Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Studi Thrust Reverser Illuminate Problem pada Pesawat Boeing 737 – NG dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Suwendi; Tri Susilo; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v2i1.203

Abstract

Thrust reverser adalah sistem pembalik gaya dorong, yang berfungsi pada proses pengereman saat pesawat terbang mendarat. Penelitian ini membahas mengenai Thrust Reverser Illuminate Problem pada Pesawat Boeing 737 – NG dengan sistem propulsinya berupa mesin jenis turbofan CFM 57 – 7 menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil analisa kualitatif dengan top event yaitu Thrust Reverser Illuminate Problem adalah top event terjadi jika kejadian Kerusakan Relay, Internal Damage sync shaft, sync shaft Tersumbat, Lightning Strike, Kerusakan Proximity Sensor, Wire Failure, Switch Fails Opened, Loose Part, Parts Failure, Defective O-ring Packings, Defective rings, Improper Matching of Slide and Sleeve, Excessive clearance between slide and sleeve, Foreign material in internal passage, Leakage, Defective Spring, , Not Rigged Correctly at Installation sync shaft, Switch terbuka secara tidak tepat terjadi. Penyebabnya bisa salah satu dari kejadian tersebut, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara terstruktur pada komponen tersebut. Hasil analisis kuantitatif adalah probabilitas munculnya kejadian Thrust Reverser Illuminate Problem sebesar 0,019734.    
Studi Perhitungan Efektivitas Derate Thrust Engine CFM56-5B Pada Pesawat Airbus A320-200 Pandu Yugo Anggoro; Tri Susilo; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v2i2.209

Abstract

Penggunaan gaya dorong secara maksimal secara terus menerus dapat mempersingkat usia mesin pesawat dan juga tentunya akan menambah biaya perawatan pesawat tersebut. Sebuah metode untuk meng-optimalkan pemakaian mesin dengan membatasi kinerja mesin agar mesin tidak bekerja dengan tenaga maksimal dinamakan Derate Thrust. Penelitian ini membahas mengenai perhitungan efektivitas Derate Thrust pada saat  takeoff pada pesawat A320-200 dengan menggunakan engine CFM56-5B pada bulan Januari sampai Maret 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perhitungan yang menggunakan rumus-rumus Derate Thrust yang dikeluarkan oleh pihak manufaktur engine yaitu CFM. Selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara data aktual dengan perhitungan manual. Hasil dari perhitungan manual efektivitas Derate Thrust untuk PK-A1, PK-A2, dan PK-A3 selama bulan Januari sampai Maret 2016 tertinggi yaitu pada bulan Februari sebesar 25.559% dengan EGT 699 0C pada pesawat PK-A1. Berdasarkan hasil tersebut maka temperature berbanding terbalik dengan effektivitas Derate Thrust dan temperature merupakan faktor penting dalam pengoperasian Derate Thrust.   Service life of airplane engine will be shortened by operating maximum thrust at continuous operation and also maintenance cost become higher. A method to optimize engine operation by limiting the maximum thrust is applied during operation called Derate Thrust. This study discusses calculation of Derate Thrust effectiveness at landing operation of A320-200 with CFM56-5B engine during period January until March 2016. Calculation is based on Derate Thrust formulas provided by manufacturer, CFM. Then, comparison between actual data and calculation is shown. The results show the derate thrust effectiveness for PK-A1, PK-A2, and PK-A3 is higher on March with value of 25.559% and EGT 699 0C for PK-A1. Based on the results, temperature is inversely proportional to Derate Thrust effectiveness and temperature is a key factor during application of Derate Thrust.
Perancangan Duct Fan dan Analisa Aliran Pada Hovercraft Dast-13 Dengan Metode Computational Fluida Dynamics Tri Susilo; Aprilia Sakti K; Kartiko Wasis
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v3i2.219

Abstract

Duct fan hovercraft berperan sebagai selubung penutup dari propeller dimana dengan adanya duct fan pusaran udara jadi lebih efisien dan duct fan sendiri dapat meningkatkan thrust maksimum dimana menjaga udara agar tetap di dalam dan keluar dengan thrust yang masimum, untuk memaksimalkan keadaan tersebut duct fan juga harus dibuat atau dirancang sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu penulis membuat perancangan duct fan dalam dua bentuk pemodelan dimana pemodelan pertama berbentuk duct fan accelerating dan pemodelan kedua duct fan decelerating. Material yang digunakan pada pemodelan adalah carbon fiber. Pemodelan duct fan hovercraft dast-13 mengunakan software solidworks. Dengan mengunakan flow simulation, dari hasil simulation flow didapat nilai maksimal pada velocity (x), total pressure dan thrust maksimum pada duct fan decelerating. Dengan hasil  dapat di tersebut dapat di tentukan duct yang akan dipilih adalah duct fan decelerating dengan hasil maksimum pada hasil simulation flow.   The hovercraft fan duct acts as cover cloak from the propeller where the duct fan air velocity becomes more efficient and the duct fan itself can increase the maximum thrust which keeps the air in and out with a maximum thrust, to maximize the state of the duct fan must also be created or designed in such a way to get maximum results. The authors model is a duct fan accelerating and modeling of both duct fan decelerating. The material used in modeling is carbon fiber. Modeling duct fan hovercraft dast-13 using solidworks software. By using flow simulation, from the simulation flow result obtaine the maximum value on velocity (x), total pressure and maximum thrust on duct fan decelerating. With the result can be in the specified duct to be selected is duct fan decelerating with maximum results on the simulation flow results.
Perhitungan Spare Part HPSOV / PRSOV Pesawat Boeing 777 Dengan Metode Economic Order Quantity Herbert Triyogi; Mufti Arifiin; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v9i2.186

Abstract

An Indonesian airline, PT. XYZ, performs maintenance on its Boeing 777 aircraft equipped with General Electric GE90 engines at PT. GMF AeroAsia. The aircraft’s Engine Air Supply System utilizes a High Pressure Shutoff Valve (HPSOV) and a Pressure Regulating Shutoff Valve (PRSOV). Between 2019 and 2022, PT. XYZ's Boeing 777 fleet experienced 10 delays and 52 instances of HPSOV/PRSOV replacements due to valve sticking or seizing. This study aims to analyze the reliability of the HPSOV/PRSOV by calculating the Mean Time Between Failures (MTBF) and to optimize spare parts inventory management using the Economic Order Quantity (EOQ) method. The MTBF calculation yielded a value of 8,134.08 Flight Hours (FH). Additionally, the spare parts inventory analysis indicated that the most economical order quantity for each repair is 2 units, with a remaining inventory of 2 units. The total cost of the spare parts inventory is $3,033.66 USD. The findings of this study are expected to provide recommendations for PT. XYZ to improve spare parts inventory management and minimize the risk of delays in aircraft maintenance.    
Analisis Konsep Circular Airport Untuk Wilayah Kepulauan Indonesia Freddy Franciscus; Aprilia Sakti K
Jurnal Teknologi Kedirgantaraan Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jtk.v5i1.276

Abstract

The Circular Airport Concept, issued by Hessellink in 2014, attracted the attention and differed opinions of airport experts. Until now this project is still ongoing. This paper makes a preliminary analysis of the application of the concept of a circular airport in the Indonesian Archipelago. Building an airport in a limited area is a big challenge. Development of several pioneering routes that connect the regions with small aircraft continues to be done. Another challenge in airport construction is environmental sustainability. The circular airport concept is expected to be the right solution for the Indonesian Archipelago. Discussion included technical and safety analysis related to airport design, aircraft characteristics, Air Traffic Management [ATM} and also analysis of the environment and regional population to be developed.
Study Perbandingan Evaluasi Performa Simulasi CFD Open-Source dan Komersial pada Airfoil NACA 0012 Muhamad Jayadi; Aprilia Sakti Kusuma Lestari
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 18, No 1 (2026): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v18i1.3360

Abstract

Studi ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan pendekatan numerik dua perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu ANSYS Fluent dan OpenFOAM, dalam memprediksi karakteristik aerodinamika airfoil NACA 0012 pada aliran inkompresibel. Simulasi dilakukan secara steady-state dengan kondisi batas yang diseragamkan, termasuk penggunaan vektor kecepatan pada inlet untuk menjaga konsistensi perbandingan, pada variasi sudut serang 0°, 10°, dan 15°. Parameter utama yang dianalisis meliputi koefisien gaya angkat (Cl) dan koefisien gaya hambat (Cd), yang kemudian dibandingkan dengan data eksperimen Ladson serta referensi numerik tervalidasi. Hasil menunjukkan bahwa kedua platform mampu mereproduksi tren aerodinamis utama sesuai teori klasik airfoil, yakni peningkatan linear Cl pada sudut serang rendah hingga menengah dan kenaikan non-linear Cd pada sudut serang lebih tinggi. Prediksi Cl menunjukkan deviasi relatif kecil terhadap referensi, sedangkan Cd lebih sensitif terhadap konfigurasi numerik seperti model turbulensi dan resolusi mesh. Secara keseluruhan, studi ini memberikan gambaran komparatif yang dapat menjadi dasar pertimbangan metodologis dalam analisis airfoil 2D.
Analisis Risk Priority Number (RPN) Menggunakan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Terhadap Hasil Inspeksi Airworthiness Rizky Aulia Putra; Aprilia Sakti Kusuma Lestari; Rafika Arum Sari
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.177

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan aspek krusial yang dijaga melalui standar teknis dan prosedur inspeksi kelaikudaraan (airworthiness). Namun, hasil inspeksi masih berpotensi mengandung kegagalan baik teknis maupun administratif yang berdampak pada legalitas dan keselamatan operasi pesawat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi kegagalan pada hasil inspeksi kelaikudaraan serta menentukan prioritas risikonya menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Analisis dilakukan dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) melalui tiga parameter, yaitu Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel inspeksi, dan telaah dokumen teknis. Hasil penelitian menemukan empat potensi kegagalan utama, yaitu kerusakan kursi cabin crew (RPN 150), dokumen pesawat hampir kedaluwarsa (RPN 140), laporan uji altimeter dan transponder (RPN 96), serta Slide Assy Escape mendekati kedaluwarsa (RPN 81). Berdasarkan temuan tersebut, kerusakan kursi cabin crew memiliki risiko tertinggi. Rekomendasi perbaikan mencakup digitalisasi dokumentasi, penerapan sistem pengingat otomatis, peningkatan pemeriksaan fisik kabin, serta integrasi metode FMEA ke dalam SOP inspeksi guna meningkatkan efektivitas pengawasan kelaikudaraan.
Analisis Risiko Operasional Pesawat Latih Cessna 172 pada Kejadian Hard Landing di Sekolah Penerbangan Indonesia Menggunakan Metode HIRA Gema Agung Nurachmat; Aprilia Sakti; Rafika Arum Sari
Jurnal Mahasiswa Dirgantara Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Dirgantara
Publisher : FTK UNSURYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35894/jmd.v4i2.206

Abstract

Hard landing merupakan kejadian kritis yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelayakan operasional pesawat selama proses pendaratan, khususnya pada pesawat latih yang dioperasikan oleh siswa penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pesawat latih Cessna 172 dalam kondisi hard landing menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Data penelitian diperoleh dari laporan kejadian hard landing yang terdokumentasi di salah satu sekolah penerbangan di Indonesia dalam periode Juni 2023 hingga Juni 2025, yang mencakup sejumlah kejadian operasional, serta didukung oleh hasil wawancara dan survei terhadap pilot dan teknisi. Analisis risiko dilakukan dengan mengidentifikasi bahaya, menentukan nilai likelihood dan severity berdasarkan skala standar HIRA, kemudian menghitung nilai risiko menggunakan pendekatan perkalian (Risk = Likelihood × Severity). Hasil analisis menunjukkan terdapat 6 potensi bahaya utama dengan nilai risiko bervariasi, dimana 1 risiko termasuk kategori tinggi (nilai 4B) yaitu kerusakan landing gear, 3 risiko kategori sedang (4E, 3B), dan 2 risiko kategori rendah (3E, 2E). Temuan ini menunjukkan bahwa risiko dominan berada pada komponen struktural utama pesawat, sehingga diperlukan peningkatan prosedur inspeksi, khususnya pada landing gear melalui optimalisasi pre-flight check dan penguatan pelatihan operasional. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengelolaan risiko operasional pada lingkungan sekolah penerbangan berbasis pendekatan kuantitatif HIRA.