Arini Hidayah
Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Brand Ambassador, Website Quality, E- WoM Dan Brand Image dalam Mempengaruhi Keputusan Pembelian Pada Traveloka Karina Hardiyani Fathin; Erny Rachmawati; Arini Hidayah; Nawalin Nazah
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2151

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh brand ambassador, website quality, e-wom dan brand image terhadap keputusan pembelian pada aplikasi Traveloka. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner sebagai pengumpulan data. Sampel yang dipilih menggunakan purposive sampling. Berdasarkan kriteria diperoleh 133 responden. Penelitian ini menggunakan alat uji SEM PLS 4 untuk analisis deskriptif, evaluasi outer model (convergent validity, discriminant validity, composite reliabity) dan evaluasi inner model (koefisien determinasi, goodness of fit, uji hipotesis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador, website quality, e-wom dan brand image positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Traveloka. Secara teoritis implikasi hasil penelitian menunjukan bahwa Traveloka perlu memperkuat brand ambassador, meningkatkan website quality, mendorong e-wom positif dan menjaga citra positif Traveloka karena secara signifikan meningkatkan keputusan pembelian tiket transportasi dan hotel di aplikasi Traveloka pada masyarakat Purwokerto. Hasil penelitian ini mendukung bahwa keputusan pembelian terbentuk melalui proses afeksi dan kognitif konsumen dalam merespon berbagai rangsangan pemasaran digital. Secara teoritis implikasi hasil penelitian menunjukan bahwa brand ambassador, website quality, e-wom, brand image memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi serta sikap konsumen yang selanjutnya mendorong terjadinya keputusan pembelian.
Pengaruh Content Marketing, E-WoM, dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Skincare Glad2Glow Pada Tiktok Shop Nuzula Nurusyifa Ramadani; Arini Hidayah; Herni Justiana Astuti; Purnadi
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 1 (2026): November - Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i1.2199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemasaran konten, EWOM, dan kualitas produk terhadap keputusan mahasiswa di Purwokerto untuk membeli produk perawatan kulit glad2glow melalui platform e-commerce TikTok. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persaingan di industri kosmetik dan perawatan kulit di Indonesia yang meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir sehingga menciptakan persaingan yang ketat. Dari permasalahan yang ada, perlunya pengembangan alat bisnis untuk memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas. Dengan penggunaan strategi konten, ulasan, dan kualitas produk dapat membentuk perilaku pembelian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan populasi seluruh mahasiswa di tiga perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Purwokerto. Sampel yang digunakan yaitu 110 terdiri dari mahasiswa aktif yang sudah pernah melakukan pembelian produk glad2glow. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 27 untuk menguji statistik deskriptif, validitas dan reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, determinasi, dan kecocokan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EWOM dan kualitas produk memilki dampak positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan pemasaran konten memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk perawatan kulit glad2glow di e-commerce TikTok Shop. Konten pemasaran yang tidak konsisten dengan klaim produk glad2glow dapat menurunkan niat pembelian. Oleh karena itu, mengelola EWOM, kualitas produk, dan konten pemasaran yang informatif, realistis, dan relevan dengan pengalaman pengguna sangat penting untuk meningkatkan keputusan pembelian di TikTok Shop.
How Do Learning Organization Drive Innovation in Hospitals? The Mediating Role of Employee Resilience and Work Engagement under High Job Demands Windi Retno Dwi Mulia; Fatmah Bagis; Suyoto Suyoto; Arini Hidayah; Ahmad Haruna Abubakar
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 6 No. 2 (2026): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v6i2.2150

Abstract

This study examines the effect of a learning organization on hospital innovation, with employee resilience and work engagement serving as potential mediating variables. The conceptual framework is grounded in Organizational Learning Theory and the Job Demands–Resources (JD-R) Theory. Employing a quantitative approach, this study replicates and extends the model proposed by Mohammad et al. (2024) within the healthcare context. The study population comprised 966 employees from three hospitals in Banjarnegara Regency, Indonesia. A sample of 342 respondents was selected using stratified random sampling.. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that a learning organization significantly influences innovation and employee resilience, but not significantly on work engagement. Furthermore, employee resilience has a positive and significant effect on innovation and mediates the relationship between a learning organization and innovation. Conversely, work engagement has no significant effect on innovation and does not act as a mediator. These findings suggest that in a hospital context with high work demands and a procedural work structure, employee psychological resilience is a more important determinant of innovation than job engagement. Theoretically, this study enriches Organizational Learning Theory and JD-R Theory by confirming that under conditions of high job demands, innovation is driven more by psychological resilience than job engagement.