Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : DINTEK

METODE HITUNGAN KAPASITAS DUKUNG ULTIMATE PONDASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA UJI CPT Hermanto, Joni; Shandy, Sary; Said, Mohammad
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.332 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi merupakan bangunan utama suatu konstruksi yang harus dirancang lebih kokoh, agar dapat mendukung beban superstrukstur. Kapasitas dukung tanah dapat ditentukan dengan cermat berdasarkan hasil uji data pengujian lapangan, berupa CPT dan SPT. Perencanaan tipe pondasi harus disesuaikan dengan pembebanan, perilaku lapisan tanah, dan jenis pembebanan yang bekerja. Hasil uji ini dikorelasikan dengan persamaan empiris (persamaan Schmertmann, 1978), sehingga dapat diperoleh nilai kapasitas dukung ujung ultimateqbu yang bekerja pada ujung tiang. Hasil hitungan kapasitas dukung pondasi qu lokasi Bandara Sultan Babullah Kota Ternate mengacu pada persamaan Schmertmann (1978), masing-masing lajur memanjang dan bujur sangkar sebesar 16,474 kg/cm2 dan 28,051 kg/cm2. Hasil hitungan data pemeriksaan CPT untuk qc1 mengacu pada L + 0,7B sampai L + 4B dan qc2 dengan L sampai L – 8B yang variasi nilai qbu dipengaruhi oleh kedalaman tanah keras/panjang tiang pancang rencana.   
METODE HITUNGAN KAPASITAS DUKUNG ULTIMATE PONDASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA UJI CPT Hermanto, Joni; Shandy, Sary; Said, Mohammad
DINTEK Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.332 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi merupakan bangunan utama suatu konstruksi yang harus dirancang lebih kokoh, agar dapat mendukung beban superstrukstur. Kapasitas dukung tanah dapat ditentukan dengan cermat berdasarkan hasil uji data pengujian lapangan, berupa CPT dan SPT. Perencanaan tipe pondasi harus disesuaikan dengan pembebanan, perilaku lapisan tanah, dan jenis pembebanan yang bekerja. Hasil uji ini dikorelasikan dengan persamaan empiris (persamaan Schmertmann, 1978), sehingga dapat diperoleh nilai kapasitas dukung ujung ultimateqbu yang bekerja pada ujung tiang. Hasil hitungan kapasitas dukung pondasi qu lokasi Bandara Sultan Babullah Kota Ternate mengacu pada persamaan Schmertmann (1978), masing-masing lajur memanjang dan bujur sangkar sebesar 16,474 kg/cm2 dan 28,051 kg/cm2. Hasil hitungan data pemeriksaan CPT untuk qc1 mengacu pada L + 0,7B sampai L + 4B dan qc2 dengan L sampai L ? 8B yang variasi nilai qbu dipengaruhi oleh kedalaman tanah keras/panjang tiang pancang rencana.   
STUDI KORELASI POROSITAS BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON RATA- RATA MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU ANGUS Shandy, Sary; Hermanto, Joni
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.665 KB)

Abstract

Agregat kasar yang berongga atau banyak memiliki pori akan mengakibatkan nilai porositas beton menjadi besar, karena rongga atau pori dari agregat kasar tersebut akan menyerap air yang berada disekelilingnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan agregat kasar yang berongga (batu angus), hubungan porositas beton terhadap nilai kuat tekan beton rata-rata dengan strudi ekperimen yang dilakukan pada laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Penelitian diawali dengan persiapan material agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar dan halus untuk beton normal diambil dari desa Tabanga. Sedangkan untuk agregat kasar beton poros diambil dari kelurahan Kulaba. Pengujian karakteristik masing-masing material kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15x30 cm. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa semakin besar penggunaan agrgat yang mengandung pori (batu angus) pada beton maka semakin menurunkan nilai kuat tekan beton. Pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan agregat kasar batu Angus Kuat tekan tertinggi yang terjadi pada pada umur rencana 3 hari sebesar 18.34 Mpa, umur rencana 7 hari sebesar 7.84 Mpa, umur rencana 14 sebesar 8.18 Mpa, umur rencana 21 hari sebesar 12.28 Mpa, dan umur rencana 28 hari sebesar 9.35 Mpa, Penurunan nilai kuat tekan dikarenakan terdapatnya banyak pori pada agregat yang digunakan, sehingga mengakibatkan banyak rongga dan menurunkan kekuatan dari benda uji tersebut. Penurunan nilai kuat tekan beton rata-rata jika dibandingkan dengan beton normal adalah sebesar 76,35%.
STUDI KORELASI POROSITAS BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON RATA- RATA MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU ANGUS Sary Shandy; Joni Hermanto
DINTEK Vol 12 No 1 (2019): Dintek Volume 12 Nomor 1 Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.665 KB)

Abstract

Agregat kasar yang berongga atau banyak memiliki pori akan mengakibatkan nilai porositas beton menjadi besar, karena rongga atau pori dari agregat kasar tersebut akan menyerap air yang berada disekelilingnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan agregat kasar yang berongga (batu angus), hubungan porositas beton terhadap nilai kuat tekan beton rata-rata dengan strudi ekperimen yang dilakukan pada laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Penelitian diawali dengan persiapan material agregat kasar dan agregat halus. Agregat kasar dan halus untuk beton normal diambil dari desa Tabanga. Sedangkan untuk agregat kasar beton poros diambil dari kelurahan Kulaba. Pengujian karakteristik masing-masing material kemudian dilanjutkan dengan pembuatan benda uji silinder dengan dimensi 15x30 cm. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa semakin besar penggunaan agrgat yang mengandung pori (batu angus) pada beton maka semakin menurunkan nilai kuat tekan beton. Pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan agregat kasar batu Angus Kuat tekan tertinggi yang terjadi pada pada umur rencana 3 hari sebesar 18.34 Mpa, umur rencana 7 hari sebesar 7.84 Mpa, umur rencana 14 sebesar 8.18 Mpa, umur rencana 21 hari sebesar 12.28 Mpa, dan umur rencana 28 hari sebesar 9.35 Mpa, Penurunan nilai kuat tekan dikarenakan terdapatnya banyak pori pada agregat yang digunakan, sehingga mengakibatkan banyak rongga dan menurunkan kekuatan dari benda uji tersebut. Penurunan nilai kuat tekan beton rata-rata jika dibandingkan dengan beton normal adalah sebesar 76,35%.
KARAKTERISTIK KUAT BETON NORMAL DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH TEMPURUNG KENARI PULAU MAKIAN Sary Shandy; Joni Hermanto
DINTEK Vol 14 No 1 (2021): Vol. XIV No. 1 Maret 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton adalah suatu material bangunan yang diperoleh dari pencampuran agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), atau jenis agregat lain dan air, dengan semen Portland atau semen hidrolik yang lain. 70% - 75% masa beton diisi oleh agregat. Sebagai bahan konstruksi yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia, penggunaan sumber daya alam dalam jumlah yang besar pada industri beton tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu alternatif penggunaan bahan yang dapat mengurangi pemakaian material alam dalam jumlah besar. Kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia bagian timur. Tempurung kenari memiliki sifat yang unik, sangat sulit terurai dan membutuhkan bertahun-tahun untuk rusak. Pemanfatan limbah tempurung kenari diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi bahan di daerah Maluku Utara khususnya dalam pembuatan beton sehingga penggunaan material alam dalam jumlah yang besar diharapkan dapat ditekan. Besarnya nilai persentase penambahan tempurung kenari yang dipakai dalam penelitian ini adalah 2%, 3%, dan 4% dari berat total agregat kasar. Penelitian dilakukan terhadap kuat tekan beton silinder ukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 40 buah. Dari hasil pembahasan dan analisa didapat nilai hasil uji kuat tekan sesuai dengan mutu yang direncanakan, yaitu K-175 atau 14,53 MPa, dimana setiap umur rencana dengan nilai 16,33 MPa di umur 3 hari, 17,62 MPa di umur 7 hari, 17,94 MPa di umur 14 hari, 18,33 MPa di umur 21 hari, dan 18,45 MPa di umur 28 hari. Dan untuk kuat tekan dengan penambahan 5,69 MPa di umur 3 hari, 8,60 MPa di umur 7 hari, 9,11 MPa di umur 14 hari, 9,27 MPa di umur 21 hari, dan 11,12 MPa di umur 28 hari. nilai kuat tekan beton dengan penambahan tempurung kenari sebesar 3% (BK3) yaitu 5,09 MPa di umur 3 hari, 5,72 MPa di umur 7 hari, 6,56 MPa di umur 14 hari, 7,50 MPa di umur 21 hari, dan 9,03 MPa di umur 28 hari. Dan nilai kuat tekan beton dengan penambahan tempurung kenari sebesar 4% (BK4) yaitu 8,43 MPa di umur 3 hari, 8,86 MPa di umur 7 hari, 9,17 MPa di umur 14 hari, 10,44 MPa di umur 21 hari, dan 10,64 MPa di umur 28 hari.
ANALISA TEGANGAN PADA PELAT DENGAN MENGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (Studi Kasus Pelat Konsol) Sary Shandy
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini, telah memunculkan berbagai jenis struktur Pelat yang rumit misalnya pada struktur jembatan, pesawat terbang, bangunan, dan produk industri lainnya. Pada analisa struktur yang demikian kompleks, metode eksak akan sulit digunakan. Kompleksitas struktur tersebut menyangkut beberapa hal, antara lain: kerumitan bentuk struktur yang kerap kali tidak simestris, karakteristik material yang nonlinier, dan kondisi pembebanan yang rumit. Metode Elemen Hingga adalah suatu teknik khusus pendekatan fungsi solusi dengan elemen. Berdasarkan konsep dari Metode Elemen Hingga, yaitu proses Diskritisasi, maka suatu sistem akan di bagi-bagi menjadi elemen-elemen yang lebih kecil. Perhitungan menggunakan metode ini lebih cepat, namun membutuhkan ketelitian dalam menggunakannya. Studi titik dengan menganalisa Pelat yang mempunyai tebal 20 cm, panjang bentang 3,6 m dan lebar bentang 1,5 m, dengan tumpuan jepit di sala satu sisi dan bebas pada sisi yang berhadapan dengan tumpuannya. Ketelitian dengan menggunakan metode ini sangat tergantung pada pengambilan jumlah elemen pengganti dari suatu struktur yang ditinjau. Makin banyak jumlah elemen yang digunakan tingkat ketelitian semakin besar. Adapun hasil perhitungan dengan Metode Elemen Hingga diperoleh tegangan maksimum adalah sebesar 2976369,99 kg/cm2. Dan demgan metode Analitis sebesar 2977489 kg/cm2. Persentase selisih hasil kedua metode adalah sebesar 11,13%.
METODE HITUNGAN KAPASITAS DUKUNG ULTIMATE PONDASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA UJI CPT: Joni Hermanto1),,SaryShandy2),Mohammad Said 3) Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Hermanto, Joni; Shandy, Sary; Said, Mohammad
DINTEK Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Dintek Vol 11 No. 2 September 2018
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.332 KB)

Abstract

ABSTRAK Pondasi merupakan bangunan utama suatu konstruksi yang harus dirancang lebih kokoh, agar dapat mendukung beban superstrukstur. Kapasitas dukung tanah dapat ditentukan dengan cermat berdasarkan hasil uji data pengujian lapangan, berupa CPT dan SPT. Perencanaan tipe pondasi harus disesuaikan dengan pembebanan, perilaku lapisan tanah, dan jenis pembebanan yang bekerja. Hasil uji ini dikorelasikan dengan persamaan empiris (persamaan Schmertmann, 1978), sehingga dapat diperoleh nilai kapasitas dukung ujung ultimateqbu yang bekerja pada ujung tiang. Hasil hitungan kapasitas dukung pondasi qu lokasi Bandara Sultan Babullah Kota Ternate mengacu pada persamaan Schmertmann (1978), masing-masing lajur memanjang dan bujur sangkar sebesar 16,474 kg/cm2 dan 28,051 kg/cm2. Hasil hitungan data pemeriksaan CPT untuk qc1 mengacu pada L + 0,7B sampai L + 4B dan qc2 dengan L sampai L – 8B yang variasi nilai qbu dipengaruhi oleh kedalaman tanah keras/panjang tiang pancang rencana.