Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Kebersihan Kota Medan di Kecamatan Medan Tembung Sebagai Indikator Kesejahteraan Lingkungan Studi Awal 100 Hari Kinerja Gubernur Salwa Risda Pratiwi; Parlaungan Gabriel Siahaan; Novridah Reanti Purba; Hilda Umayyah Anak Ampun; Ella Debora Sri Karina Br Tarigan; Unedo Nainggolan; Aisyah Novianti; Riska Audina
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7180

Abstract

Kebersihan kota merupakan indikator penting kesejahteraan lingkungan sekaligus cerminan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kebersihan Kota Medan di Kecamatan Medan Tembung pasca program 100 hari kinerja Gubernur Sumatera Utara, menganalisis efektivitas program kebersihan pemerintah, serta mengidentifikasi tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), yaitu kuantitatif melalui kuesioner tertutup skala Likert dan kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kebersihan tergolong cukup tinggi, terutama terkait kebersihan tempat tinggal dan sistem pengangkutan sampah, namun masih rendah pada aspek fasilitas umum dan gotong royong. Program kebersihan pemerintah dinilai cukup baik dari segi penyediaan sarana, meskipun implementasinya belum konsisten. Sementara itu, partisipasi masyarakat relatif tinggi dalam perilaku individu tetapi masih lemah pada keterlibatan kolektif. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan fasilitas, sosialisasi, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar kebersihan kota lebih berkelanjutan.
Penerapan Statistical Quality Control Menggunakan U-Chart, Demerit Chart, dan EWMA pada Proses Produksi Manufaktur Hilda Umayyah Anak Ampun; Unedo Nainggolan; Valtino Gabriel Gultom
Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities Vol. 1 No. 2 (2025): CODEVERSE: Journal of Emerging Digital Realities
Publisher : Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality control is a crucial aspect in the manufacturing industry to ensure product consistency and minimize defects that may affect production efficiency and customer satisfaction. This study aims to analyze quality control in a manufacturing process using the Statistical Quality Control (SQC) approach. The methods applied include the U-Chart to monitor defects per unit, the Demerit Chart to evaluate defect severity, and the Exponentially Weighted Moving Average (EWMA) to detect small process shifts. The data used are secondary data consisting of production quantity, number of defects, and types of defects over 28 observation periods. The results show that the U-Chart and Demerit Chart indicate the process is statistically in control, although some points approach control limits. In contrast, the EWMA method identifies points outside the control limits, suggesting the process is not fully stable. Therefore, continuous monitoring is required to improve quality and maintain process stability.
Analisis Autokorelasi dan Pemodelan Spasial Tingkat Kemiskinan di Indonesia Aulia Zahra Panjaitan; Hilda Umayyah Anak ampun; M. Ridho Sahputra; Nursani Salsabillah Akza; Tia Ramadani; Zulkhairi
Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities Vol. 2 No. 1 (2026): CODEVERSE: Journal of Emerging Digital Realities
Publisher : Codeverse: Journal of Emerging Digital Realities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan keterkaitantingkat kemiskinan pada kabupaten/kota di Indonesia menggunakanpendekatan statistika spasial. Data yang digunakan mencakup 420 wilayah hasil penggabungan data sosial ekonomi dan data spasial. Metode analisis yang digunakan meliputi uji autokorelasi spasial global dengan Moran’s I, analisis autokorelasi spasial lokal menggunakan LISA, serta pemodelan regresi dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) dan Spatial Filtering. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif yang signifikan pada tingkat kemiskinan, yang mengindikasikan pola mengelompok (clustered). Analisis LISA mengidentifikasi adanya klaster kemiskinan tinggi di wilayah Indonesia bagian timur, khususnya Papua, serta klaster kemiskinan rendah di wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Model OLS menunjukkan bahwa variabel angka harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita berpengaruh signifikan terhadap tingkatkemiskinan. Namun, model Spatial Filtering memberikan hasil yang lebih baik dengan peningkatan nilai koefisien determinasi, sehingga mampu menjelaskan variasi kemiskinan secara lebih komprehensif dengan mempertimbangkan efek spasial.