Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PROSES PENGOLAHAN BUAH KELAPA MENJADI TEPUNG KELAPA DI DESA COT SURUY KABUPATEN ACEH BESAR: PROCESSING OF COCONUT FRUIT INTO COCONUT FLOUR INCOT SURUY VILLAGE, ACEH BESAR DISTRICT Endiyani; Kemalawaty, Mulla; Irhami; Akbar, Yusran; Rosa, Elvrida
ROCE : Jurnal Pertanian Terapan Vol. 1 No. 1 (2024): JPT ROCE 1, 2024
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung kelapa (Coconut flour) ialah salah satu jenis bahan makanan dari daging buah kelapa yang diawetkan dan dikurangi kadar lemaknya di bawah kondisi udara sejuk. Pada pembuatan tepung kelapa digunakan buah kelapa yang tua berumur 11 bulan, berdaging tebal, sehingga menghasilkan rendemen yang tinggi dan cita rasa flavour  yang enak. Proses seasoning dengan membiarkan buah kelapa selama 3 – 4 minggu dapat dilakukan untuk menambah ketebalan daging buah, menurunkan kadar air, dan memudahkan pelepasan daging buah dari tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan buah kelapa menjadi tepung kelapa di Desa Cot Suruy Kabupaten Aceh Besar. Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium Politeknik Indonesia Venezuela Kecamatan Cot Suruy Kabupaten Aceh Besar. Alat – alat yang akan digunakan yaitu: Parang, Pemarut Kelapa, Wajan, Pengaduk, Panci/Baskom, Blender, Kompor, dan Ayakan.  Bahan – bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah daging Kelapa. Proses pengolahan tepung kelapa menjalani beberapa tahapan, yaitu: pembuatan testa, pencucian/pemotongan, perendaman daging buah kelapa, perebusan daging buah kelapa, penggilingan daging buah kelapa, pengeringan, penyangraian, penghalusan dan pengayakan serta pengemasan. Dari proses tersebut dapat dihasilkan produk tepung kelapa.
Sosialisasi Ilmu Budidaya Ikan Lele dalam Ember di Pekarangan Rumah Warga Gp. Beurawe, Kota Banda Aceh Hayati, Rahmah; Rahmiati, Rahmiati; Rosa, Elvrida; Fitri, Sri
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 1 (2023): March
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i1.149

Abstract

The resident was increased never be separated from the need for housing in the city. The land use was obtaining to make a house so that agricultural activities a difficult to carry out. These detentions were also experienced in the general public, especially in this service, the Gp. Beurawe society. This study aims to provide socialization to Gp. Beurawe society in Banda Aceh city for a catfish farming system in buckets using the aquaponics method. This system does not need to required land area, to a cheap, and easily system to everyone. This scheme was expected to be a solution to the problem of limited land, because the community around the service location has a condition of close to each other. Therefore, this community service activity needed to provide the better solution. This society activity apart from cultivating fish in buckets were a solution added for growing vegetables such as lettuce and mustard greens hydroponics system. The service method was carried out to provide education to the community at the Keuchik Office with assistance from a series of effective methods of distribution a bucket as well as hydroponic materials. The benefit of this services was obtaining knowledge for the people in Beurawe, especially around the City, regarding the application of the ''Budikdamber aquaponics'' system, namely fish farming in buckets in front of each house
Sosialisasi budidaya tanaman Brassica Rapa L. dengan metode water culture system (WCS) di Kuta Alam, Banda Aceh Hayati, Rahmah; Rahmiati, Rahmiati; Rosa, Elvrida; Usman, Usman; Rahly, Fawwa
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 3 (2023): September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v2i3.231

Abstract

Metode Water Culture System (WCS) cocok diterapkan bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Dalam metode WCS, larutan nutrisi dan media tanam perlu diperhatikan. Saat ini masyarakat Kota Banda Aceh terutama di Kecamatan Kuta Alam masih banyak belum mengenal metode WCS untuk budidaya tanaman Brassica rapa L. (Pokcoy). Kegiatan pengabdian bertujuan untuk sosialisasi mengenai metode WCS di Kuta Alam, Banda Aceh. Teknik budidaya tanaman dengan metode water culture sytem (WCS) dilakukan dengan membandingkan penanaman metode DFT (deep flow technicue). Sistem WCS adalah teknik menanam tanaman holtikultura yang dimasukan kedalam Styrofoam yang sudah berisi netpot dan juga kolam yang sudah berisi air dan dicampuri oleh larutan nutrisi serta pompa celup yang dapat memberikan berikan oksigen ke dalam tanaman, yang berperan penting terhadap pertumbuhan tanaman untuk mencegah akar tanaman mengalami pembusukan. Arah pompa celup dibuat searah dengan jarum jam (kanan). Hal ini dilakukan untuk menjaga stimulasi peredaran oksigen. Mesin pompa celup yang terpasang dengan benar sebagai penyedot agar tidak masuk kedalam melainkan kearah luar, adanya gelembung-gelembung udara pada kolam yang menandakan terjadi proses penarikan oksigen dari luar ke dalam kolam tanaman pokcoy. Penggunaan sistem WCS sangat memberikan dampak yang baik bagi Ibu-ibu PKK karena dapat dilakukan oleh siapapun dan bersifat mudah serta ramah lingkungan. Hal ini merupakan alternatif menuju tercapainya suatu kondisi pertanian yang menyenangkan di Kota Beurawe Banda Aceh.
Pendampingan Multipihak Penyusunan Masterplan Kawasan Pertanian Berbasis Zonasi dan Agroklimat Untuk Penguatan Ketahanan Pangan Daerah Yeni, Elfa; Rosa, Elvrida; Akmal, Nurul; Hidayat, Fadlan
Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Beujroh : Jurnal Pemberdayaan dan Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/beujroh.v4i1.815

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan melalui pendampingan multi-pemangku kepentingan dalam mengembangkan rencana induk kawasan pertanian terpadu berdasarkan kesesuaian lahan, zonasi, dan kondisi agroklimat. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim dosen Universitas Serambi Mekkah bekerjasana dengan Bappeda Kabupaten Aceh Besar yang melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, perwakilan kelompok tani dari 23 kecamatan, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Kegiatan dilaksanakan melalui pendampingan partisipatif, integrasi data, fasilitasi analisis spasial, dan penyelarasan kebijakan dengan dokumen perencanaan daerah. Program ini menghasilkan peningkatan pemahaman pemangku kepentingan tentang zonasi pertanian, fungsi zona penyangga, dan risiko terkait iklim, serta produksi dokumen rencana induk kawasan pertanian sebagai hasil utama pengabdian masyarakat. Kegiatan ini mendukung perencanaan pertanian berbasis bukti dan ketahanan pangan daerah.