Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Wali Kelas Dalam Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Kelas II MIS Mathlaul Anwar 06 Pasir Nangka Cigudeg Bogor Evi Lestari; Aal Jalaludin; Abudzar Al-Ghifari
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 3 Nomor 2, September-Desember 2025
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v3i2.211

Abstract

This research focuses on the critical role of homeroom teachers in promoting student discipline, particularly in the learning process, to achieve optimal educational outcomes. A qualitative approach with a descriptive method was employed in this study. The subjects included the homeroom teacher and students at MI Mathlaul Anwar 06 Pasir Nangka. Data collection techniques involved observation, interviews, and documentation, while data analysis was carried out through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the strategies used by homeroom teachers include setting a positive example, consistently enforcing classroom rules, providing motivation, and applying persuasive methods or educational sanctions. Supporting factors for these strategies include cooperation with parents, collaboration with other teachers, and a conducive school environment. In contrast, inhibiting factors include students' lack of awareness regarding the importance of discipline and differences in family backgrounds. As a result, students' learning discipline improved, evidenced by better attendance, adherence to school rules, and increased engagement in lessons. This study underscores the vital role of homeroom teachers in fostering student learning discipline at the elementary school level.
IMPLEMENTASI THORIQOH MUBASYIROH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS 6 MADRASAH IBTIDAIYAH (Studi Kasus di Lingkungan Pesantren) Muhammad Zaky Perdana; Aal Jalaludin; M. Abu Sobirin
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3164

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) kerap dihadapkan pada tantangan berupa metode yang kurang komunikatif dan lingkungan berbahasa yang minim, sehingga siswa cenderung memandang bahasa Arab sebagai pelajaran yang sulit. Thoriqoh Mubasyiroh (Direct Method) ditawarkan sebagai alternatif dengan menekankan penggunaan bahasa target secara langsung tanpa perantara bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Thoriqoh Mubasyiroh, mendeskripsikan pengalaman belajar siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya pada siswa kelas 6 MI Darunnajah 2 Cipining, Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dipadukan dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, yaitu kepala madrasah, guru bahasa Arab kelas 6, serta tiga siswa yang mewakili kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thoriqoh Mubasyiroh diterapkan secara terstruktur melalui penggunaan bahasa Arab sebagai pengantar utama pada 70–80% waktu pembelajaran, didukung teknik demonstrasi, tanya jawab, role play, drill, permainan bahasa, dan storytelling. Pengalaman belajar siswa berkembang melalui tiga tahap afektif, dari rasa malu dan takut salah menuju kepercayaan diri, dengan peningkatan paling menonjol pada maharah al-kalam dan maharah al-istima'. Keberhasilan penerapan metode ditopang oleh sinergi dukungan institusional, lingkungan bi'ah lughowiyyah pesantren, dan fasilitas pembelajaran, meskipun masih dihadapkan pada hambatan berupa heterogenitas kemampuan siswa dan keterbatasan jam pelajaran. Penelitian ini memperluas kajian Thoriqoh Mubasyiroh pada jenjang pendidikan dasar berbasis pesantren yang selama ini belum banyak dieksplorasi.
EFEKTIVITAS MEDIA LAGU BERBAHASA INGGRIS TERHADAP PENGUASAAN KOSAKATA NOUNS DAN VERBS SISWA KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH (Studi Pre-Eksperimen One-Group Pretest-Posttest) Aisha Aranda; Aal Jalaludin; Nailil Muna Sholihah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3172

Abstract

Penguasaan kosakata merupakan fondasi awal kemampuan berbahasa Inggris siswa madrasah ibtidaiyah, namun pengamatan awal di kelas VB MI Darunnajah, Cigudeg, Bogor menunjukkan siswa masih keliru mengartikan kata kerja dan belum tepat mengeja kata benda dasar, sementara pembelajaran berlangsung dengan pola ceramah dan lembar kerja. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan awal penguasaan kosakata siswa, menguji perbedaan penguasaan kosakata sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis lagu, serta menelaah perubahan yang terjadi pada dimensi makna, ejaan, dan identifikasi kelas kata. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen One-Group Pretest-Posttest. Sampel ditetapkan melalui sampling jenuh, yaitu seluruh siswa kelas VB yang berjumlah 30 orang, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes objektif 25 butir yang mengukur pemahaman makna, ketepatan ejaan, dan identifikasi kelas kata pada kelompok kata benda dan kata kerja. Instrumen divalidasi melalui penilaian ahli dan memperoleh koefisien reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,814. Perlakuan diberikan dalam empat pertemuan berupa penyimakan lagu, pembedahan lirik, pengisian kata rumpang, dan pengelompokan kelas kata. Analisis dilakukan dengan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Wilcoxon Signed-Ranks. Rata-rata skor meningkat dari 72,73 menjadi 96,67, simpangan baku menyusut dari 20,127 menjadi 5,950, dan skor terendah naik dari 20,00 menjadi 76,00, dengan jumlah siswa berkategori sangat baik bertambah dari 9 menjadi 27 orang. Uji Wilcoxon menghasilkan Z = -4,567 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 sehingga H0 ditolak. Sebaran skor akhir memperlihatkan gejala ceiling effect yang menjadi catatan kalibrasi instrumen bagi penelitian sejenis.
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN BUDAYA MEMBACA SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MI DARUNNAJAH BOGOR Nezar Oktaviano; Aal Jalaludin; Fiki Indra Pratama
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3178

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan budaya membaca siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menelaah dampaknya terhadap perkembangan budaya membaca siswa Kelas IV MI Darunnajah 2 Cipining Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur kepada informan kunci, yaitu Guru Bahasa Indonesia, wali kelas, dan siswa Kelas IV, serta studi dokumentasi. Analisis data ditempuh melalui tahapan compiling, disassembling, reassembling, interpreting, dan concluding, sedangkan keabsahan data dikuatkan melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru mewujud dalam lima bentuk yang saling melengkapi, yaitu pemberian motivasi dan keteladanan guru; pembiasaan membaca terjadwal sebelum dan sesudah pembelajaran; pemanfaatan pojok baca dan perpustakaan; pendampingan individual disertai pemberian penghargaan; serta pemaduan nilai keislaman melalui bacaan kisah para nabi. Faktor pendukungnya meliputi kemauan dari dalam diri siswa, ketersediaan sarana literasi, dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambatnya mencakup keterbatasan koleksi bacaan, lemahnya inisiatif membaca mandiri, dan belum konsistennya pengelolaan pojok baca. Secara keseluruhan, strategi tersebut berdampak positif terhadap kemampuan dan kepercayaan diri siswa, minat dan kebiasaan membaca, serta sikap positif dan nilai spiritual siswa dalam membaca.