Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dari Regulasi ke Inovasi: Tantangan dan Peluang Hukum bagi Kewirausahaan Penerbangan Indonesia Feti Fatonah; Adolof Jaques Wersiko Safkaur; Amiratul Hasanah; Mohammad Daffa Raflykhasah; Ni Putu Amanda Pradnya Dewi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7417

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran regulasi dan kerangka hukum dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan di sektor penerbangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur terhadap berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, serta jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi berperan ganda, yaitu sebagai pengendali keselamatan dan keamanan sekaligus sebagai pendorong inovasi di sektor penerbangan. Regulasi yang adaptif, transparan, dan berbasis risiko mampu mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang teknologi penerbangan, digitalisasi layanan, dan inovasi logistik udara. Namun, birokrasi yang panjang, tumpang tindih antarinstansi, serta peraturan yang belum fleksibel masih menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha untuk berinovasi. Peluang reformasi hukum, seperti penerapan regulatory sandbox, digitalisasi perizinan, dan kerja sama publik-swasta, dinilai dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan di bidang penerbangan. Dengan demikian, regulasi yang pro-inovasi dan kolaboratif akan menjadi landasan penting bagi terwujudnya sektor penerbangan Indonesia yang kompetitif, efisien, dan berdaya saing global.
Analisis Efektivitas Sistem Penyalur Petir pada Sisi Utara Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Mohammad Daffa Raflykhasah; Taryana; Suse Lamtiar Simbolon
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9108

Abstract

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, khususnya bangunan pada sisi utara, memiliki kerawanan sambaran petir yang cukup tinggi, sebagaimana ditunjukkan oleh insiden sambaran petir tahun 2023 yang merusak peralatan elektronika bandara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif evaluatif untuk menentukan tingkat risiko sambaran petir, menganalisis cakupan radius proteksi, serta mengevaluasi kesesuaian sistem penyalur petir eksisting terhadap ketentuan yang berlaku pada lima bangunan, yaitu Tower AirNav, Terminal Penumpang (Terminal Utama dan Terminal Citylink), Power House Lama, Gedung Sasana Manggala Praja, dan Terminal Kargo. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran lapangan, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis menggunakan PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, dan NF C 17-102. Hasil penelitian menunjukkan Tower AirNav memiliki tingkat risiko tertinggi dan merupakan satu-satunya bangunan yang telah memenuhi seluruh ketentuan proteksi petir. Empat bangunan lainnya masih memerlukan peningkatan sistem berupa penggantian atau penyesuaian tinggi terminasi udara Early Streamer Emission (ESE) agar cakupan proteksi memenuhi tingkat yang dipersyaratkan.