p-Index From 2021 - 2026
2.357
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Arsitektur GRID
Diana Kesumasari
Universitas Surakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perancangan Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana Dengan Penekanan Universal Design di Surakarta Razzaq Ananda; Dwi Ely Wardani; Diana Kesumasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i1.73

Abstract

Dalam perkembangan budaya di Surakarta, terdapat kebutuhan akan fasilitas yang mendukung pelestarian budaya melalui gedung pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Gedung Pertunjukan Sasono Bhavana dengan pendekatan Universal Design yang mengedepankan aksesibilitas untuk semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan analisis. Hasil desain menekankan aksesibilitas pada fasilitas publik dan pertunjukan. Kesimpulan menunjukkan penerapan Universal Design dapat memperluas partisipasi budaya secara inklusif.
Redesain Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas Kabupaten Klaten Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Slamet; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i1.74

Abstract

SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas, adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu yang berada di Kabupaten Klaten. Sebagaimana tujuan didirikannya lembaga pendidikan terpadu adalah untuk membekali peserta didik dengan ilmu agama (Islam) dan juga ilmu pengetahuan umum. Maka, untuk mendukung terwujudnya tujuan yang diharapkan tersebut, diperlukanlah upaya redesain bangunan SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas. Dalam perancangan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data yang berasal dari dua jenis, yaitu primer (hasil studi lapangan dan wawancara) dan sekunder, dari berbagai literatur penunjang. Dengan redesain ini dihasilkan desain SMP IT Muhammadiyah Sinar Fajar Cawas dengan konsep arsitektur modern, yang mengutamakan fungsi, berbentuk sederhana, minim dengan ornamen, dengan prinsip fungsional dan efisien.
Surakarta Convention Center Dengan Pendekatan Arsitektur Cubism Septian Yahya Kurniawan; Diana Kesumasari; Lidi Wilaha
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.75

Abstract

Surakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), namun belum didukung oleh fasilitas khusus yang representatif. Penelitian ini bertujuan merancang Surakarta Convention Center dengan pendekatan Arsitektur Cubism sebagai solusi kebutuhan ruang MICE berskala nasional hingga internasional. Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis tapak, analisis aktivitas, serta analisis bentuk dan sistem bangunan yang kemudian ditransformasikan ke dalam konsep desain. Hasil perancangan menunjukkan penerapan prinsip Arsitektur Cubism melalui komposisi bentuk geometris, penggunaan material transparan, serta optimalisasi pencahayaan alami yang membentuk kesatuan ruang. Desain ini menghasilkan tata massa dan zonasi yang responsif terhadap kebisingan, sirkulasi, dan orientasi matahari, sehingga mendukung fungsi konvensi dan pameran secara optimal.
Redesain Terminal Karangpandan Tipe C Ke Tipe B Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Angga Syaiful Huda; Diana Kesumasari; Binti Karomah
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan meredesain Terminal Karangpandan dari tipe C menjadi tipe B guna meningkatkan kapasitas pelayanan, kelengkapan fasilitas, serta kualitas kenyamanan dan keamanan penumpang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara pengelola) serta data sekunder (studi literatur dan regulasi terkait terminal penumpang). Hasil analisis menunjukkan adanya keterbatasan kapasitas parkir, kurangnya fasilitas penunjang, serta ketidakteraturan sirkulasi kendaraan dan penumpang. Perancangan menghasilkan penataan ulang zonasi sesuai standar terminal tipe B, penambahan fasilitas pelayanan, pengaturan sirkulasi yang lebih terstruktur, serta penerapan pendekatan arsitektur kontemporer melalui bentuk ekspresif, fasad transparan, penggunaan secondary skin, dan eksplorasi elemen lansekap. Redesain ini diharapkan mampu meningkatkan fungsi, kapasitas, serta citra visual terminal sebagai fasilitas publik yang representatif di Kabupaten Karanganyar.
Perancangan Galeri Seni dan Budaya di Kota Surakarta Dengan Pendekatan Arsitektur Inklusif Mohammad Azis Amirrudin; Diana Kesumasari; Vivi Kurnia Putri
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 7, Nomor 2 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v7i2.78

Abstract

Perancangan Galeri Seni dan Budaya di Kota Surakarta dilatarbelakangi oleh terbatasnya fasilitas galeri yang representatif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, meskipun kota ini telah ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO 2023. Penelitian ini bertujuan merancang galeri dengan pendekatan arsitektur inklusif yang mampu mengakomodasi keberagaman pengguna. Metode yang digunakan adalah metode campuran melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara dengan pelaku seni serta komunitas difabel. Hasil perancangan menunjukkan bangunan dengan organisasi ruang hybrid berpusat pada atrium sebagai jangkar orientasi, zoning publik–privat yang jelas, sistem sirkulasi inklusif, serta penerapan fasilitas aksesibilitas seperti ramp, lift difabel, hearing loop system, dan jalur evakuasi inklusif. Desain ini tidak hanya memenuhi standar teknis aksesibilitas, tetapi juga mendorong interaksi sosial dan partisipasi setara dalam aktivitas seni dan budaya di Surakarta.
Perancangan Greenhouse Building Di Boyolali Dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan Buya Raya Nada Klasica Wulakada; Dwi Ely Wardani; Diana Kesumasari
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 8, Nomor 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v8i1.82

Abstract

Perancangan Greenhouse Building di Kabupaten Boyolali ini diusung sebagai respon arsitektural atas krisis iklim dan eskalasi serangan hama yang mengancam produktivitas pertanian organik lokal. Mengintegrasikan pendekatan arsitektur berkelanjutan, penelitian ini bertujuan merumuskan fasilitas budidaya terproteksi yang efisien secara energi dan ramah lingkungan. Metode perancangan mencakup analisis tapak komparatif, evaluasi kebutuhan iklim mikro, serta sintesis konsep teknologi tepat guna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan greenhouse berteknologi menengah (medium technology) yang dipadukan dengan pemanenan air hujan, sistem irigasi tetes, serta material berjejak karbon rendah mampu menjaga kestabilan mikro tanaman sekaligus menekan risiko gagal panen. Kesimpulannya, pendekatan arsitektur berkelanjutan efektif menjawab tantangan eksternal pertanian organik di kawasan agroindustri Boyolali.
Perancangan Pusat Kebudayaan Lisan Di Jayapura – Papua Penekanan Pada Arsitektur Tradisional Kariwari Yulianus Yeimo; Diana Kesumasari; Dwi Ely Wardani
Jurnal Arsitektur GRID: Journal of Architecture and Built Environment Volume 8, Nomor 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v8i1.83

Abstract

Tradisi lisan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Papua yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial menyebabkan keberadaan serta proses pewarisan budaya lisan semakin terpinggirkan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah wadah yang dapat mendukung kegiatan pelestarian, pengembangan, dan pengenalan budaya lisan kepada masyarakat. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan Pusat Kebudayaan Lisan di Jayapura yang mampu mewadahi berbagai kegiatan budaya sekaligus menerapkan karakter Arsitektur Tradisional Kariwari sebagai identitas lokal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara induktif untuk menentukan kebutuhan dan konsep perancangan. Hasil perancangan berupa Pusat Kebudayaan Lisan dengan pembagian zona publik, semi publik, privat, dan servis, serta pengaturan sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang disesuaikan dengan aktivitas pengguna. Penerapan Arsitektur Tradisional Kariwari dilakukan melalui transformasi bentuk atap, tata massa, pola ruang, serta penggunaan elemen dan ornamen yang terinspirasi dari karakter budaya masyarakat Tobati dan Enggros. Bangunan utama Kariwari ditempatkan sebagai pusat kawasan dan menjadi identitas visual dari Pusat Kebudayaan Lisan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran, pengembangan, dan pelestarian budaya lisan sekaligus memperkuat identitas arsitektur lokal Jayapura.