Kekhawatiran timbul tentang perkembangan keterampilan membaca anak usia sekolah dasar karena penggunaan gadget semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penggunaan perangkat elektronik berdampak pada kemampuan membaca anak-anak SD dan untuk menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 di SDN Cikereteg 03 Kabupaten Bogor dengan metode kualitatif yang menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh guru dari kelas satu hingga lima yang memiliki pengalaman langsung melihat perilaku membaca siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat memiliki efek yang berbeda terhadap keterampilan membaca anak SD. Siswa yang sering menggunakan perangkat cenderung memiliki kemampuan membaca yang lebih rendah, fokus yang lebih pendek, dan kurang minat pada teks panjang. Namun, aplikasi dan konten digital edukatif dengan fitur visual dan interaktif dapat meningkatkan minat baca siswa. Faktor penghambat utama adalah kurangnya bimbingan dan kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget. Di sisi lain, faktor pendukung termasuk penggunaan teknologi digital secara tepat dan terarah. Hasil ini menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membantu anak menggunakan perangkat, membuat aturan yang jelas, dan menawarkan aktivitas non-digital yang menarik. Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dan menggunakan sampel yang relatif kecil. Hasil penelitian menekankan bahwa guru, orang tua, dan siswa harus menggunakan pendekatan yang seimbang dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan keterampilan membaca yang optimal di era teknologi.
Copyrights © 2025