UMKM rumah makan memiliki peranan strategis dalam menopang perekonomian lokal, tidak hanya sebagai penyedia layanan kuliner bagi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja serta perputaran bahan baku dari sektor hulu. Meskipun demikian, banyak UMKM kuliner menghadapi berbagai kendala operasional, seperti proses produksi yang kurang efisien dan ketidakstabilan kualitas hidangan yang disajikan. Penelitian ini dilakukan di RM. Minang Asli yang berlokasi di Jl. Setia Budi No.115, Tanjung Sari, Medan, dengan tujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang muncul di dapur, menelaah pola pengelolaan persediaan bahan baku, serta memahami mekanisme yang digunakan untuk menjaga konsistensi kualitas masakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus yang meliputi observasi langsung terhadap aktivitas dapur, wawancara mendalam dengan pemilik dan karyawan, serta peninjauan dokumen seperti catatan pembelian dan data penjualan. Hasil penelitian mengungkap adanya pemborosan waktu dalam tahap penyiapan bahan, sistem pengaturan stok yang belum tertata dan terdokumentasi secara optimal, serta ketidakkonsistenan rasa dan porsi antar shift kerja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP dapur yang lebih terstruktur, penerapan metode manajemen persediaan yang sistematis, pelaksanaan pelatihan rutin mengenai standar resep dan kebersihan, serta pemanfaatan pencatatan digital guna mempermudah pemantauan stok maupun transaksi penjualan. Implementasi langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menekan potensi kesalahan, dan menghasilkan kualitas hidangan yang lebih konsisten.