Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH LAMA PENGGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA TERHADAP NILAI RETENSI PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA Arifani Siswidiasari; Charliandri S Wahab; Oktaviarika Dewi H
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 2 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i2.4971

Abstract

Narkotika adalah zat yang dapat menyebabkan perubahan kesadaran dan pengaruh psikoaktif sementara psikotropika adalah zat yang dapat mengubah perasaan, pikiran atau tingkah laku seseorang. Narkotika dan psikotropika merupakan dua jenis zat yang dapat mengubah perasaan, pikiran atau tingkah laku seseorang. Perbedaan utama dari keduanya adalah dalam penggunaan dan potensi bahayanya. Salah satu terapi pengganti untuk mencegah intoksikasi dan gejala putus obat adalah terapi rumatan metadon untuk mengendalikan ketergantungan dan upaya pengurangan dampak buruk penularan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penggunaan narkotika dan psikotropika terhadap nilai retensi pasien di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif yaitu mengambil data rekam medis pasien yang mengikuti terapi rumatan metadon yang dipilih secara consecutive sampling. Data yang diperoleh sebanyak 41pasien. Hasil data demografi menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki 39 orang (95,10%), usia 26-35 tahun 25 orang (61,00%), tingkat pendidikan SMA 34 orang (82,90%), pekerjaan semua pasien bekerja 41 orang (100%), status perkawinan belum menikah 31 orang (75,60%), riwayat kriminal semua pasien tidak ada riwayat kriminal 41 orang (100%). Riwayat penggunaan narkotika terbanyak adalah opioid selama 11-15 tahun 22 orang (53,70%) dan psikotropika adalah benzodiazepin selama 11-15 tahun 12 orang (29,30%). Nilai retensi pasien terbanyak adalah ≥ 365 hari 26 orang (63,40%). Pengaruh lama penggunaan narkotika dan psikotropika terhadap nilai retensi, menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan opioid dengan nilai retensi p = 0,030 odds ratios (OR) = 3,193. 
GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) MELALUI EDUKASI TANYA LIMA O DI PUSKESMAS X KABUPATEN KEDIRI Neni Probosiwi; Nur Fahma Laili; Tsamrotul Ilmi; Arifani Siswidiasari; Mujtahid Bin Abd Khadir; Datin An Nisa Sukmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1460-1465

Abstract

Pedoman layanan farmasi berfungsi sebagai alat bantu dan petunjuk terperinci, bagi para profesional kesehatan yang menawarkan layanan farmasi. (Shankar, et al., 2002). Untuk meningkatkan standar dan kehidupan yang lebih baik bagi pasien, maka diperlukan pelayanan yang berkualitas langsung kepada pasien dan bertanggung jawab terhadap penggunaan sediaan farmasi untuk indikasi penyakit tertentu yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Penggunaan obat yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan biaya perawatan di rumah sakit, polusi terhadap lingkungan, peningkatan angka kematian dan tingkat penyakit yang tidak diinginkan Untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, kepedulian, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat dengan bijaksana, diterapkan program yang disebut Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). Kementerian Kesehatan RI memperkenalkan program edukasi "Tanya Lima O" yang mewajibkan masyarakat untuk bertanya kepada apoteker tentang lima hal sebelum membeli obat. (1) Nama dan kandungan obat ini apa? (2) Apa khasiat obat ini? (3) Berapa dosis yang disarankan untuk obat ini? (4) Bagaimana cara penggunaannya? (5) Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan obat ini?. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan edukasi dengan peserta 20 kader dari salah satu Desa X Kab. Kediri, diskusi, tanya jawab dan presentasi. Dari hasil evaluasi menunjukkan dari 20 peserta, 15 peserta menjawab dengan tepat semua. Hasil menunjukkan bahwa 75% peserta memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Tiga peserta berhasil menjawab tiga pertanyaan dengan akurasi 60%, sementara hanya dua peserta yang mampu menjawab dua pertanyaan dengan akurasi 40%.
Edukasi Peluang Dan Tantangan Terkini Pharmacist Dengan Distruksi di Industri Farmasi Fendy Prasetyawan; Mujtahid Bin Abd Kadir; Nur Fahma Laili; Prayoga Fery Yuniarto; Datin An Nisa Sukmawati; Arifani Siswidiasari; Neni Probosiwi; Tsamrotul Ilmi; Elsa Mahardika Putri; Yuneka Saristiana; Okky Intan Mawarni; Winartiana; Nimas Ayu Rahardini; Anis Akhwan Dhafin
Khidmah Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/ghy9th25

Abstract

Tingkat pengangguran yang meningkat setiap tahunnya membuat masyarakat mencari sumber informasi dengan tujuan memperoleh dan mendapatkan lapangan pekerjaan, yang dapat dicapai dengan menempuh pendidikan perguruan tinggi. Jurusan farmasi merupakan jurusan yang banyak diminati karena memiliki prospek yang biak kedepannya dan salah satu jurusan populer. Seorang farmasis dapat bekerja disektor industri, indonesia memiliki sebanyak 230 industri farmasi. Dengan jumlah industri yang banyak sehingga industri farmasi membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama tenaga farmasi yang profesional. Selain peluang kerja di indsutri farmasi namun di era industri 4.0 ini tantangan yang dihadapi semakin besar, sehingga farmasis harus meningkatkan pengetahuan untuk mengimbangi teknologi yang terus maju. Oleh karena itu diperukan pengetahuan untuk meningkat wawasan terkait indutri farmasi.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendorong mahasiswa farmasi agar dapat bekerja di industri farmasi dan memberikan gambaran tentang industri farmasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di gedung AULA FIK Universitas Kadiri hari sabtu, 20 April 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti acara, terlihat dari keikutsertaan mereka dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir dan mengajukan pertanyaan selama sesi kuliah pakar berlangsung.Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dinilai berpotensi membantu menginspirasi, mendorong dan informasi bagi mahasiswa farmasi untuk berkarir di industri farmasi.
Kepatuhan Dan Manajemen Diri Sebagai Determinan Outcome Terapi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Complience and Self-Management as Determinants of Clinical Outcomes in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Neni Probosiwi; Putri Suyence Vellanie; Arifani Siswidiasari; Dian Nurmawati; Tsamrotul Ilmi
Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI) Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7 No 1 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jafi.v7i1.6668

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengendalian optimal untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kepatuhan, manajemen diri, dan karakteristik pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan outcome terapi pada pasien DM tipe 2 di Poli Rawat Jalan RS X Kota Blitar. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional pada 83 responden yang dipilih secara purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur dengan Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan manajemen diri dengan Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ). Outcome terapi dinilai dari kadar glukosa darah sewaktu (GDS) dan glukosa darah puasa (GDP). Hasil menunjukkan kepatuhan (p=0,001), manajemen diri (p=0,003), dan lama menderita DM (p=0,048) berhubungan signifikan dengan outcome terapi, sedangkan karakteristik seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, dan pekerjaan tidak berhubungan secara signifikan. Analisis regresi logistik mengidentifikasi kepatuhan sebagai determinan utama (OR=3,280; 95% CI: 1,085–9,913). Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kepatuhan pengobatan dan manajemen diri berperan penting dalam keberhasilan terapi pada pasien DM tipe 2.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri Tahun 2023-2024 Syarofina Dianita; Arifani Siswidiasari; Tridoso Sapto Agus P
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.957

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) adalah infeksi menular yang terutama mempengaruhi organ paru-paru dan disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis yang ditularkan melaui perantara ludah atau dahak pada saat batuk. Keberhasilan terapi TB tidak hanya bergantung pada ketepatan pemberian obat, tetapi juga pada kepatuhan pasien selama terapi dan rasionalitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui rasionalitas pengobatan pasien TB dengan terapi obat antituberkulosis (OAT) di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan deskriptif retrospektif berdasarkan rekam medis pasien rawat inap TB. Teknik pengambilan sampel secara total sampling sehingga diperoleh sebanyak 81 pasien. Hasil dianalisa secara deskriptif univariat yang disajikan secara distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan rasionalitas penggunaan OAT pada pasien TB diperoleh hasil yaitu tepat indikasi 81 pasien (100%), tepat pasien 81 pasien (100%), tepat pemilihan obat 81 pasien (100%), tepat dosis 81 pasien (100%), tepat cara pemberian 81 pasien (100%), dan tepat interval waktu 81 pasien (100%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan OAT di Rumah Sakit X Kabupaten Kediri telah dilaksanakan secara rasional dan sesuai pedoman pengobatan TB.