This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perkiraan Umur Simpan Produk Olahan Daging Beku Menggunakan Metode ASLT Berbasis Model Arrhenius Arti Hastuti; Ani Nuraini; Alisya Idanata; Anisa Safira Azzahra; Reihana Fitri Aulia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20257

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi masa simpan produk olahan daging, seperti sosis ayam dan nugget, dengan menggunakan metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) yang mengacu pada model kinetika Arrhenius. Pendekatan ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh suhu penyimpanan terhadap laju penurunan mutu produk selama periode tertentu. Data diambil dari pengujian mutu produk pada berbagai suhu penyimpanan, mulai dari suhu ruang hingga suhu beku, dan digunakan untuk memodelkan degradasi mutu secara matematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu penyimpanan berpengaruh signifikan terhadap kecepatan kerusakan produk, dan model Arrhenius mampu memberikan estimasi umur simpan yang akurat. Dengan demikian, metode ini dapat membantu produsen dalam menentukan tanggal kedaluwarsa yang tepat, meningkatkan pengelolaan mutu, serta memastikan keamanan produk selama periode penyimpanan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam pengendalian kualitas produk olahan daging.
Analisis Kegagalan Produk Bakso Sapi Akibat Kontaminasi Mikrobiologi Menggunakan Pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Nurul Alfiah; Reva Aprila; Fazhira Syaffa Alexandra; Anisa Safira Azzahra; Nadiyah Rahman; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25406

Abstract

Bakso sapi merupakan produk olahan daging yang memiliki kandungan protein dan kadar air tinggi sehingga rentan mengalami kontaminasi mikrobiologi selama proses produksi, penyimpanan, maupun distribusi. Kontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Escherichia coli, Salmonella spp., dan Staphylococcus aureus dapat menurunkan mutu produk serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab kegagalan produk bakso sapi akibat kontaminasi mikrobiologi serta menentukan titik kendali kritis menggunakan pendekatan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, standar keamanan pangan, dan dokumen terkait HACCP yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi kontaminasi dapat terjadi pada hampir seluruh tahapan produksi, terutama pada penerimaan bahan baku, pencucian, penggilingan, pencampuran, pencetakan, pendinginan, pengemasan, dan penyimpanan. Tahap perebusan dan pematangan ditetapkan sebagai Critical Control Point (CCP) karena berperan langsung dalam mengendalikan bahaya mikrobiologi melalui perlakuan panas yang memadai. Keberhasilan penerapan HACCP didukung oleh penetapan batas kritis, pemantauan yang konsisten, tindakan koreksi yang tepat, serta sistem verifikasi dan dokumentasi yang baik. Dengan penerapan HACCP secara menyeluruh, risiko kontaminasi mikrobiologi dapat diminimalkan sehingga mutu dan keamanan bakso sapi lebih terjamin bagi konsumen.
Standarisasi Mutu Pangan: Strategi Kesehatan dan Upaya Peningkatan Keamanan Pangan Nasional Anisa Safira Azzahra; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25557

Abstract

Standarisasi mutu pangan Adalah alat penting untuk memastikan kesehatan masyarakat dan ketahanan negara di Tengah kerumitan rantai pasokan global. Namun, efektivitas sistem perlindungan pangan di Indonesia masih terhalang oleh sejumlah kendala yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pentingnya standarisasi kualitas makanan, memetakan peraturan yang ada, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan Langkah-langkah untuk memperkuat keamanan pangan nasional. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari tahun 2016-2026 dengan pendekatan analisis tematik kualitatif terhadap data sekunder dari berbagai database ilmiah yang terakreditasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam standarisasi menimbulkan Risiko Kesehatan yang serius, penumpukkan zat-zat kimia berbahaya, serta berkontribusi pada masalah stunting pada anak akibat sindrom enteropati lingkungan. Meskipun regulasi telah ditetapkan dalam Undang—Undang Nomor 18 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019. Disamping itu, keterbatasan kapasitas HACCP/SSOP di kalangan pelaku UMKM informal, ketimpangan laboratorium di daerah kepulangan, serta rendahnya pengetahuan konsumen menjadi penghalang utama. Usulan strategi mencakup penyelarasan peraturan dengan database yang terintegrasi, dukungan insentif bagi UMKM, penggunaan teknologi untuk melacak produk dan Pendidikan massa untuk konsumen.