Dewi Rohimah
Universitas Islam Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen pengembangan Lifeskill melalui Pelatihan Kecantikan Kulit di LKP Srimaya Bandung Dewi Rohimah; Sri Handayani; Eva Dianawati Wasliman
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2501

Abstract

The competency gap between vocational training graduates and industry needs remains a serious problem in Indonesia, indicating weak training program management in developing lifeskills relevant to labor market demands. This research aims to analyze the implementation of lifeskill development management through beauty skincare training at LKP SRIMAYA Bandung, focusing on planning, organizing, implementing, and controlling program functions. The study employs a qualitative approach with case study method, where data collection was conducted through in-depth interviews with managers, instructors, and trainees, direct observation of learning processes, and analysis of curriculum documents and standard operating procedures. The findings reveal that LKP SRIMAYA faces significant weaknesses in all four management functions, including curriculum planning that is unresponsive to industry developments, suboptimal resource organization with non-ideal supervision ratios and inadequate facilities, conventional learning implementation without structured industry partnerships, and absence of evaluation systems and tracer studies resulting in no continuous improvement mechanisms. These management weaknesses impact declining enrollment numbers and low graduate competitiveness. The research concludes that the effectiveness of vocational lifeskill development heavily depends on systematic and integrated management function implementation, and the necessity of strengthening managerial capacity of non-formal education institution managers to improve training program quality and relevance.ABSTRAKKesenjangan kompetensi antara lulusan pelatihan vokasional dengan kebutuhan industri masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, yang mengindikasikan lemahnya manajemen program pelatihan dalam mengembangkan lifeskill yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pengembangan lifeskill melalui pelatihan kecantikan kulit di LKP SRIMAYA Bandung dengan fokus pada fungsi planing, organizing, actuating, dan controling program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola, instruktur, dan peserta pelatihan, observasi langsung proses pembelajaran, serta analisis dokumen kurikulum dan standar operasional prosedur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa LKP SRIMAYA menghadapi kelemahan signifikan pada keempat fungsi manajemen, meliputi perencanaan kurikulum yang tidak responsif terhadap perkembangan industri, pengorganisasian sumber daya yang tidak optimal dengan rasio pembimbingan tidak ideal dan fasilitas tidak memadai, pelaksanaan pembelajaran yang masih konvensional tanpa kemitraan industri terstruktur, serta ketiadaan sistem evaluasi dan tracer study yang menyebabkan tidak ada mekanisme perbaikan berkelanjutan. Kelemahan manajemen ini berdampak pada penurunan jumlah pendaftar dan rendahnya daya saing lulusan. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas pengembangan lifeskill vokasional sangat bergantung pada implementasi fungsi manajemen yang sistematis dan terintegrasi, serta perlunya penguatan kapasitas manajerial pengelola lembaga pendidikan nonformal untuk meningkatkan kualitas dan relevansi program pelatihan.
Manajemen Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran di Homeschooling R. Supyan Sauri; Dewi Rohimah; Neng Kiki Handayani; Nimas Maesaroh; Puji Ratna Dwi Utami
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2577

Abstract

The integration of digital technology in homeschooling learning requires systematic management to ensure effectiveness and sustainability. The gap between technology availability and effective management capabilities, particularly in nonformal education contexts, creates an urgent need for a comprehensive management model. This study aims to analyze the management of digital technology utilization in learning at Homeschooling Focus, Arcamanik District, Bandung City, focusing on planning, implementation, and evaluation. The research employed a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation as data collection techniques, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that planning is conducted contextually through initial assessment, implementation utilizes various digital platforms with facilitative strategies emphasizing rewards and appreciation, and evaluation is performed in layers involving self-reflection, peer collaboration, and managerial supervision. This study concludes that systematic digital technology management through integrated planning, implementation, and evaluation functions contributes significantly to improving learning quality, learning motivation, creativity, and development of students' interests and talents in the homeschooling context;ABSTRAKIntegrasi teknologi digital dalam pembelajaran homeschooling memerlukan manajemen yang sistematis untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan. Kesenjangan antara ketersediaan teknologi dan kemampuan pengelolaan yang efektif, terutama dalam konteks pendidikan nonformal, menimbulkan kebutuhan mendesak akan model manajemen yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di Homeschooling Focus, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara kontekstual melalui asesmen awal, pelaksanaan memanfaatkan beragam platform digital dengan strategi fasilitatif yang mengedepankan reward dan apresiasi, serta evaluasi dilakukan secara berlapis melibatkan refleksi mandiri, kolaborasi sejawat, dan pengawasan manajerial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen teknologi digital yang sistematis melalui fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, motivasi belajar, kreativitas, dan pengembangan minat bakat peserta didik dalam konteks homeschooling.