Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Nilai-Nilai Konseling dalam Kitab Syawariqul Anwar Karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Royatul Khairiyah; Yohandi Yohandi; As'ad As'ad; Abdul Haqqi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6133

Abstract

Kitab-kitab dzikir seperti kitab Syawariqul Anwar karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam tradisi pesantren memiliki peran penting tidak hanya sebagai media ibadah, tetapi juga sebagai sumber nilai-nilai konseling Islam yang bersifat spiritual dan terapeutik. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendekatan kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, kajian terhadap khazanah kitab klasik semacam ini menjadi semakin relevan untuk digali secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konseling Islam dalam kitab Syawariqul Anwar tersebut serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan kesehatan mental dan spiritual individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan data wawancara. Sumber data utama adalah kitab Syawariqul Anwar, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung dan wawancara dengan pengasuh pesantren, guru, serta ketua kamar, guna memperoleh pemahaman kontekstual mengenai praktik pengamalan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan secara mendalam menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Syawariqul Anwar mengandung tujuh nilai utama konseling Islam, yaitu sabar, tawakal, ikhlas, muhasabah, tazkiyah al-nafs, ketenangan batin, dan raja' (harapan). Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai mekanisme spiritual coping yang berperan dalam pengelolaan emosi, penguatan resiliensi, peningkatan kesadaran diri, serta pembentukan stabilitas psikologis dan spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa kitab Syawariqul Anwar tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan dzikir dan doa, tetapi juga sebagai media konseling berbasis tasawuf yang relevan dalam pengembangan psikoterapi Islam kontemporer, sekaligus memperkaya khazanah kajian tasawuf dalam konteks keilmuan modern.
KONSELING ISLAM MELALUI TEKNIK REFRAMING DAN TERAPI SHALAWAT UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA PELAKU PENCURIAN DI LEMBAGA PEMASYARKATAN KELAS IIA BANYUWANGI Ilfiatun Nuroini; Yohandi Yohandi; Wildan Miftahussurur; Akhmad Husam Sulaiman
Syariah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2025): Syariah, Desember 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/sjhki.v2i1.955

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Islamic counseling through reframing techniques and prayer therapy in increasing self-esteem in perpetrators of theft crimes in Class IIA Banyuwangi Correctional Institution. The background of this study is based on the low self-esteem of inmates due to social stigma, guilt, and psychological conditions during sentencing. The Islamic counseling approach was chosen because it is able to combine spiritual and psychological principles to help clients re-understand the meaning of life, improve self-perception, and build positive hope. The research method uses a qualitative approach with a case study design, involving the process of assessment, intervention, and evaluation of several inmates who meet the research criteria. Reframing techniques are used to help clients reinterpret negative experiences more constructively, while prayer therapy is applied as a spiritual relaxation technique to foster inner peace and closeness to Allah. The results of the study showed a significant increase in the aspect of self-esteem after participating in a series of counseling sessions, characterized by a change in mindset, better emotional control, and the emergence of motivation to improve themselves. This study concludes that the application of Islamic counseling with reframing techniques and prayer therapy is effective in increasing the self-esteem of inmates, and can be an alternative to personality development services in correctional institutions.