Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Sertifikasi Tukang Bangunan Gedung Jenjang I Kabupaten Pringsewu Resti Agustina; Aniessa Rinny Asnaning; Mira Wisman; Titi Ariyanti; Tanya Audia Balqis; Fera Lestari; Rahayu Putri Amalia; Mirnanda Cambodia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23922

Abstract

ABSTRAK Banyak pekerja di Pekon Srikaton yang bergerak di bidang konstruksi belum mempunyai Sertifikat Tukang karena belum pernah mengikuti pelatihan resmi. Kondisi ini menyebabkan pekerja belum memiliki sertifikat yang dapat digunakan sebagai pengakuan atau bukti bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi kerja. Tujuan pelatihan Tukang Bangunan Gedung Jenjang I adalah memberikan pengakuan dan pembuktian bahwa pekerja konstruksi memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan. Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan membentuk tim panitia untuk membantu seluruh proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berjalan dengan nyaman, lancar, dan tertib. Peserta pelatihan yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga konstruksi di Pekon Srikaton memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sehingga menjadi lebih kompeten sebagai Tukang Bangunan Gedung. Seluruh peserta berhasil mendapatkan Sertifikat Tukang Bangunan Gedung Jenjang I. Kata Kunci: Pelatihan, Pekerja Konstruksi, Kompetensi, Sertifikat Tukang ABSTRACT Many construction workers in Pekon Srikaton had not obtained a Craftsman Certificate because they had never participated in formal training. This condition resulted in workers lacking formal recognition of their competencies in accordance with the required work standards. This community service activity aimed to support the implementation of the Level I Building Construction Worker Training by equipping workers with validated knowledge, skills, and work attitudes in accordance with established competency standards. The implementation method involved establishing a committee team to support the training and certification process. The results showed that the training and certification activities were conducted smoothly and comfortably. Participants who worked as construction laborers in Pekon Srikaton gained improved knowledge, skills, and work attitudes, enabling them to become competent Building Construction Workers. All participants successfully obtained the Level I Building Construction Worker Certificate. Keywords: Training, Construction Workers, Competence, Craftsman Certificate.
EDUKASI DAN IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI SEBAGAI NATURE-BASED SOLUTION DI LINGKUNGAN PERMUKIMAN Dwi Meyta Sari; Evan Febri Miranda; Respati Anton Sasongko; Mirnanda Cambodia; I Gde Darmaputra; Muhammad Iqbal; M. Firman Firdaus; Mira Wisman; Arlina Phelia; Muhamad Fajar Irawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.3985-3990

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan permukiman, seperti genangan air saat hujan, keterbatasan sistem drainase, rendahnya daya resap tanah, serta belum optimalnya pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memahami, membuat, dan menerapkan lubang resapan biopori sebagai solusi sederhana berbasis alam untuk mendukung pengelolaan lingkungan permukiman. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pelatihan pembuatan biopori, serta implementasi biopori pada titik lokasi yang telah disepakati. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan praktik langsung agar peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga pengalaman aplikatif di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman mengenai manfaat biopori dalam meningkatkan resapan air, mengurangi potensi genangan, dan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan pengisi biopori. Selain itu, kegiatan menghasilkan media edukasi dan penerapan lubang resapan biopori di lokasi mitra. Pengabdian ini berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan melalui penerapan model pembelajaran berbasis praktik, edukasi lingkungan kontekstual, dan penguatan literasi masyarakat terhadap teknologi sederhana yang ramah lingkungan
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WISATA MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN PETA DAN RAMBU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN AKSESIBILITAS DESA WISATA Mirnanda Cambodia; Fera Lestari; Evan Febri Miranda; Mira Wisman; Ismadi Raharjo; Almira Sufwandini Putri; Ibnu Arifin Fuaddiansyah; Khoirul Saputra; Reyhan Rizano; Farrel Archie Nowitzky
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 10 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i10.4042-4048

Abstract

Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat memerlukan dukungan aksesibilitas dan sistem informasi yang memadai agar potensi wisata dapat dimanfaatkan secara optimal. Desa Wisata Cilimus masih menghadapi keterbatasan berupa belum tersedianya peta wisata terpadu, minimnya rambu penunjuk arah, serta rendahnya kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pemanfaatan teknologi digital. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas destinasi sekaligus memperkuat kapasitas mitra melalui pendampingan pemetaan wisata dan pengembangan sistem signage. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi, survei lapangan, pelatihan pemetaan dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dasar, penyusunan peta wisata cetak dan digital, perancangan rambu, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya basis data spasial objek wisata, draft peta wisata dalam format cetak dan digital, desain rambu wisata, serta meningkatnya pemahaman Pokdarwis terhadap pengelolaan informasi wisata berbasis data. Program ini memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan desa wisata yang lebih informatif, mudah diakses, dan berkelanjutan.