Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIFITAS PENGURANGAN RASA NYERI PADA IBU BERSALIN KALA I DENGAN METODE MASSAGE EFFLEURAGE DAN ABDOMINAL LIFTING Djuaeriah, Ryka; Susanti, Dyeri; Nuraeni, Rani; Azmi, Ridha
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v15i2.152

Abstract

Nyeri persalinan merupakan kondisi fisiologis yang secara umum akan dialami oleh hampir semua ibu yang akan melahirkan. Rasa nyeri persalinan dapat berkurang bila dilakukan dengan massage euffleurage dan abdominal lifting. Teknik ini merupakan salah satu pengurangan rasa nyeri persalinan non farmakologi yang dilakukan pada ibu dalam kala I fase aktif persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas massage euffleurage dan abdominal lifting terhadap pengurangan rasa nyeri persalinan. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan two group pretest dan post test. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di PMB "I" Kota Cimahi. Metoda pengumpulan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pengumpulan data menggunakan skala intensitas nyeri Face Rating Scale pada saat pretest sebelum dilakukan intervensi dan post test setelah dilakukan intervensi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney . Hasil penelitian didapatkan  rata-rata nyeri persalinan sebelum massage euffleurage 7,75 dan abdominal lifting 8,80 sedangkan hasil sesudah dilakukan massage euffleurage rata-rata skala nyeri 3,35 dan abdominal lifting 6,00. Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat efektifitas massage euffleurage dan abdominal lifting terhadap pengurangan skala nyeri persalinan kala I fase aktif dengan nilai p 0,000. Diharapkan responden dan tenaga kesehatan dapat mengaplikasikan massage euffleurage dan abdominal lifting dalam persalinan agar dapat membantu mengurangi nyeri yang dirasakan selama persalinan sehingga dapat meningkatkan kenyamanan ibu. Kata Kunci : Nyeri kala I persalinan, Massage euffleurage, abdominal lifting
Teknik Olah Pernapasan Senam Tera dalam upaya menurunkan tingkat kecemasan Ibu Hamil di RW 07 Leuwigajah Cimahi Juaeriah, Ryka; Yuliana, Yuliana; Dyeri Susanti; Widya Putriastuti; Sri Wahyuni
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v4i1.870

Abstract

Menurut WHO (2020) sekitar 10% ibu hamil mengalami depresi dan kondisi ini lebih tinggi terjadi pada negara berkembang yaitu mencapai 15,6% selama kehamilan dan 19,8% setelah melahirkan. Pada trimester III kecemasan yang dirasakan ibu hamil semakin meningkat dikarenakan persalinan yang semakin dekat dan bayangan negatif tentang persalinan seperti ketakutan tidak bisa melahirkan, nyeri persalinan atau komplikasi yang tidak terduga. Ibu hamil yang mengalami kecemasan membutuhkan upaya untuk menurunkannya. Ibu hamil dengan kecemasan akan meningkatkan kejadian preeklamsia sampai 7,84 kali lipat sehingga jika tidak segera ditangani akan berdampak pada kesejahteraan ibu dan bayi. Salah satu jenis senam yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah senam pernapasan tera. Senam tera merupakan olahraga pernapasan yang dipadu dengan gerak dan diadopsi dari senam Tai Chi. Seluruh gerakan pada senam tera dapat menurunkan kecemasan (ansietas), stress, dan menurunkan tingkat depresi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan dengan pemberian senam pernapasan tera. Pengabdian masyarakat dilakukan di RW 07 Leuwigajah kepada 10 orang ibu hamil. Sebelum intervensi, diketahui bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 7 orang (70%) dan sebagian kecil mengalami tingkat kecemasan berat sebanyak 3 orang (30%). Setelah ibu hamil mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bersama tim pengabdi dan melakukan senam tera terjadi penurunan tingkat kecemasan yaitu sebanyak 8 orang (80%) menjadi tidak cemas dan 2 orang (20%) dengan kecemasan ringan. Kesimpulan kegiatan olah pernapasan  senam  tera  dapat  menurunkan  tingkat  kecemasan  dalam       menghadapi persalinan pada ibu hamil. Ibu hamil dapat melakukan olah pernapasan senam tera sebagai salah satu penatalaksanaan dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil menghadapi persalinan.  
Pemberdayaan Kegiatan Kelas Ibu Balita Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pemantauan Tumbang Anak Dengan Aplikasi Beraksi Di Wilayah Kerja Melong Asih Fatonah HS, Sofa; Dyeri Susanti; Ryka Juaeriah; Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i5.1689

Abstract

Proses tumbuh kembang yang merupakan interkasi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal dari bapak dan ibu, sedangkan faktor lingkungan yang merupakan lingkungan biologis, fisik, psikologis dan sosial. Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang  mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya. Program BERAKSI memberikan penawaran untuk deteksi awal stunting menggunakan aplikasi pada Smartphone yang dapat digunakan dengan mudah dan sewaktu-waktu oleh orang tua, kader, dan tenaga kesehatan. Program BERAKSI juga dilengkapi dengan tampilan stimulasi perkembangan, menu nutrisi gizi seimbang, dan parenting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Program BERAKSI dapat digunakan pada kegiatan POSYANDU sehingga memudahkan para kader untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada orang tua. dibimbing oleh fasilitator. setelah intervensi sebagian besar 18 orang (72%) berpengetahuan baik dan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden 20 orang (80%) memiliki keterampilan baik dalam pemantauan melalui aplikasi BERAKSI
PENERAPAN VIDEO SENAM HAMIL UNTUK MENGATASI NYERI PINGGANG TRIMESTER III PADA ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. ‘H’ G1P0A0 DI PMB “I” KOTA CIMAHI UTARA TAHUN 2022 Aulia Citra , Ershy; Susanti , Dyeri; Dariah , Isti
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 3 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Agustus-Oktober
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamiah dan normal, pada sebagian ibu hamil mengalami perubahan ketidaknyaman trimester III selama kehamilan. Nyeri pinggang pada ibu hamil dapat disebabkan karena meningkatnya perkembangan janin selama trimester dan mengangkat beban yang berlebihan. Pada kehamilan trimester ketiga ibu hamil juga dapat mengalami kelelahan yang mengakibatkan sulit tidur. Menurut data di PMB “I” ditemui sebanyak 10 orang ibu hamil mengalami keluhan nyeri pinggang. Penanganan yang dilakukan dapat berupa penerapan video senam hamil. Asuhan ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan komprehensif dengan mengetahui intensitas rasa nyeri dan memberikan efek alternatife setelah dilakukan senam hamil. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif melalui studi kasus dengan cara melakukan pengkajian sampai memberikan asuhan kehamilan. Subjek penelitian yaitu Ny.H dengan keluhan nyeri pinggang dan diberikan intervensi berupa video senam hamil. Hasil studi kasus yaitu dilakukan asuhan senam hamil selama ±1 minggu diberikan secara langsung di praktik bidan mandiri dan kunjungan rumah sebanyak 1 kali serta pemantauan melalui media sosial (whatsapp) dilakukan 2-3 hari sekali dengan durasi ±15 menit secara rutin. Kesimpulan studi kasus yaitu setelah dilakukan pemberian asuhan senam hamil selama satu minggu intensitas pada nyeri pinggang berkurang, ibu merasa lebih rileks dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari, dan efektivitas tidur lebih nyaman sehingga rasa nyeri berkurang. Saran studi kasus yaitu diharapkan dapat menjadi masukan maupun evaluasi untuk meningkatkan pelayanan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan ketidanyamanan trimester III nyeri pinggang.
PERAN IBU DALAM PDKTBANG DENGAN SIAP BERAKSI (Pemeriksaan Deteksi dini Tumbuh Kembang dengan Sistem Aplikasi BERAKSI) Fatonah, Sofa; Susanti, Dyeri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Desember 2025 - Februari 2026
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses perkembangan anak terdapat masa-masa kritis, dimana masa tersebut diperlukan suatu stimulasi yang berfungsi agar potensi anak berkembang. Perkembangan anak akan optimal jika terdapat interaksi sosial yang sesuai dengan   kebutuhan   anak   diberbagai   tahap   perkembanganya. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal tidak hanya didasari oleh aspek-aspek pertumbuhan, tapi juga harus memperhatikan aspek perkembangan seperti perkembangan motorik, komunikasi, emosi, sosial, dan tingkah laku. Pemantauan terhadap aspek perkembangan   belum   terlalu   dikenal di masyarakat umum, padahal aspek-aspek perkembangan juga sama pentingnya dengan aspek pertumbuhan pada seorang anak. System aplikasi BERAKSI dengan sasaran ibu anak pra sekolah TK Islam Plus Al Muhaajir, tujuan pengabdian masyarakat untuk mengetahui peran ibu dalam pemeriksaan Deteksi Dini tumbuh Kembang dengan aplikasi BERAKSI dan kesadaran ibu sehingga ibu dapat berperan aktif dalam pemantauan deteksi dini tumbuh kembang anak. Peran ibu dalam pemeriksaan deteksi dini Sebagian besar Cukup 22 orang (40,3%) dan perkembangan dengan Aplikasi BERAKSI Sebagian besar Sesuai 55 orang (88,71%).
DETEKSI DINI KECEMASAN PADA ASUHAN KEBIDANAN MASA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN MASA NIFAS NY. A G2P1A0 DI KLINIK “A” KABUPATEN BANDUNG Eka Alia Agustina; Dyeri Susanti; Damai Yanti; Yosi Oktri
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v12i1.2190

Abstract

Pregnancy involves normal physiological changes that are often accompanied by psychological responses, one of which is anxiety, particularly during the third trimester. Unmanaged anxiety, combined with limited support from the husband or family, may negatively affect maternal and fetal health, the childbirth process, and the postpartum period. This study aimed to identify anxiety early and implement appropriate midwifery interventions to prevent potential complications. A descriptive case study with an observational approach was conducted on Mrs. “A” (G2P1A0), starting at 36 weeks of gestation and continuing through labor, the postpartum period, newborn care, and contraceptive counseling. Anxiety levels were assessed using the Taylor Manifest Anxiety Scale (T-MAS). Midwifery interventions included health education, counseling, therapeutic communication, prenatal yoga exercises, and breathing relaxation techniques. Prior to the intervention, the T-MAS score indicated moderate anxiety, mainly influenced by limited spousal presence and insufficient family support. Anxiety increased during labor due to the indication for cesarean section, and during the postpartum period due to family pressure related to infant feeding practices. After structured and continuous interventions, anxiety levels decreased to a mild category. The pregnancy, delivery, and postpartum period proceeded without complications. These findings indicate that early psychological screening combined with holistic midwifery care is effective in reducing anxiety and supporting maternal and neonatal well-being.
Model Intervensi Senam Tera untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Psikologis pada Ibu Nifas Yuliana Yuliana; Dyeri Susanti; Widya Putriastuti; Ryka Juaeriah; Endah Sri Lestari
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i2.1464

Abstract

Masa nifas merupakan periode yang rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi postpartum yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Upaya deteksi dini dan pencegahan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan mental ibu nifas. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah skrining menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) serta intervensi non-farmakologi berupa senam tera yang berfungsi meningkatkan relaksasi dan kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Research) dengan metode partisipatif dan edukatif yang melibatkan ibu nifas, keluarga, dan tenaga kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di TPMB “LK” Kabupaten Bandung dengan sasaran 17 ibu nifas (0-42 hari postpartum). Evaluasi dilakukan melalui hasil skrining dan observasi perubahan pemahaman serta respon peserta terhadap kegiatan. Hasil skrining menunjukkan seluruh responden 17 orang (100%) memiliki skor EPDS < 13 yang mengindikasikan tidak adanya gangguan psikologis yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa secara umum kondisi psikologis ibu nifas pada saat pelaksanaan kegiatan berada dalam keadaan stabil. Hasil ini didukung dari wawancara kepada responden yang menyampaikan bahwa peran suami dan keluarga terdekat dalam membantu dan berbagi tugas selama periode masa nifas, seperti membantu memandikan bayi, mengganti popok, menemani begadang, membantu pekerjaan rumah tangga, memasak dan lain lain. Senam tera dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi sederhana, murah, dan efektif dalam mendukung kesehatan mental ibu nifas, serta dapat diintegrasikan dalam pelayanan kebidanan berbasis komunitas.
Improving Community Health Workers’ Knowledge in Early Stunting Detection Through Anthropometric Training and The Beraksi Application Dyeri Susanti; Selvi Putri Octaviani; Tazkihatun Nufush
Jurnal Kesehatan Budi Luhur: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 18 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v18i2.431

Abstract

Stunting remains a critical public health issue that impairs child growth and development. In Cibeber sub-district, 6.83% of the total 1,339 preschool‐aged children were stunted, with the highest rates observed in RW 08 (38 children), RW 06 (32), and RW 03 (22). According to Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2/2020, stunting is defined as a height-for-age z-score below –2 SD. This study aimed to evaluate whether anthropometry training using the mobile application BERAKSI can improve community health workers’ knowledge of early stunting detection. Employing a descriptive quantitative design with a pre-test–post-test, we involved all 18 community health workers from Posyandu Rose A and B in RW 08, Cibeber. Pre-training, 56% (10) of community health workers demonstrated good knowledge, 33% (6) fair, and 11% (2) poor. Post-training, all community health workers (100%) achieved good knowledge. The findings indicate that comprehensive anthropometry training, combined with application-based guidance, significantly enhances community health workers’ knowledge. For accurate growth surveillance and record keeping in maternal–child health books, community health workers must possess standardized anthropometric skills and proficiency.
PEMANFAATAN VIDEO SENAM HAMIL DALAM MENGURANGI RASA NYERI PERUT BAGIAN BAWAH PADA NY "M" G2P1A0 DI PMB N TAHUN 2024 Melda - Sonya; Dyeri - Susanti; Widya Purtiastuti; Yosi Oktri
Health Idea Vol 4, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Ide Insan Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri perut bagian bawah selama trimester III kehamilan terjadi pada minggu ke-28 hingga ke-40 dan bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi ibu dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan senam untuk ibu hamil yang membantu memperkuat otot perut dan panggul. Metode penelitian asuhan ini adalah dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi dengan subjek asuhan kebidanan yaitu Ny.“M” usia kehamilan 34 minggu sampai dengan KB. Ny.“M” mengalami keluhan nyeri pada perut bagian bawah saat usia kehamilan 35 minggu atau pada trimester III di PMB N. Penulis memberikan asuhan senam hamil berupa pemanfaatan video.  Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pemberian intervensi 3 kali dalam seminggu dengan durasi 3 menit mampu mengurangi nyeri perut bagian bawah yang dirasakan ibu. Simpulan pada studi kasus ini yaitu terdapat kesesuaian antara teori dan praktik pada asuhan kebidanan. Saran nya, hasil dari studi kasus ini diharapkan menjadi masukan dan acuan pemanfaatan teknologi dalam pemberian asuhan berupa pemberian video senam hamil sebagai media intervensi untuk mengatasi permasalahan kehamilan, khususnya pada trimester III dengan ketidaknyamanan nyeri perut bagian bawah. Kata Kunci: nyeri perut; video; senam hamil