Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Transformasi Siswa SMK Menjadi Ahli Kosmetik Alami melalui Pelatihan Pembuatan Serum Ekstrak Daun Teh Adriani, Azmalina; Safrina , Safrina; Rinaldi, Rinaldi; Safrina, Yuni Dewi; Suzanni, Mulia Aria; Zarwinda, Irma
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.16698

Abstract

Background: Pelatihan produksi serum ekstrak daun teh dilatarbelakangi oleh keamanan dan khasiat produk kosmetik alami yang akan mengalami peningkatan permintaan di pasar dan lebih jauh lagi fakta bahwa daum teh (Camellia sinensis) kaya akan polifenol dapat menjadi bahan fungsional yang dapat meningkatkan kesehatan kulit. Hal ini menjadi urgensi dalam rangka meningkatkan kesadaran dan ketrampilan masyarakat terutama gen Z dalam memanfaatkan herbal sebagai material dasar kosmetik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa SMK Cut Meutia Banda Aceh menjadi ahli dalam kosmetik alami dalam pengembangan produk berbasis bahan herbal. Metode: Dilakukan melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 24 peserta siswa SKM Cut Meutia Banda Aceh dengan pendekatan interaktif yang mencakup sosialisasi, praktik langsung, dan evaluasi menggunakan kuesioner untuk menilai kepuasan serta pemahaman peserta. Pelatihan berlangsung di Laboratorium Farmasi Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh pada 6 Maret 2024, dengan dukungan dari 3 narasumber dan 3 instruktur. Hasil: 100% peserta merasa sangat puas dengan materi pelatihan, dan sebagian besar peserta menyatakan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mereka. Selain itu, pelatihan ini mendorong minat peserta untuk mengembangkan usaha kecil di bidang kosmetik alami, berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil memperkuat keterampilan praktis siswa serta mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Potensi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kombinasi Tanaman Herba Ziziphus mauritiana L., Ocimum basilicum Linn. dan Peperomia pellucida L. Kunth Terhadap Staphylococcus Aureus Fadiya , Faras; Fadila, Safira; Safrina, Safrina
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.569

Abstract

The study of the combination of herbal plant extracts has become the subject of intensive research to increase the effectiveness of antibacterials in the application of traditional medicine utilization. The study of the combination of herbal plant extracts has become the subject of intensive research to increase the effectiveness of antibacterials in the application of traditional medicine utilization. This study aims to determine the inhibitory power of the combination of medicinal plant ethanol extracts, namely the combination of bidara leaves (Ziziphus mauritiana L.): suruhan herb (Peperomia pellucida L. Kunth); and basil leaves (Ocimum basilicum Linn.):suruhan herb (Peperomia pellucida L. Kunth) against the growth of Staphylococcus aureus. This study is an experimental laboratory study with phytochemical testing, microbiological testing using the disc diffusion method, and analysis of variance (ANOVA) on the inhibitory power of the combination of medicinal plant ethanol extracts, namely the combination of bidara leaves:suruhan herb and basil leaves:suruhan herb, against the growth of Staphylococcus aureus. The results of the phytochemical test showed that the extracts of bidara leaves, basil leaves, and suruhan herbs contain secondary metabolite compounds, namely alkaloids, steroids, saponins, flavonoids, and phenolics. The combination of suruhan herb:bidara leaves (HS:DB) and suruhan herb: basil leaves (HS:DK) extracts has antibacterial activity against Staphylococcus aureus, as indicated by the formation of an inhibition zone in each comparison. The mix of HS:DB and HS:DK extracts is the most effective at killing Staphylococcus aureus bacteria, with an inhibition zone diameter of 16.07 mm for HS:DB and 15.5 mm for HS:DK. The average area of the inhibition zone is half the area of the inhibition zone in the positive control (ciprofloxacin), with an average of 32.70 mm. The results of the one-way ANOVA test continued with the Duncan test, which stated that each single treatment and combination of extracts were able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus, which showed a P value of 0.05.
Asesmen Spektrofotometri Flavonoid Dalam Peperomia Pellucida L. Kunth: Studi Perbandingan Polaritas Pelarut Safrina; Riski Andalia; Rasidah; Nanda Arulia
Journal of Science and Health Darussalam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam
Publisher : Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56690/jskd.v5i1.159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kandungan flavonoid pada ekstrak Peperomia pellucida L. Kunth berdasarkan perbedaan polaritas pelarut. Penentuan kadar flavonoid dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar. Ekstraksi sampel dilakukan menggunakan metode maserasi, di mana ekstrak etil asetat (EAE) menghasilkan ekstrak kental sebanyak 13,092 gram dengan rendemen 26,184%, sedangkan ekstrak etanol (EtE) menghasilkan ekstrak cair sebanyak 88,84 gram dengan rendemen 177,68%. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 431 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% memiliki kadar flavonoid yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etil asetat, yang dikonfirmasi melalui analisis statistik menggunakan ANOVA (p < 0,05). Analisis regresi juga menunjukkan bahwa model EtE memiliki distribusi residual yang lebih baik dibandingkan EAE, menandakan hubungan prediktif yang lebih kuat. Pada model regresi EAE diperoleh nilai intercept sebesar 203,8095 (p = 0,02002) dan slope sebesar 0,07143 (p = 0,33333), yang menunjukkan bahwa kontribusi variabel independen tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, model EtE menghasilkan nilai intercept sebesar 233,571 dengan slope nol, yang semakin menegaskan bahwa etanol lebih efektif dalam mengekstraksi flavonoid. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan pelarut dalam proses ekstraksi flavonoid dan menunjukkan potensi Peperomia pellucida sebagai sumber antioksidan alami, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam terapi berbasis herbal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang, Bintang, Kabupaten Aceh Besar Elfariyanti, Elfariyanti; Safrina, Safrina; Rinaldi, Rinaldi; Adriani, Azmalina; Suzanni, Mulia Aria
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.18276

Abstract

Background: Program pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat masyarakat dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. Metode: Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert (15 item, 5 aspek) yang telah divalidasi melalui expert judgment, serta diuji reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,84). Hasil: Hasil analisis pre dan post-test menunjukkan peningkatan rerata skor sebesar +1,7 pada aspek pengetahuan dan keterampilan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kompetensi warga dalam pengelolaan TOGA sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas, serta relevan untuk direplikasi dalam program pemberdayaan lokal di wilayah lain.
Penentuan kalsium susu kambing segar dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) Safrina Safrina; Azmalina Adriani; Eva Novita
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i1.2686

Abstract

Background: Calcium (Ca) is an essential mineral abundantly present in goat milk and plays a crucial role in bone and dental development. Data on Ca levels in local goat milk from Banda Aceh remain limited, although such information is important for nutritional purposes and the development of livestock products. Atomic absorption spectrophotometry (AAS) is employed for mineral analysis owing to its high sensitivity and selectivity.Objective: This study aimed to determine the calcium content in fresh goat milk from three locations in Banda Aceh and Aceh Besar and to evaluate any differences between them.Methods: This was a descriptive quantitative research with an experimental laboratory approach conducted in Banda Aceh in 2025. Fresh goat milk samples were collected from Gampong Tibang (GT), Gampong Kopelma Darussalam (KD), and Gampong Lamblang Manyang (LM) in April 2025. The samples were digested with concentrated HNO₃ and analyzed using AAS at 422.7 nm. Data were statistically analyzed using one-way ANOVA.Results: The highest calcium content was found in KD (0.892 mg/L), followed by GT (0.856 mg/L), and the lowest in LM (0.582 mg/L). The overall mean calcium level was 0.777 mg/L. One-way ANOVA confirmed significant differences among locations (F = 61.62; p = 0.0001). Conclusion: Calcium levels in fresh goat milk varied significantly among locations and were potentially influenced by environmental factors, feeding practices, and goat physiology. These findings are expected to serve as a basis for developing high-quality local goat milk products and supporting the utilization of functional foods.