p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Deteksi Asulterasi Kopi Bubuk (Coffea Arabica) Teknik Spektroskopi: Review Literatur Metode LIBS dan NIR Muhamad Ari Ismail; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25379

Abstract

Kopi arabika merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang sering menjadi target pemalsuan (adulterasi) dengan bahan nabati lain seperti jagung, gandum, buncis, barley, kedelai, beras, sekam kopi, hingga kopi robusta. Metode deteksi konvensional (visual, mikroskopi, kromatografi, DNA) memiliki keterbatasan berupa ketidakandalan visual, destruktif, memakan waktu, dan memerlukan bahan kimia. Oleh karena itu, diperlukan teknik analisis yang cepat, non‑destruktif, dan sensitif. Review literatur ini bertujuan membandingkan efektivitas dua teknik spektroskopi, yaitu Laser‑Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) dan Near‑Infrared Spectroscopy (NIR), yang dikombinasikan dengan kemometrik (PCA dan PLS) dalam mendeteksi adulterasi kopi arabika. Literatur dikumpulkan dari Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan bahwa LIBS unggul dalam analisis kuantitatif dengan limit deteksi (LOD) di bawah 0,6% serta mampu mengidentifikasi jenis adulteran tunggal secara akurat (R² > 0,99), namun peralatannya mahal dan kurang optimal untuk campuran kompleks (>2 jenis). Sebaliknya, NIR lebih cocok untuk skrining cepat dan deteksi adulterasi multipel (hingga 6 jenis) pada rentang konsentrasi luas (0,25‑80%), tetapi tidak dapat mengidentifikasi jenis adulteran secara spesifik pada kadar 2 jenis. Kesimpulannya, LIBS direkomendasikan untuk konfirmasi kuantitatif di laboratorium, sedangkan NIR untuk skrining lapangan, dengan arah pengembangan data fusion untuk meningkatkan spesifisitas dan cakupan deteksi.
Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada Proses Produksi Wafer untuk Menjamin Keamanan Pangan Muhamad Ari Ismail; Siti Nur Aliyah; Lusy Octaviani; Siti Nazwa Hidayah; Widya Firdiani Chandraningtyas; Dian Safitri; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25489

Abstract

Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) merupakan sistem keamanan pangan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya pada proses produksi pangan. Produk wafer memiliki risiko bahaya biologis, kimia, dan fisik, seperti pertumbuhan mikroba, ketengikan akibat oksidasi lemak, serta kontaminasi logam. Kajian ini bertujuan menyusun rencana HACCP pada proses produksi wafer krim untuk menjamin keamanan produk. Metode yang digunakan meliputi identifikasi bahaya, penetapan Critical Control Point (CCP), penentuan batas kritis, pemantauan, tindakan korektif, verifikasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan terdapat empat CCP, yaitu penerimaan minyak nabati, metal detector, cooling room, serta pengemasan dan penyimpanan. Pengendalian pada titik-titik tersebut mampu mencegah dan meminimalkan risiko bahaya yang dapat memengaruhi keamanan dan mutu produk. Penerapan HACCP secara konsisten diharapkan dapat menghasilkan produk wafer yang aman, bermutu, dan sesuai dengan persyaratan keamanan pangan.