Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dan Indeks Massa Tubuh dengan Massa Otot pada Lansia Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan Nabila Rachma; Alif Adlan Zulizar; Afiana Rohmani
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2402

Abstract

Latar belakang: Prevalensi diabetes melitus tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia, mempercepat risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh berperan penting dalam mempertahankan massa otot. Tujuan: Menganalisis hubungan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh dengan massa otot pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross-sectional melibatkan 100 lansia usia 60-70 tahun yang dipilih purposive sampling dari populasi 134 lansia terdaftar. Instrumen mencakup kuesioner IPAQ-SF, antropometri untuk IMT, dan BIA Omron HBF-375. Analisis data menggunakan uji Chi-Square/Fisher's Exact Test (p<0,05). Hasil: Sebanyak 92% responden memiliki aktivitas fisik sedang dan 90% IMT normal. Terdapat hubungan signifikan aktivitas fisik dengan massa otot (p=0,001; OR=0,096) dan IMT dengan massa otot (p=0,000; OR=14,33). Kesimpulan: Aktivitas fisik sedang dan IMT normal bersifat protektif terhadap penurunan massa otot. Intervensi latihan terstruktur dan skrining gizi di puskesmas direkomendasikan untuk pencegahan sarcopenia
Peningkatan Pengetahuan dan Gaya Hidup Pasien Hipertensi Melalui Edukasi Audiovisual Devita Diatri; Alif Adlan Zulizar; Romadhoni Romadhoni; Maya Dian Rakhmawatie; Nafi Akbar
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v5i1.2548

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Di wilayah kerja Puskesmas Tlogosari Wetan, hipertensi tercatat sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi dan gaya hidup sehat melalui edukasi kesehatan berbasis audiovisual. Metode pelaksanaan berupa edukasi edukatif-partisipatif yang dilaksanakan secara langsung kepada masyarakat dewasa dan lanjut usia dengan hipertensi atau faktor risiko hipertensi di Kelurahan Tlogosari Wetan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest tingkat pengetahuan hipertensi serta kuesioner gaya hidup. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden masih relatif rendah pada aspek kepatuhan minum obat dan penerapan gaya hidup sehat, serta sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan istirahat yang belum optimal. Setelah intervensi edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh materi yang diberikan, yang diperkuat oleh hasil uji Wilcoxon Signed-Rank (p < 0,05). Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan hipertensi. Disarankan agar kegiatan edukasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan oleh puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan untuk mendukung pengendalian hipertensi di tingkat komunitas.
Hubungan Aktivitas Fisik dan IMT dengan Massa Otot pada Lansia Diabetes Melitus di Puskesmas Pamotan Nabila Rachma; Alif Adlan Zulizar; Afiana Afiana
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 3 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss3.2604

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) tipe 2 pada lansia di Indonesia meningkat seiring bertambahnya populasi usia. Kondisi ini meningkatkan risiko sarcopenia melalui resistensi insulin dan inflamasi kronis. Aktivitas fisik dan indeks massa tubuh (IMT) berperan dalam mempertahankan massa otot lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan IMT dengan status massa otot pada lansia penderita DM tipe 2 di Puskesmas Pamotan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, melibatkan 100 lansia penderita DM tipe 2 berusia 60–70 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire–Short Form (IPAQ-SF), IMT diperoleh melalui pengukuran antropometri, sedangkan massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) Omron HBF-375 dan dikategorikan menjadi massa otot rendah dan normal. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR). Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki aktivitas fisik sedang, IMT normal, dan massa otot normal. Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan status massa otot (p = 0,001; OR = 0,096). Hubungan bermakna juga ditemukan antara IMT dan status massa otot (p < 0,001; OR = 14,33). Responden dengan IMT underweight memiliki risiko lebih tinggi mengalami massa otot rendah dibandingkan responden dengan IMT normal. Kesimpulannya, aktivitas fisik sedang dan IMT normal berhubungan dengan massa otot normal. Program latihan fisik terstruktur dan skrining status gizi direkomendasikan untuk mencegah sarcopenia pada lansia dengan DM tipe 2.