Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepatuhan Dan Manajemen Diri Sebagai Determinan Outcome Terapi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Complience and Self-Management as Determinants of Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Neni Probosiwi; Putri Suyence Vellanie; Arifani Siswidiasari; Dian Nurmawati; Tsamrotul Ilmi
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6668

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian optimal untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepatuhan, manajemen diri, dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan outcome terapi pada pasien DM tipe 2 di Poli Rawat Jalan RS X Kota Blitar. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 83 responden yang dipilih secara purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur dengan Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan manajemen diri dengan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Outcome terapi dinilai dari kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah puasa (GDP). Hasil menunjukkan kepatuhan (p=0,001), manajemen diri (p=0,003), dan lama menderita DM (p=0,048) berhubungan signifikan dengan outcome terapi, sedangkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Analisis regresi logistik mengidentifikasi kepatuhan sebagai determinan utama (OR=3,280; 95% CI: 1,085–9,913). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan dan manajemen diri berperan penting dalam keberhasilan terapi pada pasien DM tipe 2.
Korelasi Komponen Health Belief Model dengan Tingkat Kepatuhan Regimen Farmakoterapi Hipertensi Melalui MARS: The Relationship between Health Belief Model Component and the Level of Adherence to Hypertension Pharmacotherapy Regimens Using MARS Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Lailatul Hidayah; Dian Indrayanti; Dian Nurmawati; Maringan Lambert
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i2.7711

Abstract

Kepatuhan regimen farmakoterapi menjadi determinan krusial dalam mengendalikan tekanan darah dan menekan angka mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular pada penderita hipertensi. Perilaku patuh tersebut sangat dipengaruhi oleh aspek psikososial, salah satunya adalah keyakinan subjektif pasien terhadap penyakit dan pengobatannya yang diidentifikasi melalui teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil kepatuhan minum obat serta menganalisis korelasi antara dimensi-dimensi Health Belief Model (persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri) dengan tingkat kepatuhan regimen farmakoterapi pada pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 90 pasien hipertensi rawat jalan di RS X Kota Kediri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik purposive sampling Medication Adherence Report Scale (MARS) untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik demografi dan variabel penelitian. Uji statistik bivariat yang diterapkan untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel kategorikal-ordinal ini adalah uji korelasi Spearman-rank test melalui program SPSS. Hasil analisis data menggunakan kuesioner MARS didapatkan kepatuhan pasien sebanyak 55% patuh, 40% cukup patuh dan sebanyak 5% tidak patuh. Hasil uji  korelasi bivariat menunjukkan bahwa Health Belief Model secara simultan memiliki korelasi signifikan dengan tingkat kepatuhan (p = 0,033) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,249). Tetapi pengujian parsial pada masing-masing komponen HBM : Persepsi kerentanan (p = 0,176), Persepsi Keparahan (p = 0,815), Persepsi manfaat (p = 0,169), Persepsi hambatan (p = 0,066), Isyarat untuk bertindak (p = 0,473), dan Kemampuan diri (p = 0,712) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan secara statistik.