Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : PSIKOVIDYA

PENGARUH GAYA HIDUP MODERN TERHADAP INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA SMA WISNUWARDHANA MALANG Minggus Salvinus Masela
PSIKOVIDYA Vol 21, No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.684 KB) | DOI: 10.37303/psikovidya.v21i1.63

Abstract

Remaja dapat bergaya hidup dengan baik maka diharapkan interaksi sosial pada remaja dapat meningkat, sedangkan remaja tidak dapat berjalan secara efektif maka akan menurunkan interaksi sosialnya. Metode pengumppmlan data menggunakan metode skala dan kuesioner. Hasil perhitungan regresi didapat Freg = 1, 339 dengan P = 0, 253 dinyatakan  tidak signifikan, tetapi tidak ada hubungan antar gaya hidup (X) dan interaksi sosial (Y) pada remaja di SMA Wisnuwardhana Malang. maka diperoleh r -0,173 dengan p = 0,315, sehigga dinyatakan tidak signifikan berarti tidak ada pengaruh antara penggunaan facebook dengan interaksi sosial. Kata Kunci: Gaya Hidup Modern, Interaksi Sosial, Pada Remaja
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DAN KONSEP DIRI DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA Minggus Salvinus Masela
PSIKOVIDYA Vol 23 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.087 KB) | DOI: 10.37303/psikovidya.v23i1.128

Abstract

Perkembangan interaksi sosial yang baik dengan semua orang berkaitan dengan gaya hidup dan konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara gaya hidup dan konsep diri dengan interaksi sosial. Subyek penelitian ini adalah 95 siswa IPA-IPS kelas I dan II SMA Taman Harapan Malang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala gaya hidup, skala konsep diri dan skala interaksi sosial yang disusun oleh peneliti. Hipotesis dianalisa dengan program SPSS 21. Hasilnya menunjukkan bahwa gaya hidup dan konsep diri berkorelasi secara signifikan dengan interaksi sosial di mana nilai F sebesar 17, 695 pada nilai p sebesar 0,000 (p < 0,01). Koefisien determinasi sebesar 0,278, sehingga hal ini berarti kedua variabel bebas (gaya hidup dan konsep diri) memberikan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 27, 8% kepada variabel terikat (interaksi sosial). Prosentase determinasi menunjukkan bahwa konsep diri lebih memberikan sumbangan efektif (0,251%) daripada gaya hidup sebesar (0,17%). Kata Kunci: Interaksi Sosial, Gaya Hidup, Konsep Diri
PENGARUH ANTARA KONSEP DIRI DAN KECERDASAN EMOSI TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA Minggus Salvinus Masela
PSIKOVIDYA Vol 23 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v23i2.149

Abstract

Perkembangan perilaku prososial yang baik dengan semua orang berkaitan dengan konsep diri dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara konsep diri dan kecerdasan emosi terhadap perilaku prososial. Subyek penelitian ini adalah 100 siswa IPA-IPS kelas I dan II SMA Taman Harapan Malang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala konsep diri, skala kecerdasan emosi dan skala perilaku prososial yang disusun oleh peneliti. Hipotesis dianalisa dengan program SPSS 20. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep diri dan kecerdasan emosi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku prososial di mana nilai F sebesar 0, 108 pada nilai p sebesar 0,000 (p > 0,01). Koefisien determinasi sebesar 97, sehingga hal ini berarti kedua variabel bebas (konsep diri dan kecerdasan emosi) memberikan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 97% kepada variabel terikat (perilaku prososial). Prosentase determinasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosi lebih memberikan sumbangan efektif (0,146%) daripada konsep diri sebesar (-.456%).
Pengaruh Culture Shock dan Penghargaan Diri (Self Esteem) Terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Sumba di Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang Masela, Minggus Salvina
PSIKOVIDYA Vol 27 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v27i2.227

Abstract

Abstrak. Bukan hal yang mengherankan lagi jika mahasiswa di Indonesia juga lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang berada di luar daerah atau biasa disebut sebagai mahasiswa perantau. Mahasiswa perantau juga banyak didapati di Universitas Wisnuwardhana Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara culture shock dan penghargaan diri (self esteem) terhadap penyesuaian diri. Subyek penelitian ini adalah 100 mahasiswa Sumba Fakultas Psikologi Unidha Malang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala culture shock, skala penghargaan diri (self esteem) dan skala penyesuaian diri yang disusun oleh peneliti. Hipotesis dianalisa dengan program SPSS 21. Hasilnya menunjukkan bahwa culture shock dan penghargaan diri (self esteem) berpengaruh secara signifikan terhadap penyesuaian diri di mana nilai F sebesar 0, 108 pada nilai p sebesar 0,000 (p > 0,01). Koefisien determinasi sebesar 97, sehingga hal ini berarti kedua variabel bebas (culture shock dan penghargaan diri (self esteem) memberikan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 97% kepada variabel terikat (penyesuaian diri). Prosentase determinasi menunjukkan bahwa penghargaan diri (self esteem) lebih memberikan sumbangan efektif (0,146%) daripada culture shock sebesar (-.456%). Kata Kunci: Penyesuaian Diri, Culture Shock, Penghargaan Diri (Self Esteem). Abstract. It is not surprising anymore that students in Indonesia also prefer to continue their education at universities located outside the region or commonly referred to as overseas students. There are also many overseas students at Wisnuwardhana University, Malang. This study aims to determine the relationship between culture shock and self-esteem on self-adjustment. The subjects of this study were 100 Sumba students, Faculty of Psychology, Unidha Malang. The data of this study were collected using a culture shock scale, a self-esteem scale and a self-adjustment scale compiled by the researcher. The hypothesis was analyzed using the SPSS 21 program. The results showed that culture shock and self-esteem had a significant effect on self-adjustment where the F value was 0.18 at a p-value of 0.000 (p > 0.01). The coefficient of determination is 97, so this means that the two independent variables (culture shock and self-esteem) make an effective contribution of 97% together to the dependent variable (self-adjustment).The percentage of determination shows that self-esteem (self-esteem) more effective contribution (0.146%) than culture shock (-.456%). Keywords: Self Adjustment, Culture Shock, Self Esteem.
Pengaruh Konsep Diri dan Kecerdasan Emosi Terhadap Perilaku Prososial Pada Remaja Prahoro, Alfredo Putut; Masela, Minggus Salvina Masela Salvina
PSIKOVIDYA Vol 28 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/psikovidya.v28i2.290

Abstract

Abstrak. Perkembangan perilaku prososial yang baik dengan semua orang berkaitan dengan konsep diri dan kecerdasan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara konsep diri dan kecerdasan emosi terhadap perilaku prososial. Subyek penelitian ini adalah 100 siswa IPA-IPS kelas I dan II SMA Taman Harapan Malang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala konsep diri, skala kecerdasan emosi dan skala perilaku prososial yang disusun oleh peneliti. Hipotesis dianalisa dengan program SPSS 20. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep diri dan kecerdasan emosi berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku prososial di mana nilai F sebesar 0, 108 pada nilai p sebesar 0,000 (p > 0,01). Koefisien determinasi sebesar 97, sehingga hal ini berarti kedua variabel bebas (konsep diri dan kecerdasan emosi) memberikan sumbangan efektif secara bersama-sama sebesar 97% kepada variabel terikat (perilaku prososial). Prosentase determinasi menunjukkan bahwa kecerdasan emosi lebih memberikan sumbangan efektif (0,146%) daripada konsep diri sebesar (-.456%).