p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Gadget terhadap Keterampilan Membaca Anak SD: Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Allya Esa Putri; Zira Putri Faradila; Akviani Fauziah Hasanah; Megan Asri Humaira
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20445

Abstract

Kekhawatiran timbul tentang perkembangan keterampilan membaca anak usia sekolah dasar karena penggunaan gadget semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan perangkat elektronik berdampak pada kemampuan membaca anak-anak SD dan untuk menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di SDN Cikereteg 03 Kabupaten Bogor dengan metode kualitatif yang menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh guru dari kelas satu hingga lima yang memiliki pengalaman langsung melihat perilaku membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat memiliki efek yang berbeda terhadap keterampilan membaca anak SD. Siswa yang sering menggunakan perangkat cenderung memiliki kemampuan membaca yang lebih rendah, fokus yang lebih pendek, dan kurang minat pada teks panjang. Namun, aplikasi dan konten digital edukatif dengan fitur visual dan interaktif dapat meningkatkan minat baca siswa. Faktor penghambat utama adalah kurangnya bimbingan dan kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget. Di sisi lain, faktor pendukung termasuk penggunaan teknologi digital secara tepat dan terarah. Hasil ini menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membantu anak menggunakan perangkat, membuat aturan yang jelas, dan menawarkan aktivitas non-digital yang menarik. Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dan menggunakan sampel yang relatif kecil. Hasil penelitian menekankan bahwa guru, orang tua, dan siswa harus menggunakan pendekatan yang seimbang dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan membaca yang optimal di era teknologi.
Upaya Menanamkan Nilai Nasionalisme lewat Pembelajaran IPS: Hambatan dan Upaya Penyelesaiannya di Sekolah Dasar Akviani Fauziah Hasanah; Wilis Firmansyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan nilai nasionalisme dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar serta mengidentifikasi hambatan dan solusi yang muncul dalam prosesnya. Nasionalisme merupakan wujud rasa cinta terhadap tanah air yang perlu ditanamkan dari kecil, terutama pada siswa sekolah dasar yang berada pada fase perkembangan kognitif dan moral yang memungkinkan mereka lebih mudah menyerap nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru kelas V di SDN Cikereteg 3. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk menggali strategi, hambatan, dan solusi dalam implementasi pembelajaran IPS untuk menanamkan nilai nasionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui pemahaman sejarah, budaya, dan rasa cinta tanah air. Faktor kuncinya adalah bagaimana orang tua mengatur dan membimbing anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi. Jika tidak ada pengawasan yang tepat, anak-anak mungkin akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk konten hiburan yang tidak bermanfaat. Namun, jika orang tua memberikan bimbingan yang baik, gadget dapat digunakan dengan cara yang lebih bermanfaat dan produktif. Oleh karena itu, pengaruh gadget terhadap kemampuan membaca tidak hanya bergantung pada gadget itu sendiri, tetapi lebih pada bagaimana orang tua