Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAGING AI-DRIVEN DIGITAL TRANSFORMATION IN VOCATIONAL EDUCATION: A JURIDICAL PERSPECTIVE ON ACADEMIC DIGITALIZATION Supriyatno Supriyatno; Marsinah Marsinah; Fitria Marisya; M Bambang Purwanto
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah -
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/esha.v12i1.1808

Abstract

The rapid advancement of digital technology has driven higher education institutions, particularly vocational education, to adopt Artificial Intelligence (AI) in academic management and learning systems. While AI offers efficiency and data-driven decision-making, its implementation raises managerial and legal challenges, especially regarding data protection and accountability. This study employed a descriptive qualitative approach using library research. Data were collected from reputable international journals, academic books, policy reports, and Indonesian legal documents related to education management, AI, and digital governance. The analysis was conducted using descriptive-analytical techniques, synthesizing managerial, technological, and legal perspectives. The findings indicate that AI-based digital transformation enhances the effectiveness of vocational education management, including learning personalization, academic evaluation, and administrative services. However, the use of AI also introduces potential risks such as algorithmic bias, over-reliance on digital systems, and vulnerability of students’ personal data. From a legal perspective, the implementation of AI in vocational education must be aligned with Indonesian regulations, particularly the Personal Data Protection Act and the Electronic Information and Transactions Act. The study concludes that successful digital transformation in vocational education requires an integrated framework that combines adaptive management, responsible AI use, and robust legal compliance to protect students’ rights and ensure sustainable educational governance.
Hubungan Jam Kerja Berlebih, Kinerja, dan Hasil Kerja Karyawan; Studi Systematic Literature Review RA Rodia Fitri Indriani; Marsinah Marsinah; Hatidah Hatidah; Muhammad Bambang Purwanto
Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN) Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Bisnis dan Manajemen (JURBISMAN)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/jurbisman.v4i3.1962

Abstract

Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan overtime atau jam kerja berlebih dengan produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur dikaji berdasarkan penelitian mengenai overtime, jam kerja panjang, produktivitas, kinerja, dan hasil kerja karyawan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa hubungan overtime dengan produktivitas bersifat kompleks dan kondisional. Dalam jangka pendek, overtime dapat meningkatkan produktivitas melalui tambahan waktu dan usaha sehingga memungkinkan karyawan menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dan mencapai target organisasi. Namun, overtime yang berlangsung terlalu lama atau dilakukan secara berulang dapat memicu kelelahan, berkurangnya waktu pemulihan, gangguan tidur, stres, dan konflik kehidupan kerja yang selanjutnya menurunkan kinerja dan kualitas hasil kerja. Temuan juga menunjukkan bahwa dampak overtime dipengaruhi oleh durasi dan intensitas lembur, sifat sukarela atau wajib, otonomi kerja, dukungan organisasi, beban kerja, work-life balance, dan kesempatan pemulihan. Dengan demikian, overtime menunjukkan double-edged effect, sehingga pengelolaannya perlu mempertimbangkan keseimbangan antara tambahan usaha dan pemulihan sumber daya karyawan.