Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Influence of Work-life Balance and Workload on Employee Performance through Physical Well-being Ely Aeni Dieka Prahesti; Rr. Hawik Ervina Indiworo; Ika Indriasari
Jurnal Manajemen dan Profesional Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal JPRO
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpro.v7i1.2955

Abstract

This research was conducted to examine the effect of work-life balance, workload, and physical well-being on employee performance at PT Widodo Karya Sejahtera, with physical well-being acting as an intervening variable. The study employed a quantitative research design using a survey method by distributing questionnaires to production employees. The collected data were analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) technique with the assistance of SmartPLS software. The findings indicate that work-life balance and physical well-being have a positive and significant influence on employee performance. Meanwhile, workload does not show a significant effect on employee performance. Furthermore, the results also demonstrate that physical well-being significantly mediates the relationship between work-life balance and workload with employee performance.
PENGEMBANGAN SEKTOR KEPARIWISATAAN YANG BERKELANJUTAN MELALUI INTEGRATING CIRCULAR ECONOMY DI DESA WISATA POLOSIRI Qristin Violinda; Heri Prabowo; Noni Setyorini; Valdian Drifanda; Muhamad Abidin; Ely Aeni Dieka Prahesti; Dwi Ardisa Lestari; Dwi Nur Aini; Adimas Roki Putra; Miftakhul Jannah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5483-5493

Abstract

Di bidang pariwisata, Desa Polosiri masih menghadapi masalah yang belum terselesaikan. Secara khusus, (1) desa belum memanfaatkan potensi ekonomi pariwisata Trabas; (2) belum ada rencana induk tata ruang kawasan desa wisata; (3) tidak memiliki keahlian yang diperlukan untuk memasarkan desa wisata secara efektif; dan (4) tidak memiliki pengetahuan manajerial untuk mengawasi desa wisata. Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Sejahtera dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKD) yang mewakili masyarakat Desa Polosiri menjadi mitra sasaran kegiatan. Dengan menerapkan teknologi tepat guna (TTG) untuk mengintegrasikan ekonomi sirkular, kami memberikan jawaban atas kesulitan Desa Polosiri. Rencana induk lokasi akan memandu penempatan tempat wisata dan toko oleh-oleh. Sementara itu, situs web dan e-commerce akan digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran untuk menarik pengunjung wisata. Para manajer juga akan menerima pelatihan tentang diversifikasi bisnis dan manajemen untuk perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pariwisata. Proses pelaksanaan kegiatan dimulai dengan (1) berkolaborasi dengan organisasi daerah (kepala dinas perdagangan, kepala desa) untuk mengumpulkan data tentang potensi di wilayah tersebut; (2) bekerja sama dengan mitra untuk mengartikulasikan masalah dan menawarkan jawaban atas masalah yang dihadapi; dan (3) menganalisis kebutuhan. Nilai ekonomi usaha mikro di Desa Polosiri yang sebelumnya hanya bernilai 45% dapat meningkat menjadi 80% sebagai hasil dari layanan ini, sedangkan untuk menarik minat pengunjung wisata, strategi pemasaran yang akan dilakukan adalah dengan memanfaatkan situs web dan e-commerce. Selain itu, pelatihan mengenai diversifikasi usaha dan manajemen baik untuk usaha pariwisata maupun produksi juga akan diberikan kepada pengelola. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan (1) melakukan koordinasi dengan institusi daerah (kepala desa, kepala dinas perdagangan) untuk mendapatkan data potensi daerah (2) melakukan koordinasi dengan mitra untuk merumuskan permasalahan dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi (3) analisis kebutuhan. Hasil dari pengabdian ini dapat meningkatkan nilai ekonomi usaha mikro desa polosiri yang sebelumnya hanya mencapai 45% meningkat menjadi 80%.