSTEMIC ANALYSIS AND BOTG GRAPHS ON STUDENT CRISES IN SD NEGERI 039/IX TANTAN Lisa Rahmania Dewi; Rinita Istiqomah; Tara Rasha Audhiya; Dedek Rahmi Suci; Dwi Tiarmasari
Indonesian Journal of Elementary Education (IJETE) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Juni 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijete.v2i1.2531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor internal dan eksternal penyebab penurunan jumlah peserta didik di SD Negeri 039/IX Tantan, menentukan faktor yang paling dominan, serta mengevaluasi langkah penanggulangan yang telah dilakukan sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi data Dapodik, dan wawancara mendalam terhadap empat informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah dan jajaran guru senior. Analisis data kuantitatif populasi siswa secara longitudinal disajikan menggunakan metode grafik perilaku sepanjang waktu atau Behaviour Overtime Graphs (BOTG). Hasil penelitian menunjukkan adanya tren penurunan populasi siswa yang bersifat linier berkelanjutan selama periode enam tahun ajaran terakhir (2019/2020 hingga 2025/2026), dengan jumlah akhir hanya tersisa 24 siswa aktif. Faktor internal yang menjadi pelemah utama adalah keterbatasan sarana prasarana pembelajaran yang masih tradisional. Sementara itu, faktor eksternal dominan meliputi hambatan aksesibilitas geografis, pergeseran demografi akibat penurunan angka kelahiran, ketatnya kompetisi antarlembaga, serta minimnya dukungan kebijakan tata pamong desa. Krisis jumlah siswa ini berdampak pada pasifnya dinamika psikososial kelas kecil dan peningkatan beban kerja emosional guru. Strategi insentif jangka pendek berupa pembagian paket seragam gratis terbukti belum efektif memulihkan volume input siswa. Kesimpulannya, penurunan siswa di sekolah ini merupakan kegagalan adaptasi struktural dalam perspektif teori pendekatan sistem akibat ketidakselarasan antara instrumen internal dengan tekanan lingkungan makro.