Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAI Terintegrasi Trauma Healing: Penguatan Karakter Islami Anak Korban Bencana di SDN 2 Tualang Cut Aceh Tamiang Adrian Yudabangsa; Muhammad Ashadi Rasyad; Muhammad Furqan; Assya Syahnaz; Amirul Haq RD; Ammar Zaki; Helmi Ghoffar
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1582

Abstract

Aceh Tamiang Regency, especially Manyak Payed District, is one of the areas affected by the flood disaster that left a deep psychological impact on school-age children, including trauma, anxiety, and loss of motivation to learn. This community service activity aims to implement an integrated Islamic Religious Education (PAI) approach to trauma healing to strengthen Islamic character while supporting the psychosocial recovery of disaster victims at SDN 2 Tualang Cut, Aceh Tamiang. The program is implemented through three systematic stages, namely planning, implementation, and monitoring. The implementation stage includes five integrated activities, namely Islamic storytelling, light dialogue sessions, joint prayers, distribution of ATK packages and nutritious snacks, and creative expression. A total of 120 students in grades I, II, and III were involved in this program which was funded by the PKM Disaster Emergency Response Program of Samudra University. Data was collected through observation and interviews with classroom teachers and principals. The monitoring results showed significant positive changes in students' psychosocial conditions, where children who previously seemed moody and unmotivated became more cheerful, active in learning, and more socially interactive. These findings prove that the integration of PAI and trauma healing provides a holistic and effective approach in post-disaster recovery, touching the spiritual, emotional, and social dimensions of children at the same time, and has the potential to be a model that can be replicated by educational institutions in disaster-prone areas.
Guru Ideal dalam Perspektif Az-Zarnuji: Kontekstualisasi Kitab Ta'lim al-Muta'allim dengan Kompetensi Guru di Era Modern Adrian Yudabangsa
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i2.266

Abstract

Guru menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan, dan di Indonesia kompetensinya telah diatur secara formal melalui Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 dan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 ke dalam empat domain: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Namun, gagasan tentang guru ideal sesungguhnya telah lama dibahas dalam tradisi keilmuan Islam, salah satunya melalui kitab klasik Ta'lim al-Muta'allim Thariq al-Ta'allum karya Syekh Burhanuddin Az-Zarnuji, yang hingga kini masih menjadi rujukan utama di pesantren-pesantren Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep guru ideal dalam kitab tersebut dan mengontekstualisasikannya dengan empat kompetensi guru versi regulasi modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dan analisis isi (content analysis) secara deskriptif-kualitatif, mengikuti alur reduksi data, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan model Miles & Huberman. Sumber data primer adalah kitab Ta'lim al-Muta'allim edisi terjemahan Aliy As'ad, dengan sumber sekunder berupa regulasi pendidikan nasional dan literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep guru ideal Az-Zarnuji, yang dirumuskan melalui sifat al-a'lam, al-awra', dan al-asann, memiliki relevansi kuat dengan keempat kompetensi guru kontemporer: sifat wara', sabar, dan ikhlas selaras dengan kompetensi kepribadian; prinsip tadarruj dan muraja'ah selaras dengan kompetensi pedagogik; adab pergaulan dan kewibawaan sosial selaras dengan kompetensi sosial; serta penguasaan keilmuan mendalam dan semangat belajar sepanjang hayat selaras dengan kompetensi profesional. Penelitian ini juga menemukan bahwa dalam pandangan Az-Zarnuji, keempat kompetensi tersebut bersifat holistik dan saling terkait, berbeda dari pendekatan regulasi modern yang cenderung memperlakukannya sebagai domain terpisah. Temuan ini menegaskan bahwa khazanah pendidikan Islam klasik tetap relevan untuk memperkaya pengembangan profesionalisme guru di era kontemporer, khususnya dalam memperkuat dimensi moral-spiritual yang kerap terpinggirkan oleh pendekatan regulasi yang bersifat teknis-administratif.